Selasa, 28 Juli 2026

senat rapat prodi baru dgn fakultas2 uin

Rapat Pembahasan pembukaan Prodi febi, saintek dan pos

Tim Pembukaan Prodi Pariwisata Syari'ah yang di ketui Dekan FEBI UIN RIL, mematangkan rencananya dengan mempresentasikan proposal pendirian prodi baru dalam rapat senat UIN RIL bersamaan dengan PPs dan Saintek yang juga menerb

Dalam rapat 

Berlangsung 


Senat UIN KETUA Idham Kholid, Sekretaris Prof Baharudin

Dalam rangka 

Kumedi 
Menambah khasanah tim prodi baru, wd i 

Latarbelakangi perkembangan industri halal tuntutan yg harus di sambut

Butuh SDM 

Lampung potensi wisata sangat besar 
Budaya wisata religi

Program studi pengembangan ekonomi daerah

Modal akademik kuat, febi memiliki kemitraan, persaingan prodi ketat

Analisis Pasar prodi baru melihat kebutuhan pasar 

Diferensiasi and, sumber daya nilai tambah Univ kelayakan 

Analisis akd prodi bru ini masukan dr berbagai stake holder 

Benchmark ing ke cirebon 

Prodi ini penting bgi pembegmebangan fakultas krn tuntutan pasar, analisis akd butuh baik forum dosen n stakeholder yg butuh 

Dasar analisis dr aspek akademisi 
 SDM, sarpras, 

Analisis progresif daerah, bagus 

Prospek lulusan relevansi perkembangan industri wisata halal 

Kelayakan 

Hanya 1 yg diusulkan, digiral marketing belum bisa dikaji 


..... 

Prof agus pos 
deadline tgl 30, apresiasi dr ketua komisi akdeimik dan kelimuwan

Substan dr rujukan10 2026, 14 Juli 26, pwrmnediktki sanitek walo prodi syariah kemenag = harus memenuhi syarat minimal akreditasi kurikulum sudah

Rencana pelajaran sudah, dosen n tendik sudah, sarpras diadakan, tata kelola 
Sistem penjaminan mutu sdh ada bpnnp nya sudah berjalan, catatan saya di kurikulum yg ada pastikan core keilmuan mencerminkan visi kurikulum,  konsep teoriitas pengetahuan dan keterampilan produ pariwara

Powerfull di P pengetahuan tim pengusul yg kompeten dosen sesuai prodi, kk keterampilan khusus/kerja, profil lulusan bisa apa setelah lulus 

Mengaplikasikan ilmu n keterampilan

Suasana belajar berorientasi kepada mh siswa ada di dokumen kurikulum = rps 

Flowchart pdca internasional 

Linear 144 sks 

Statua no 9 th 2026, ortaker 2026 berpedoman di adaptasi 

Template diperhatikan, kebijakan, kebutuhan lukusan, prediksi jumlah mhsw, SMK, sma, kurikulum 

Tracking dosen lulusan luar negeri utk, 

........ 
Ketua prof idham kholid minta yg disampaikan prof agus di highlite
....... 
Prof agus fahrudin lagi ;
Ibi darmajaya dgn itera ada prodi pariwisata utk perbandingan, tpi dgn diluar negeri / internasional misal produ malysia 

Profil lulusan :
praktisi dan profesional, enterpreneur pariwisata, peneliti pariwisata syarahan 

Capaian pembelajaran, sikap, pengetahuan, keterampilan

Struktur kurikulum yg mendalam berdasar teori dan praktek minimal 3 Ssk, bs diliat di rps ikuti format rps uin ril 

Integrasi pendidikan penelitian, pengabdian masyarakat

Validasi 

#prof baharudin moderator

#Yusuf Baihaqi asesor banpt


Senat mendukung 

Jgn sampe menghadapi akreditasi uin 2029 bermasalah krn bermasalah  di prodi  

Krusial dosen yaitu dosen homebase minimal 5 dgn kelimuwan pariwisata sayariah 

Dosen homebase dr 6 hanya ada 2 tpi bukan dosen uin, teknis klaimnya bgmn
Di kepegawaian

Toelrnasi dgn catatan, pastikan dosen itu punya tulisan pariwisata syaraih, tugas akhirnya sesuai, atau dia mengajar matkul 

Utk asesor nya Lamemba eh lampar perlu dilihat

Apakah mencakup haji umroh = no

Sks nya 148 pariwisata, minimal 145 

..... 
#Prof tulus 

Kedepan kompetensi ditekankan, dosen mutlak disiapkan  

wajib akreditasi minimal maka dikirim ke LAM dulu, 

, atau buat prodi manajemen haji dan umroh itu masuk Lamemba 

Prof Arsyad shoby ushuluddin Komisi perencanaan tata kelola sarpras apa yg harus ada

#prof.agus, permendikbud ; boleh hair dosen tpi di klaim 

time teaching buka turn teaching 
.... 

