Selasa, 05 Mei 2026

setiap nabi/muslim punya musuh, dan musuh itu menjadi pancingan / godaan yang sengaja memang dibuat oleh Allah

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

وَكَذٰلِكَ جَعَلْنَا لِكُلِّ نَبِيٍّ عَدُوًّا شَيٰطِيْنَ الْاِ نْسِ وَا لْجِنِّ يُوْحِيْ بَعْضُهُمْ اِلٰى بَعْضٍ زُخْرُفَ الْقَوْلِ غُرُوْرًا ۗ وَلَوْ شَآءَ رَبُّكَ مَا فَعَلُوْهُ فَذَرْهُمْ وَمَا يَفْتَرُوْنَ
wa kazaalika ja'alnaa likulli nabiyyin 'aduwwang syayaathiinal-ingsi wal-jinni yuuhii ba'dhuhum ilaa ba'dhing zukhrufal-qouli ghuruuroo, walau syaaa-a robbuka maa fa'aluuhu fa zar-hum wa maa yaftaruun

"Dan demikianlah untuk setiap Nabi Kami menjadikan musuh yang terdiri dari setan-setan manusia dan jin, sebagian mereka membisikkan kepada sebagian yang lain perkataan yang indah sebagai tipuan. Dan kalau Tuhanmu menghendaki, niscaya mereka tidak akan melakukannya, maka biarkanlah mereka bersama apa (kebohongan) yang mereka ada-adakan."
(QS. Al-An'am 6: Ayat 112)

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

وَلِتَصْغٰۤى اِلَيْهِ اَفْئِدَةُ الَّذِيْنَ لَا يُؤْمِنُوْنَ بِا لْاٰ خِرَةِ وَلِيَرْضَوْهُ وَلِيَقْتَرِفُوْا مَا هُمْ مُّقْتَرِفُوْنَ
wa litashghooo ilaihi af-idatullaziina laa yu-minuuna bil-aakhiroti wa liyardhouhu wa liyaqtarifuu maa hum muqtarifuun

"Dan agar hati kecil orang-orang yang tidak beriman kepada akhirat, tertarik kepada bisikan itu, dan menyenanginya, dan agar mereka melakukan apa yang biasa mereka lakukan."
(QS. Al-An'am 6: Ayat 113)

Senin, 04 Mei 2026

walau Malaikat di utus mereka tetap tidak percaya


* Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

وَلَا تَسُبُّوا الَّذِيْنَ يَدْعُوْنَ مِنْ دُوْنِ اللّٰهِ فَيَسُبُّوا اللّٰهَ عَدْوًا بِۢغَيْرِ عِلْمٍ ۗ كَذٰلِكَ زَيَّنَّا لِكُلِّ اُمَّةٍ عَمَلَهُمْ ۖ ثُمَّ اِلٰى رَبِّهِمْ مَّرْجِعُهُمْ فَيُنَبِّئُهُمْ بِمَا كَا نُوْا يَعْمَلُوْنَ
wa laa tasubbullaziina yad'uuna ming duunillaahi fa yasubbulloha 'adwam bighoiri 'ilm, kazaalika zayyannaa likulli ummatin 'amalahum summa ilaa robbihim marji'uhum fa yunabbi-uhum bimaa kaanuu ya'maluun

"Dan janganlah kamu memaki sesembahan yang mereka sembah selain Allah, karena mereka nanti akan memaki Allah dengan melampaui batas tanpa dasar pengetahuan. Demikianlah, Kami jadikan setiap umat menganggap baik pekerjaan mereka. Kemudian kepada Tuhan tempat kembali mereka, lalu Dia akan memberitahukan kepada mereka apa yang telah mereka kerjakan."
(QS. Al-An'am 6: Ayat 108)

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

وَنُقَلِّبُ اَفْــئِدَتَهُمْ وَاَ بْصَا رَهُمْ كَمَا لَمْ يُؤْمِنُوْا بِهٖۤ اَوَّلَ مَرَّةٍ وَّنَذَرُهُمْ فِيْ طُغْيَا نِهِمْ يَعْمَهُوْنَ
wa nuqollibu af-idatahum wa abshoorohum kamaa lam yu-minuu bihiii awwala marrotiw wa nazaruhum fii thughyaanihim ya'mahuun