Dekan febi ;
Trims telaah dan masukan dr pimpinan senat masukan berharga, mengacu pada regulasi terbaru 

Terkait dosen kendala saat susun proposal mencari s2 pariwara sulit, hasil benchmark dgn uin Cyber di kasih rekomendasi alumni UGM, 

Kita mencari alumni baru yg belum ber homebase, mereka minta jaminan 

Rencana nanti jadi dosen kontrak 

Melalui warek 2 ada dosen dr dinas pariwisata 

Proposal ini masih minimalis dan terus disempurnakan dan diupdate 

Dosen yg tadi 5 sekarang 9 

Masalah manajemen insyaallah kita akomodir, mata kuliah mengacu pda kampus lain, cirebon, kurikulum nya tidak jauh berbeda dgn memperkuat muatan lokal nyaengenai potensi pariwisata bdi lampung 

Mensikapi Tambahan kata2 manajemen, akan di tindaklanjuti karena terkait dapat jadi fakultas syariah sendiri tapi sementara tdk apa. 

...... 
Pascasarjana prof tulus ;

Senat Universitas Islam Negeri (UIN) menguji proposal pendirian program studi (prodi) baru untuk memastikan kelayakan akademik, kesiapan kurikulum, serta ketersediaan sumber daya manusia. Tahapan ini merupakan bagian penting dalam proses pengembangan institusi sebelum izin penyelenggaraan diajukan secara resmi. [1, 2]
Proses Uji Proposal Prodi Baru
  • Penilaian Kurikulum: Senat dan tim penjaminan mutu memeriksa kesesuaian capaian pembelajaran, struktur mata kuliah, serta kekhasan keilmuan prodi. [1]
  • Kesiapan Sumber Daya: Evaluasi mencakup ketersediaan tenaga pendidik (dosen) yang sesuai bidang dan sarana penunjang. [1, 2, 3]
  • Penerbitan Pertimbangan: Hasil dari pengujian ini berupa surat pertimbangan atau rekomendasi resmi dari Senat Perguruan Tinggi yang menjadi syarat mutlak usulan izin pembukaan prodi. [1

  • ##############

Pascasarjana Universitas Islam Negeri (UIN) Palangka Raya melaksanakan kegiatan Review Proposal Pembukaan Program Studi Baru S2 Pendidikan Bahasa Inggris. Kegiatan ini dilaksanakan secara hybrid melalui Zoom Meeting dengan pusat kegiatan bertempat di Aula Pascasarjana lantai 2 UIN Palangka Raya, Rabu (27/8/2025).























Selasa, 21 Juli 2026

ayat membingungkan

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

خٰلِدِيْنَ فِيْهَا مَا دَا مَتِ السَّمٰوٰتُ وَا لْاَ رْضُ اِلَّا مَا شَآءَ رَبُّكَ ۗ اِنَّ رَبَّكَ فَعَّا لٌ لِّمَا يُرِيْدُ
khoolidiina fiihaa maa daamatis-samaawaatu wal-ardhu illaa maa syaaa-a robbuk, inna robbaka fa''aalul limaa yuriid

"Mereka kekal di dalamnya selama ada langit dan bumi, kecuali jika Tuhanmu menghendaki (yang lain). Sungguh, Tuhanmu Maha Pelaksana terhadap apa yang Dia kehendaki."
(QS. Hud 11: Ayat 107)

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

 وَاَ مَّا الَّذِيْنَ سُعِدُوْا فَفِى الْجَـنَّةِ خٰلِدِيْنَ فِيْهَا مَا دَا مَتِ السَّمٰوٰتُ وَا لْاَ رْضُ اِلَّا مَا شَآءَ رَبُّكَ ۗ عَطَآءً غَيْرَ مَجْذُوْذٍ
wa ammallaziina su'iduu fa fil-jannati khoolidiina fiihaa maa daamatis-samaawaatu wal-ardhu illaa maa syaaa-a robbuk, 'athooo-an ghoiro majzuuz

"Dan adapun orang-orang yang berbahagia, maka (tempatnya) di dalam surga; mereka kekal di dalamnya selama ada langit dan bumi, kecuali jika Tuhanmu menghendaki (yang lain); sebagai karunia yang tidak ada putus-putusnya."
(QS. Hud 11: Ayat 108)

* Via Al-Qur'an Indonesia https://quranapp.id

Kamis, 09 Juli 2026

kegaiban, lauhul mahfudz, pengawasan dll

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

وَمَا تَكُوْنُ فِيْ شَأْنٍ وَّمَا تَتْلُوْا مِنْهُ مِنْ قُرْاٰ نٍ وَّلَا تَعْمَلُوْنَ مِنْ عَمَلٍ اِلَّا كُنَّا عَلَيْكُمْ شُهُوْدًا اِذْ تُفِيْضُوْنَ فِيْهِ ۗ وَمَا يَعْزُبُ عَنْ رَّبِّكَ مِنْ مِّثْقَا لِ ذَرَّةٍ فِى الْاَ رْضِ وَلَا فِى السَّمَآءِ وَلَاۤ اَصْغَرَ مِنْ ذٰلِكَ وَلَاۤ اَكْبَرَ اِلَّا فِيْ كِتٰبٍ مُّبِيْنٍ
wa maa takuunu fii sya-niw wa maa tatluu min-hu ming qur-aaniw wa laa ta'maluuna min 'amalin illaa kunnaa 'alaikum syuhuudan iz tufiidhuuna fiih, wa maa ya'zubu 'ar robbika mim misqooli zarroting fil-ardhi wa laa fis-samaaa-i wa laaa ashghoro ming zaalika wa laaa akbaro illaa fii kitaabim mubiin

"Dan tidaklah engkau (Muhammad) berada dalam suatu urusan, dan tidak membaca suatu ayat Al-Qur'an serta tidak pula kamu melakukan suatu pekerjaan, melainkan Kami menjadi saksi atasmu ketika kamu melakukannya. Tidak lengah sedikit pun dari pengetahuan Tuhanmu biarpun sebesar zarrah, baik di Bumi maupun di langit. Tidak ada sesuatu yang lebih kecil dan yang lebih besar daripada itu, melainkan semua tercatat dalam Kitab yang nyata (Lauh Mahfuz)."
(QS. Yunus 10: Ayat 61)

* Via Al-Qur'an Indonesia https://quranapp.id

Jumat, 03 Juli 2026

bukti Al Qur'an sains dan keajaiban

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

هُوَ الَّذِيْ جَعَلَ الشَّمْسَ ضِيَآءً وَّا لْقَمَرَ نُوْرًا وَّقَدَّرَهٗ مَنَا زِلَ لِتَعْلَمُوْا عَدَدَ السِّنِيْنَ وَا لْحِسَا بَ ۗ مَا خَلَقَ اللّٰهُ ذٰلِكَ اِلَّا بِا لْحَـقِّ ۚ يُفَصِّلُ الْاٰ يٰتِ لِقَوْمٍ يَّعْلَمُوْنَ
huwallazii ja'alasy-syamsa dhiyaaa-aw wal-qomaro nuurow wa qoddarohuu manaazila lita'lamuu 'adadas-siniina wal-hisaab, maa kholaqollohu zaalika illaa bil-haqq, yufashshilul-aayaati liqoumiy ya'lamuun

"Dialah yang menjadikan matahari bersinar dan bulan bercahaya, dan Dialah yang menetapkan tempat-tempat orbitnya, agar kamu mengetahui bilangan tahun, dan perhitungan (waktu). Allah tidak menciptakan yang demikian itu melainkan dengan benar. Dia menjelaskan tanda-tanda (kebesaran-Nya) kepada orang-orang yang mengetahui."
(QS. Yunus 10: Ayat 5)

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

هُوَ الَّذِيْ جَعَلَ لَـكُمُ الَّيْلَ لِتَسْكُنُوْا فِيْهِ وَا لنَّهَا رَ مُبْصِرًا ۗ اِنَّ فِيْ ذٰلِكَ لَاٰ يٰتٍ لِّـقَوْمٍ يَّسْمَعُوْنَ
huwallazii ja'ala lakumul-laila litaskunuu fiihi wan-nahaaro mubshiroo, inna fii zaalika la-aayaatil liqoumiy yasma'uun

"Dialah yang menjadikan malam bagimu agar kamu beristirahat padanya dan menjadikan siang terang-benderang. Sungguh, yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi orang-orang yang mendengar."
(QS. Yunus 10: Ayat 67)

* Via Al-Qur'an Indonesia https://quranapp.id

Senin, 22 Juni 2026

perbandingan Dunia dgn Akhirat

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

يٰۤـاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا مَا لَـكُمْ اِذَا قِيْلَ لَـكُمُ انْفِرُوْا فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ اثَّا قَلْـتُمْ اِلَى الْاَ رْضِ ۗ اَرَضِيْتُمْ بِا لْحَيٰوةِ الدُّنْيَا مِنَ الْاٰ خِرَةِ ۚ فَمَا مَتَا عُ الْحَيٰوةِ الدُّنْيَا فِى الْاٰ خِرَةِ اِلَّا قَلِيْلٌ
yaaa ayyuhallaziina aamanuu maa lakum izaa qiila lakumungfiruu fii sabiilillaahis saaqoltum ilal-ardh, a rodhiitum bil-hayaatid-dun-yaa minal-aakhiroh, fa maa mataa'ul-hayaatid-dun-yaa fil-aakhiroti illaa qoliil

"Wahai orang-orang yang beriman! Mengapa apabila dikatakan kepada kamu, "Berangkatlah (untuk berperang) di jalan Allah," kamu merasa berat dan ingin tinggal di tempatmu? Apakah kamu lebih menyenangi kehidupan di dunia daripada kehidupan di akhirat? Padahal kenikmatan hidup di dunia ini (dibandingkan dengan kehidupan) di akhirat hanyalah sedikit."
(QS. At-Taubah 9: Ayat 38)

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

مَنْ كَا نَ يُرِيْدُ الْحَيٰوةَ الدُّنْيَا وَ زِيْنَتَهَا نُوَفِّ اِلَيْهِمْ اَعْمَا لَهُمْ فِيْهَا وَهُمْ فِيْهَا لَا يُبْخَسُوْنَ
mang kaana yuriidul-hayaatad-dun-yaa wa ziinatahaa nuwaffi ilaihim a'maalahum fiihaa wa hum fiihaa laa yubkhosuun

"Barang siapa menghendaki kehidupan dunia dan perhiasannya, pasti Kami berikan (balasan) penuh atas pekerjaan mereka di dunia (dengan sempurna) dan mereka di dunia tidak akan dirugikan."
(QS. Hud 11: Ayat 15)

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

اُولٰٓئِكَ الَّذِيْنَ لَـيْسَ لَهُمْ فِى الْاٰ خِرَةِ اِلَّا النَّا رُ ۖ وَحَبِطَ مَا صَنَعُوْا فِيْهَا وَبٰطِلٌ مَّا كَا نُوْا يَعْمَلُوْنَ
ulaaa-ikallaziina laisa lahum fil-aakhiroti illan-naaru wa habitho maa shona'uu fiihaa wa baathilum maa kaanuu ya'maluun