"Dan (begitu pula) Kami memalingkan hati dan penglihatan mereka seperti pertama kali mereka tidak beriman kepadanya (Al-Qur'an), dan Kami biarkan mereka bingung dalam kesesatan."
(QS. Al-An'am 6: Ayat 110)

* Via Al-Qur'an Indonesia https://quranapp.id

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

وَلَوْ اَنَّـنَا نَزَّلْنَاۤ اِلَيْهِمُ الْمَلٰٓئِكَةَ وَكَلَّمَهُمُ الْمَوْتٰى وَ حَشَرْنَا عَلَيْهِمْ كُلَّ شَيْءٍ قُبُلًا مَّا كَا نُوْا لِيُؤْمِنُوْۤا اِلَّاۤ اَنْ يَّشَآءَ اللّٰهُ وَلٰـكِنَّ اَكْثَرَهُمْ يَجْهَلُوْنَ
walau annanaa nazzalnaaa ilaihimul-malaaa-ikata wa kallamahumul-mautaa wa hasyarnaa 'alaihim kulla syai-ing qubulam maa kaanuu liyu-minuuu illaaa ay yasyaaa-allohu wa laakinna aksarohum yaj-haluun

"Dan sekalipun Kami benar-benar menurunkan malaikat kepada mereka, dan orang yang telah mati berbicara dengan mereka dan Kami kumpulkan (pula) di hadapan mereka segala sesuatu (yang mereka inginkan), mereka tidak juga akan beriman, kecuali jika Allah menghendaki. Tapi kebanyakan mereka tidak mengetahui (arti kebenaran)."
(QS. Al-An'am 6: Ayat 111)

Sabtu, 02 Mei 2026

ALLAH

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

ذٰ لِكُمُ اللّٰهُ رَبُّكُمْ ۚ لَاۤ اِلٰهَ اِلَّا هُوَ ۚ خَا لِقُ كُلِّ شَيْءٍ فَا عْبُدُوْهُ ۚ وَهُوَ عَلٰى كُلِّ شَيْءٍ وَّكِيْلٌ
zaalikumullohu robbukum, laaa ilaaha illaa huw, khooliqu kulli syai-ing fa'buduuh, wa huwa 'alaa kulli syai-iw wakiil

"Itulah Allah, Tuhan kamu; tidak ada tuhan selain Dia; Pencipta segala sesuatu, maka sembahlah Dia; Dialah pemelihara segala sesuatu."
(QS. Al-An'am 6: Ayat 102)

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

لَا تُدْرِكُهُ الْاَ بْصَا رُ وَهُوَ يُدْرِكُ الْاَ بْصَا رَ ۚ وَهُوَ اللَّطِيْفُ الْخَبِيْرُ
laa tudrikuhul-abshooru wa huwa yudrikul-abshoor, wa huwal-lathiiful-khobiir

"Dia tidak dapat dicapai oleh penglihatan mata, sedang Dia dapat melihat segala penglihatan itu dan Dialah Yang Maha Halus, Maha Mengetahui."
(QS. Al-An'am 6: Ayat 103)

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

قَدْ جَآءَكُمْ بَصَآئِرُ مِنْ رَّبِّكُمْ ۚ فَمَنْ اَبْصَرَ فَلِنَفْسِهٖ ۚ وَمَنْ عَمِيَ فَعَلَيْهَا ۗ وَمَاۤ اَنَاۡ عَلَيْكُمْ بِحَفِيْظٍ
qod jaaa-akum bashooo-iru mir robbikum, fa man abshoro fa linafsih, wa man 'amiya fa 'alaihaa, wa maaa ana 'alaikum bihafiizh

"Sungguh, bukti-bukti yang nyata telah datang dari Tuhanmu. Barang siapa melihat (kebenaran itu), maka (manfaatnya) bagi dirinya sendiri; dan barang siapa buta (tidak melihat kebenaran itu), maka dialah yang rugi. Dan aku (Muhammad) bukanlah penjaga(mu)."
(QS. Al-An'am 6: Ayat 104)