"Itulah orang-orang yang tidak memperoleh (sesuatu) di akhirat kecuali neraka, dan sia-sialah di sana apa yang telah mereka usahakan (di dunia) dan terhapuslah apa yang telah mereka kerjakan."
(QS. Hud 11: Ayat 16)

* Via Al-Qur'an Indonesia https://quranapp.id

Minggu, 21 Juni 2026

foto dgn artis bola


- Tujuan: Membuat foto swafoto ultra-realistis, spontan, seolah asli, momen penyerbuan lapangan sesudah pertandingan Piala Dunia FIFA 2026
- Komposisi utama:
- Penggemar: di depan, memegang ponsel untuk berfoto, terlihat bersemangat/terpacu adrenalin, ditarik petugas keamanan dari belakang
- Pemain sepak bola: berdiri di sampingnya, ekspresi terkejut tapi tetap santai/terhibur
- Latar: Stadion penuh penonton, sorotan lampu, kru siaran, wasit, fotografer, suasana pasca pertandingan yang ramai dan kacau
- Gaya teknis: Format vertikal 9:16, sudut lebar, sedikit goyangan kamera, buram gerak, kualitas seperti asli dari ponsel, tidak terlihat seperti hasil buatan AI
- Batasan: Tanpa tulisan, tanda air, logo, pencahayaan yang berlebihan, atau wajah yang ditempel
 
 
 
🖼️ Deskripsi Akhir Sesuai Permintaan
 
Foto swafoto vertikal 9:16 yang terlihat asli diambil sesaat setelah pertandingan Piala Dunia 2026. Di bagian depan, seorang penggemar terlihat bersemangat memegang ponsel menghadap ke arah dirinya dan seorang pemain sepak bola yang berdiri di sampingnya—wajah pemain tampak terkejut namun tetap tersenyum santai. Di belakang penggemar, dua petugas keamanan terlihat sedang menarik tubuhnya untuk menjauh, membuat posisinya sedikit miring dan goyah.
 
Sudut pandang lensa lebar menampakkan keramaian stadion yang dipenuhi penonton, cahaya lampu sorot yang menyala terang, serta kerumunan orang di pinggir lapangan—termasuk fotografer, kru siaran, dan ofisial pertandingan. Gambar memiliki sedikit goyangan kamera dan efek buram gerak alami, seolah diambil secara tergesa-gesa. Suasananya penuh kegembiraan, kekacauan, dan momen yang sulit dipercaya, persis seperti foto viral yang sering tersebar di media sosial.
 

Kamis, 28 Mei 2026

orang paling buruk merugi hati terkunci tersesat


Merasa aman dari siksa Allah = rugi
Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

اَفَاَ مِنُوْا مَكْرَ اللّٰهِ ۚ فَلَا يَأْمَنُ مَكْرَ اللّٰهِ اِلَّا الْقَوْمُ الْخٰسِرُوْنَ
a fa aminuu makrolloh, fa laa ya-manu makrollohi illal-qoumul-khoosiruun

"Atau apakah mereka merasa aman dari siksaan Allah (yang tidak terduga-duga)? Tidak ada yang merasa aman dari siksaan Allah selain orang-orang yang rugi."
(QS. Al-A'raf 7: Ayat 99)

* Via Al-Qur'an Indonesia https://quranapp.id


Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

اَوَلَمْ يَهْدِ لِلَّذِيْنَ يَرِثُوْنَ الْاَ رْضَ مِنْۢ بَعْدِ اَهْلِهَاۤ اَنْ لَّوْ نَشَآءُ اَصَبْنٰهُمْ بِذُنُوْبِهِمْ ۚ وَنَطْبَعُ عَلٰى قُلُوْبِهِمْ فَهُمْ لَا يَسْمَعُوْنَ
a wa lam yahdi lillaziina yarisuunal-ardho mim ba'di ahlihaaa al lau nasyaaa-u ashobnaahum bizunuubihim, wa nathba'u 'alaa quluubihim fa hum laa yasma'uun

"Atau apakah belum jelas bagi orang-orang yang mewarisi suatu negeri setelah (lenyap) penduduknya? Bahwa kalau Kami menghendaki pasti Kami siksa mereka karena dosa-dosanya; dan Kami mengunci hati mereka sehingga mereka tidak dapat mendengar (pelajaran)."
(QS. Al-A'raf 7: Ayat 100)

* Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

سَاَ صْرِفُ عَنْ اٰيٰتِيَ الَّذِيْنَ يَتَكَبَّرُوْنَ فِى الْاَ رْضِ بِغَيْرِ الْحَـقِّ ۗ وَاِ نْ يَّرَوْا كُلَّ اٰيَةٍ لَّا يُؤْمِنُوْا بِهَا ۚ وَاِ نْ يَّرَوْا سَبِيْلَ الرُّشْدِ لَا يَتَّخِذُوْهُ سَبِيْلًا ۚ وَّاِنْ يَّرَوْا سَبِيْلَ الْغَيِّ يَتَّخِذُوْهُ سَبِيْلًا ۗ ذٰلِكَ بِاَ نَّهُمْ كَذَّبُوْا بِاٰ يٰتِنَا وَكَا نُوْا عَنْهَا غٰفِلِيْنَ
sa ashrifu 'an aayaatiyallaziina yatakabbaruuna fil-ardhi bighoiril-haqq, wa iy yarou kulla aayatil laa yu-minuu bihaa, wa iy yarou sabiilar-rusydi laa yattakhizuuhu sabiilaa, wa iy yarou sabiilal-ghoyyi yattakhizuuhu sabiilaa, zaalika bi-annahum kazzabuu bi-aayaatinaa wa kaanuu 'an-haa ghoofiliin

"Akan Aku palingkan dari tanda-tanda (kekuasaan-Ku) orang-orang yang menyombongkan diri di bumi tanpa alasan yang benar. Kalaupun mereka melihat setiap tanda (kekuasaan-Ku) mereka tetap tidak akan beriman kepadanya. Dan jika mereka melihat jalan yang membawa kepada petunjuk, mereka tidak (akan) menempuhnya, tetapi jika mereka melihat jalan kesesatan, mereka menempuhnya. Yang demikian adalah karena mereka mendustakan ayat-ayat Kami dan mereka selalu lengah terhadapnya."
(QS. Al-A'raf 7: Ayat 146)

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

وَسْــئَلْهُمْ عَنِ الْـقَرْيَةِ الَّتِيْ كَا نَتْ حَا ضِرَةَ الْبَحْرِ ۘ اِذْ يَعْدُوْنَ فِى السَّبْتِ اِذْ تَأْتِيْهِمْ حِيْتَا نُهُمْ يَوْمَ سَبْتِهِمْ شُرَّعًا وَّيَوْمَ لَا يَسْبِتُوْنَ ۙ لَا تَأْتِيْهِمْ  ۛ  كَذٰلِكَ  ۛ  نَبْلُوْهُمْ بِمَا كَا نُوْا يَفْسُقُوْنَ
was-al-hum 'anil-qoryatillatii kaanat haadhirotal-bahr, iz ya'duuna fis-sabti iz ta-tiihim hiitaanuhum yauma sabtihim syurro'aw wa yauma laa yasbituuna laa ta-tiihim, kazaalika nabluuhum bimaa kaanuu yafsuquun

"Dan tanyakanlah kepada Bani Israil tentang negeri yang terletak di dekat laut ketika mereka melanggar aturan pada hari Sabat, (yaitu) ketika datang kepada mereka ikan-ikan (yang berada di sekitar) mereka terapung-apung di permukaan air, padahal pada hari-hari yang bukan Sabat ikan-ikan itu tidak datang kepada mereka. Demikianlah Kami menguji mereka disebabkan mereka berlaku fasik."
(QS. Al-A'raf 7: Ayat 163)

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

وَاِ ذْ قَا لَتْ اُمَّةٌ مِّنْهُمْ لِمَ تَعِظُوْنَ قَوْمًا ۙ ٱلـلّٰهُ مُهْلِكُهُمْ اَوْ مُعَذِّبُهُمْ عَذَا بًا شَدِيْدًا ۗ قَا لُوْا مَعْذِرَةً اِلٰى رَبِّكُمْ وَلَعَلَّهُمْ يَتَّقُوْنَ
wa iz qoolat ummatum min-hum lima ta'izhuuna qoumanillaahu muhlikuhum au mu'azzibuhum 'azaabang syadiidaa, qooluu ma'zirotan ilaa robbikum wa la'allahum yattaquun

"Dan (ingatlah) ketika suatu umat di antara mereka berkata, "Mengapa kamu menasihati kaum yang akan dibinasakan atau diazab Allah dengan azab yang sangat keras?" Mereka menjawab, "Agar kami mempunyai alasan (lepas tanggung jawab) kepada Tuhanmu, dan agar mereka bertakwa.""
(QS. Al-A'raf 7: Ayat 164)

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

فَلَمَّا نَسُوْا مَا ذُكِّرُوْا بِهٖۤ اَنْجَيْنَا الَّذِيْنَ يَنْهَوْنَ عَنِ السُّوْٓءِ وَاَ خَذْنَا الَّذِيْنَ ظَلَمُوْا بِعَذَا بٍۢ بَـئِيْسٍ بِۢمَا كَا نُوْا يَفْسُقُوْنَ
fa lammaa nasuu maa zukkiruu bihiii angjainallaziina yan-hauna 'anis-suuu-i wa akhoznallaziina zholamuu bi'azaabim ba-iisim bimaa kaanuu yafsuquun

"Maka setelah mereka melupakan apa yang diperingatkan kepada mereka, Kami selamatkan orang-orang yang melarang orang berbuat jahat dan Kami timpakan kepada orang-orang yang zalim siksaan yang keras, disebabkan mereka selalu berbuat fasik."
(QS. Al-A'raf 7: Ayat 165)

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

فَلَمَّا عَتَوْا عَنْ مَّا نُهُوْا عَنْهُ قُلْنَا لَهُمْ كُوْنُوْا قِرَدَةً خٰسِـئِیْنَ
fa lammaa 'atau 'am maa nuhuu 'an-hu qulnaa lahum kuunuu qirodatan khoosi-iin

"Maka setelah mereka bersikap sombong terhadap segala apa yang dilarang. Kami katakan kepada mereka, "Jadilah kamu kera yang hina.""
(QS. Al-A'raf 7: Ayat 166)