* Via Al-Qur'an Indonesia https://quranapp.id

Rabu, 29 April 2026

Ibrahim mencari Tuhan

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

فَلَمَّا رَاَ الشَّمْسَ بَا زِغَةً قَا لَ هٰذَا رَبِّيْ هٰذَاۤ اَكْبَرُ ۚ فَلَمَّاۤ اَفَلَتْ قَا لَ يٰقَوْمِ اِنِّيْ بَرِيْٓءٌ مِّمَّا تُشْرِكُوْنَ
fa lammaa ro-asy-syamsa baazighotang qoola haazaa robbii haazaaa akbar, fa lammaaa afalat qoola yaa qoumi innii bariii-um mimmaa tusyrikuun

"Kemudian ketika dia melihat matahari terbit, dia berkata, "Inilah tuhanku, ini lebih besar." Tetapi ketika matahari terbenam, dia berkata, "Wahai kaumku! Sungguh, aku berlepas diri dari apa yang kamu persekutukan.""
(QS. Al-An'am 6: Ayat 78)

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

اَلَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَلَمْ يَلْبِسُوْۤا اِيْمَا نَهُمْ بِظُلْمٍ اُولٰٓئِكَ لَهُمُ الْاَ مْنُ وَهُمْ مُّهْتَدُوْنَ
allaziina aamanuu wa lam yalbisuuu iimaanahum bizhulmin ulaaa-ika lahumul-amnu wa hum muhtaduun


Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

اِنِّيْ وَجَّهْتُ وَجْهِيَ لِلَّذِيْ فَطَرَ السَّمٰوٰتِ وَا لْاَ رْضَ حَنِيْفًا وَّمَاۤ اَنَاۡ مِنَ الْمُشْرِكِيْنَ 
innii wajjahtu waj-hiya lillazii fathoros-samaawaati wal-ardho haniifaw wa maaa ana minal-musyrikiin

"Aku hadapkan wajahku kepada (Allah) yang menciptakan langit dan bumi dengan penuh kepasrahan (mengikuti) agama yang benar, dan aku bukanlah termasuk orang-orang musyrik."
(QS. Al-An'am 6: Ayat 79)

* Via Al-Qur'an Indonesia https://quranapp.id

"Orang-orang yang beriman dan tidak mencampuradukkan iman mereka dengan syirik, mereka itulah orang-orang yang mendapat rasa aman dan mereka mendapat petunjuk."
(QS. Al-An'am 6: Ayat 82)

* Via Al-Qur'an Indonesia https://quranapp.id

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

وَتِلْكَ حُجَّتُنَاۤ اٰتَيْنٰهَاۤ اِبْرٰهِيْمَ عَلٰى قَوْمِهٖ ۗ نَرْفَعُ دَرَجٰتٍ مَّنْ نَّشَآءُ ۗ اِنَّ رَبَّكَ حَكِيْمٌ عَلِيْمٌ
wa tilka hujjatunaaa aatainaahaaa ibroohiima 'alaa qoumih, narfa'u darojaatim man nasyaaa, inna robbaka hakiimun 'aliim

"Dan itulah keterangan Kami yang Kami berikan kepada Ibrahim untuk menghadapi kaumnya. Kami tinggikan derajat siapa yang Kami kehendaki. Sesungguhnya Tuhanmu Maha Bijaksana, Maha Mengetahui."
(QS. Al-An'am 6: Ayat 83)

Senin, 27 April 2026

azab kesusahan bencana orang orang ganas

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

قُلْ مَنْ يُّنَجِّيْكُمْ مِّنْ ظُلُمٰتِ الْبَرِّ وَا لْبَحْرِ تَدْعُوْنَهٗ تَضَرُّعًا وَّخُفْيَةً ۚ لَئِنْ اَنْجٰٮنَا مِنْ هٰذِهٖ لَـنَكُوْنَنَّ مِنَ الشّٰكِرِيْنَ
qul may yunajjiikum ming zhulumaatil-barri wal-bahri tad'uunahuu tadhorru'aw wa khufyah, la-in angjaanaa min haazihii lanakuunanna minasy-syaakiriin