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

وَلَـقَدْ ذَرَأْنَا لِجَـهَنَّمَ كَثِيْرًا مِّنَ الْجِنِّ وَا لْاِ نْسِ ۖ لَهُمْ قُلُوْبٌ لَّا يَفْقَهُوْنَ بِهَا ۖ وَلَهُمْ اَعْيُنٌ لَّا يُبْصِرُوْنَ بِهَا ۖ وَلَهُمْ اٰذَا نٌ لَّا يَسْمَعُوْنَ بِهَا ۗ اُولٰٓئِكَ كَا لْاَ نْعَا مِ بَلْ هُمْ اَضَلُّ ۗ اُولٰٓئِكَ هُمُ الْغٰفِلُوْنَ
wa laqod zaro-naa lijahannama kasiirom minal-jinni wal-ingsi lahum quluubul laa yafqohuuna bihaa wa lahum a'yunul laa yubshiruuna bihaa wa lahum aazaanul laa yasma'uuna bihaa, ulaaa-ika kal-an'aami bal hum adholl, ulaaa-ika humul-ghoofiluun

"Dan sungguh, akan Kami isi Neraka Jahanam banyak dari kalangan jin dan manusia. Mereka memiliki hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka memiliki mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengarkan (ayat-ayat Allah). Mereka seperti hewan ternak, bahkan lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lengah."
(QS. Al-A'raf 7: Ayat 179)

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

مَنْ يُّضْلِلِ اللّٰهُ فَلَا هَا دِيَ لَهٗ ۗ وَ يَذَرُهُمْ فِيْ طُغْيَا نِهِمْ يَعْمَهُوْنَ
may yudhlilillaahu fa laa haadiya lahuu wa yazaruhum fii thughyaanihim ya'mahuun

"Barang siapa dibiarkan sesat oleh Allah, maka tidak ada yang mampu memberi petunjuk. Allah membiarkannya terombang-ambing dalam kesesatan."
(QS. Al-A'raf 7: Ayat 186)

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

 اِنَّ شَرَّ الدَّوَآ بِّ عِنْدَ اللّٰهِ الصُّمُّ الْبُكْمُ الَّذِيْنَ لَا يَعْقِلُوْنَ
inna syarrod-dawaaabbi 'ingdallohish-shummul-bukmullaziina laa ya'qiluun

"Sesungguhnya makhluk bergerak yang bernyawa yang paling buruk dalam pandangan Allah ialah mereka yang tuli dan bisu (tidak mendengar dan memahami kebenaran), yaitu orang-orang yang tidak mengerti."
(QS. Al-Anfal 8: Ayat 22)

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

يٰۤاَ يُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا لَا تَتَّخِذُوْۤا اٰبَآءَكُمْ وَاِ خْوَا نَـكُمْ اَوْلِيَآءَ اِنِ اسْتَحَبُّوا الْـكُفْرَ عَلَى الْاِ يْمَا نِ ۗ وَمَنْ يَّتَوَلَّهُمْ مِّنْكُمْ فَاُ ولٰٓئِكَ هُمُ الظّٰلِمُوْنَ
yaaa ayyuhallaziina aamanuu laa tattakhizuuu aabaaa-akum wa ikhwaanakum auliyaaa-a inistahabbul-kufro 'alal-iimaan, wa may yatawallahum mingkum fa ulaaa-ika humuzh-zhoolimuun

"Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu jadikan bapak-bapakmu dan saudara-saudaramu sebagai pelindung, jika mereka lebih menyukai kekafiran daripada keimanan. Barang siapa di antara kamu yang menjadikan mereka pelindung, maka mereka itulah orang-orang yang zalim."
(QS. At-Taubah 9: Ayat 23)

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

قُلْ اِنْ كَا نَ اٰبَآ ؤُكُمْ وَاَ بْنَآ ؤُكُمْ وَاِ خْوَا نُكُمْ وَاَ زْوَا جُكُمْ وَعَشِيْرَتُكُمْ وَ اَمْوَا لُ ٱِ قْتَرَفْتُمُوْهَا وَتِجَا رَةٌ تَخْشَوْنَ كَسَا دَهَا وَ مَسٰكِنُ تَرْضَوْنَهَاۤ اَحَبَّ اِلَيْكُمْ مِّنَ اللّٰهِ وَرَسُوْلِهٖ وَ جِهَا دٍ فِيْ سَبِيْلِهٖ فَتَرَ بَّصُوْا حَتّٰى يَأْتِيَ اللّٰهُ بِاَ مْرِهٖ ۗ وَا للّٰهُ لَا يَهْدِى الْقَوْمَ الْفٰسِقِيْنَ
qul ing kaana aabaaa-ukum wa abnaaa-ukum wa ikhwaanukum wa azwaajukum wa 'asyiirotukum wa amwaaluniqtaroftumuuhaa wa tijaarotung takhsyauna kasaadahaa wa masaakinu tardhounahaaa ahabba ilaikum minallohi wa rosuulihii wa jihaading fii sabiilihii fa tarobbashuu hattaa ya-tiyallohu bi-amrih, wallohu laa yahdil-qoumal-faasiqiin