"Katakanlah (Muhammad), "Siapakah yang dapat menyelamatkan kamu dari bencana di darat dan di laut, ketika kamu berdoa kepada-Nya dengan rendah hati dan dengan suara yang lembut?" (Dengan mengatakan), "Sekiranya Dia menyelamatkan kami dari (bencana) ini, tentulah kami menjadi orang-orang yang bersyukur.""
(QS. Al-An'am 6: Ayat 63)

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

قُلِ اللّٰهُ يُنَجِّيْكُمْ مِّنْهَا وَمِنْ كُلِّ كَرْبٍ ثُمَّ اَنْـتُمْ تُشْرِكُوْنَ
qulillaahu yunajjiikum min-haa wa ming kulli karbing summa angtum tusyrikuun

"Katakanlah (Muhammad), "Allah yang menyelamatkan kamu dari bencana itu dan dari segala macam kesusahan, namun kemudian kamu (kembali) menyekutukan-Nya.""
(QS. Al-An'am 6: Ayat 64)

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

قُلْ هُوَ الْقَا دِرُ عَلٰۤى اَنْ يَّبْعَثَ عَلَيْكُمْ عَذَا بًا مِّنْ فَوْقِكُمْ اَوْ مِنْ تَحْتِ اَرْجُلِكُمْ اَوْ يَلْبِسَكُمْ شِيَـعًا وَّيُذِيْقَ بَعْضَكُمْ بَأْسَ بَعْضٍ ۗ اُنْظُرْ كَيْفَ نُصَرِّفُ الْاٰ يٰتِ لَعَلَّهُمْ يَفْقَهُوْنَ
qul huwal-qoodiru 'alaaa ay yab'asa 'alaikum 'azaabam ming fauqikum au ming tahti arjulikum au yalbisakum syiya'aw wa yuziiqo ba'dhokum ba-sa ba'dh, ungzhur kaifa nushorriful-aayaati la'allahum yafqohuun

"Katakanlah (Muhammad), "Dialah yang berkuasa mengirimkan azab kepadamu, dari atas atau dari bawah kakimu atau Dia mencampurkan kamu dalam golongan-golongan (yang saling bertentangan) dan merasakan kepada sebagian kamu keganasan sebagian yang lain." Perhatikanlah, bagaimana Kami menjelaskan berulang-ulang tanda-tanda (kekuasaan Kami) agar mereka memahami(nya)."
(QS. Al-An'am 6: Ayat 65)

* Via Al-Qur'an Indonesia https://quranapp.id

Dan Dialah

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

وَعِنْدَهٗ مَفَا تِحُ الْغَيْبِ لَا يَعْلَمُهَاۤ اِلَّا هُوَ ۗ وَيَعْلَمُ مَا فِى الْبَرِّ وَا لْبَحْرِ ۗ وَمَا تَسْقُطُ مِنْ وَّرَقَةٍ اِلَّا يَعْلَمُهَا وَلَا حَبَّةٍ فِيْ ظُلُمٰتِ الْاَ رْضِ وَلَا رَطْبٍ وَّلَا يَا بِسٍ اِلَّا فِيْ كِتٰبٍ مُّبِيْنٍ
wa 'ingdahuu mafaatihul-ghoibi laa ya'lamuhaaa illaa huw, wa ya'lamu maa fil-barri wal-bahr, wa maa tasquthu miw waroqotin illaa ya'lamuhaa wa laa habbating fii zhulumaatil-ardhi wa laa rothbiw wa laa yaabisin illaa fii kitaabim mubiin

"Dan kunci-kunci semua yang gaib ada pada-Nya; tidak ada yang mengetahui selain Dia. Dia mengetahui apa yang ada di darat dan di laut. Tidak ada sehelai daun pun yang gugur yang tidak diketahui-Nya. Tidak ada sebutir biji pun dalam kegelapan bumi dan tidak pula sesuatu yang basah atau yang kering, yang tidak tertulis dalam Kitab yang nyata (Lauh Mahfuzh)."
(QS. Al-An'am 6: Ayat 59)

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

وَهُوَ الَّذِيْ يَتَوَفّٰٮكُمْ بِا لَّيْلِ وَ يَعْلَمُ مَا جَرَحْتُمْ بِا لنَّهَا رِ ثُمَّ يَـبْعَثُكُمْ فِيْهِ لِيُقْضٰۤى اَجَلٌ مُّسَمًّى ۚ ثُمَّ اِلَيْهِ مَرْجِعُكُمْ ثُمَّ يُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُوْنَ
wa huwallazii yatawaffaakum bil-laili wa ya'lamu maa jarohtum bin-nahaari summa yab'asukum fiihi liyuqdhooo ajalum musammaa, summa ilaihi marji'ukum summa yunabbi-ukum bimaa kungtum ta'maluun

"Dan Dialah yang menidurkan kamu pada malam hari dan Dia mengetahui apa yang kamu kerjakan pada siang hari. Kemudian, Dia membangunkan kamu pada siang hari untuk disempurnakan umurmu yang telah ditetapkan. Kemudian kepada-Nya tempat kamu kembali, lalu Dia memberitahukan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan."
(QS. Al-An'am 6: Ayat 60)

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

وَهُوَ الْقَاهِرُ فَوْقَ عِبَا دِهٖ وَيُرْسِلُ عَلَيْكُمْ حَفَظَةً ۗ حَتّٰۤى اِذَا جَآءَ اَحَدَكُمُ الْمَوْتُ تَوَفَّتْهُ رُسُلُـنَا وَهُمْ لَا يُفَرِّطُوْنَ
wa huwal-qoohiru fauqo 'ibaadihii wa yursilu 'alaikum hafazhoh, hattaaa izaa jaaa-a ahadakumul-mautu tawaffat-hu rusulunaa wa hum laa yufarrithuun

"Dan Dialah penguasa mutlak atas semua hamba-Nya, dan diutus-Nya kepadamu malaikat-malaikat penjaga, sehingga apabila kematian datang kepada salah seorang di antara kamu, malaikat-malaikat Kami mencabut nyawanya, dan mereka tidak melalaikan tugasnya."
(QS. Al-An'am 6: Ayat 61)

Sabtu, 25 April 2026

tentang cobaan

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

وَلَقَدْ اَرْسَلْنَاۤ اِلٰۤى اُمَمٍ مِّنْ قَبْلِكَ فَاَ خَذْنٰهُمْ بِا لْبَأْسَآءِ وَا لضَّرَّآءِ لَعَلَّهُمْ يَتَضَرَّعُوْنَ
wa laqod arsalnaaa ilaaa umamim ming qoblika fa akhoznaahum bil-ba-saaa-i wadh-dhorrooo-i la'allahum yatadhorro'uun

"Dan sungguh, Kami telah mengutus (rasul-rasul) kepada umat-umat sebelum engkau, kemudian Kami siksa mereka dengan (menimpakan) kemelaratan dan kesengsaraan, agar mereka memohon (kepada Allah) dengan kerendahan hati."
(QS. Al-An'am 6: Ayat 42)

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

فَلَوْلَاۤ اِذْ جَآءَهُمْ بَأْسُنَا تَضَرَّعُوْا وَلٰـكِنْ قَسَتْ قُلُوْبُهُمْ وَزَيَّنَ لَهُمُ الشَّيْطٰنُ مَا كَا نُوْا يَعْمَلُوْنَ
falau laaa iz jaaa-ahum ba-sunaa tadhorro'uu wa laaking qosat quluubuhum wa zayyana lahumusy-syaithoonu maa kaanuu ya'maluun

"Tetapi mengapa mereka tidak memohon (kepada Allah) dengan kerendahan hati ketika siksaan Kami datang menimpa mereka? Bahkan hati mereka telah menjadi keras dan setan pun menjadikan terasa indah bagi mereka apa yang selalu mereka kerjakan."
(QS. Al-An'am 6: Ayat 43