"Katakanlah, "Jika bapak-bapakmu, anak-anakmu, saudara-saudaramu, istri-istrimu, keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perdagangan yang kamu khawatirkan kerugiannya, dan rumah-rumah tempat tinggal yang kamu sukai, lebih kamu cintai daripada Allah dan Rasul-Nya serta berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai Allah memberikan keputusan-Nya." Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang fasik."
(QS. At-Taubah 9: Ayat 24)

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

يٰۤاَ يُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْۤا اِنَّمَا الْمُشْرِكُوْنَ نَجَسٌ فَلَا يَقْرَبُوا الْمَسْجِدَ الْحَـرَا مَ بَعْدَ عَا مِهِمْ هٰذَا ۚ وَ اِنْ خِفْتُمْ عَيْلَةً فَسَوْفَ يُغْنِيْكُمُ اللّٰهُ مِنْ فَضْلِهٖۤ اِنْ شَآءَ ۗ اِنَّ اللّٰهَ عَلِيْمٌ حَكِيْمٌ
yaaa ayyuhallaziina aamanuuu innamal-musyrikuuna najasung fa laa yaqrobul-masjidal-harooma ba'da 'aamihim haazaa, wa in khiftum 'ailatang fa saufa yughniikumullohu ming fadhlihiii ing syaaa, innalloha 'aliimun hakiim

"Wahai orang-orang yang beriman! Sesungguhnya orang-orang musyrik itu najis (kotor jiwa), karena itu janganlah mereka mendekati Masjidilharam setelah tahun ini. Dan jika kamu khawatir menjadi miskin (karena orang kafir tidak datang), maka Allah nanti akan memberikan kekayaan kepadamu dari karunia-Nya, jika Dia menghendaki. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui, Maha Bijaksana."
(QS. At-Taubah 9: Ayat 28)

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

 وَلَوْ اَرَا دُوْا الْخُـرُوْجَ لَاَ عَدُّوْا لَهٗ عُدَّةً وَّلٰـكِنْ كَرِهَ اللّٰهُ انْبِۢعَا ثَهُمْ فَثَبَّطَهُمْ وَقِيْلَ اقْعُدُوْا مَعَ الْقٰعِدِيْنَ
walau aroodul-khuruuja la-a'adduu lahuu 'uddataw wa laaking karihallohumbi'aasahum fa sabbathohum wa qiilaq'uduu ma'al-qoo'idiin

"Dan jika mereka mau berangkat, niscaya mereka menyiapkan persiapan untuk keberangkatan itu, tetapi Allah tidak menyukai keberangkatan mereka, maka Dia melemahkan keinginan mereka, dan dikatakan (kepada mereka), "Tinggallah kamu bersama orang-orang yang tinggal itu.""
(QS. At-Taubah 9: Ayat 46)

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

قُلْ اَنْفِقُوْا طَوْعًا اَوْ كَرْهًا لَّنْ يُّتَقَبَّلَ مِنْكُمْ ۗ اِنَّكُمْ كُنْتُمْ قَوْمًا فٰسِقِيْنَ
qul angfiquu thou'an au kar-hal lay yutaqobbala mingkum, innakum kungtum qoumang faasiqiin

"Katakanlah (Muhammad), "Infakkanlah hartamu baik dengan sukarela maupun dengan terpaksa, namun (infakmu) tidak akan diterima. Sesungguhnya kamu adalah orang-orang yang fasik.""
(QS. At-Taubah 9: Ayat 53)

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

وَمَا مَنَعَهُمْ اَنْ تُقْبَلَ مِنْهُمْ نَفَقٰتُهُمْ اِلَّاۤ اَنَّهُمْ كَفَرُوْا بِا للّٰهِ وَبِرَسُوْلِهٖ وَلَا يَأْتُوْنَ الصَّلٰوةَ اِلَّا وَهُمْ كُسَا لٰى وَلَا يُنْفِقُوْنَ اِلَّا وَهُمْ كٰرِهُوْنَ
wa maa mana'ahum ang tuqbala min-hum nafaqootuhum illaaa annahum kafaruu billaahi wa birosuulihii wa laa ya-tuunash-sholaata illaa wa hum kusaalaa wa laa yungfiquuna illaa wa hum kaarihuun

"Dan yang menghalang-halangi infak mereka untuk diterima adalah karena mereka kafir (ingkar) kepada Allah dan Rasul-Nya dan mereka tidak melaksanakan sholat, melainkan dengan malas dan tidak (pula) menginfakkan (harta) mereka, melainkan dengan rasa enggan (terpaksa)."
(QS. At-Taubah 9: Ayat 54)
Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

 وَمِنْهُمْ مَّنْ عَاهَدَ اللّٰهَ لَئِنْ اٰتٰٮنَا مِنْ فَضْلِهٖ لَـنَصَّدَّقَنَّ وَلَنَكُوْنَنَّ مِنَ الصّٰلِحِيْنَ
wa min-hum man 'aahadalloha la-in aataanaa ming fadhlihii lanashshoddaqonna wa lanakuunanna minash-shoolihiin

"Dan di antara mereka ada orang yang telah berjanji kepada Allah, "Sesungguhnya jika Allah memberikan sebagian dari karunia-Nya kepada kami, niscaya kami akan bersedekah dan niscaya kami termasuk orang-orang yang saleh.""
(QS. At-Taubah 9: Ayat 75)

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

فَلَمَّاۤ اٰتٰٮهُمْ مِّنْ فَضْلِهٖ بَخِلُوْا بِهٖ وَتَوَلَّوْا وَّهُمْ مُّعْرِضُوْنَ
fa lammaaa aataahum ming fadhlihii bakhiluu bihii wa tawallaw wa hum mu'ridhuun

"Ketika Allah memberikan kepada mereka sebagian dari karunia-Nya, mereka menjadi kikir dan berpaling, dan selalu menentang (kebenaran)."
(QS. At-Taubah 9: Ayat 76)

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

فَاَ عْقَبَهُمْ نِفَا قًا فِيْ قُلُوْبِهِمْ اِلٰى يَوْمِ يَلْقَوْنَهٗ بِمَاۤ اَخْلَفُوا اللّٰهَ مَا وَعَدُوْهُ وَبِمَا كَا نُوْا يَكْذِبُوْنَ
fa a'qobahum nifaaqong fii quluubihim ilaa yaumi yalqounahuu bimaaa akhlafulloha maa wa'aduuhu wa bimaa kaanuu yakzibuun

"Maka, Allah menanamkan kemunafikan dalam hati mereka sampai pada waktu mereka menemui-Nya, karena mereka telah mengingkari janji yang telah mereka ikrarkan kepada-Nya dan (juga) karena mereka selalu berdusta."
(QS. At-Taubah 9: Ayat 77)

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

اِسْتَغْفِرْ لَهُمْ اَوْ لَا تَسْتَغْفِرْ لَهُمْ ۗ اِنْ تَسْتَغْفِرْ لَهُمْ سَبْعِيْنَ مَرَّةً فَلَنْ يَّغْفِرَ اللّٰهُ لَهُمْ ۗ ذٰلِكَ بِاَ نَّهُمْ كَفَرُوْا بِا للّٰهِ وَرَسُوْلِهٖ ۗ وَا للّٰهُ لَا يَهْدِى الْقَوْمَ الْفٰسِقِيْنَ
istaghfir lahum au laa tastaghfir lahum, ing tastaghfir lahum sab'iina marrotang fa lay yaghfirollohu lahum, zaalika bi-annahum kafaruu billaahi wa rosuulih, wallohu laa yahdil-qoumal-faasiqiin

"(Sama saja) engkau (Muhammad) memohonkan ampunan bagi mereka atau tidak memohonkan ampunan bagi mereka. Walaupun engkau memohonkan ampunan bagi mereka tujuh puluh kali, Allah tidak akan memberi ampunan kepada mereka. Yang demikian itu karena mereka ingkar (kafir) kepada Allah dan Rasul-Nya. Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang fasik."
(QS. At-Taubah 9: Ayat 80)

(Yaitu org2 yg menghina orang bersedekah, tidak mau berangkat perang, mereka ini di ayat selanjutnya saat mati tidak boleh di shalatkan nabi)

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

وَيَعْبُدُوْنَ مِنْ دُوْنِ اللّٰهِ مَا لَا يَضُرُّهُمْ وَلَا يَنْفَعُهُمْ وَيَقُوْلُوْنَ هٰۤؤُلَآ ءِ شُفَعَآ ؤُنَا عِنْدَ اللّٰهِ ۗ قُلْ اَتُـنَـبِّــئُوْنَ اللّٰهَ بِمَا لَا يَعْلَمُ فِى السَّمٰوٰتِ وَلَا فِى الْاَ رْضِ ۗ سُبْحٰنَهٗ وَتَعٰلٰى عَمَّا يُشْرِكُوْنَ
wa ya'buduuna ming duunillaahi maa laa yadhurruhum wa laa yangfa'uhum wa yaquuluuna haaa-ulaaa-i syufa'aaa-unaa 'ingdalloh, qul a tunabbi-uunalloha bimaa laa ya'lamu fis-samaawaati wa laa fil-ardh, sub-haanahuu wa ta'aalaa 'ammaa yusyrikuun

"Dan mereka menyembah selain Allah, sesuatu yang tidak dapat mendatangkan bencana kepada mereka dan tidak (pula) memberi manfaat, dan mereka berkata, "Mereka itu adalah pemberi syafaat kami di hadapan Allah." Katakanlah, "Apakah kamu akan memberi tahu kepada Allah sesuatu yang tidak diketahui-Nya apa yang di langit dan tidak (pula) yang di Bumi? Maha Suci Allah dan Maha Tinggi Dia dari apa yang mereka persekutukan itu."
(QS. Yunus 10: Ayat 18)

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

اِنَّ الَّذِيْنَ حَقَّتْ عَلَيْهِمْ كَلِمَتُ رَبِّكَ لَا يُؤْمِنُوْنَ
innallaziina haqqot 'alaihim kalimatu robbika laa yu-minuun

"Sungguh, orang-orang yang telah dipastikan mendapat ketetapan Tuhanmu, tidaklah akan beriman,"
(QS. Yunus 10: Ayat 96)

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

وَلَوْ جَآءَتْهُمْ كُلُّ اٰيَةٍ حَتّٰى يَرَوُا الْعَذَا بَ الْاَ لِيْمَ
walau jaaa-at-hum kullu aayatin hattaa yarowul-'azaabal-aliim

"meskipun mereka mendapat tanda-tanda (kebesaran Allah) hingga mereka menyaksikan azab yang pedih."
(QS. Yunus 10: Ayat 97)

* Via Al-Qur'an Indonesia https://quranapp.id