Rabu, 29 April 2026

Ibrahim Musa dkk nabi2 mencari Tuhan

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

فَلَمَّا رَاَ الشَّمْسَ بَا زِغَةً قَا لَ هٰذَا رَبِّيْ هٰذَاۤ اَكْبَرُ ۚ فَلَمَّاۤ اَفَلَتْ قَا لَ يٰقَوْمِ اِنِّيْ بَرِيْٓءٌ مِّمَّا تُشْرِكُوْنَ
fa lammaa ro-asy-syamsa baazighotang qoola haazaa robbii haazaaa akbar, fa lammaaa afalat qoola yaa qoumi innii bariii-um mimmaa tusyrikuun

"Kemudian ketika dia melihat matahari terbit, dia berkata, "Inilah tuhanku, ini lebih besar." Tetapi ketika matahari terbenam, dia berkata, "Wahai kaumku! Sungguh, aku berlepas diri dari apa yang kamu persekutukan.""
(QS. Al-An'am 6: Ayat 78)

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

اَلَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَلَمْ يَلْبِسُوْۤا اِيْمَا نَهُمْ بِظُلْمٍ اُولٰٓئِكَ لَهُمُ الْاَ مْنُ وَهُمْ مُّهْتَدُوْنَ
allaziina aamanuu wa lam yalbisuuu iimaanahum bizhulmin ulaaa-ika lahumul-amnu wa hum muhtaduun


Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

اِنِّيْ وَجَّهْتُ وَجْهِيَ لِلَّذِيْ فَطَرَ السَّمٰوٰتِ وَا لْاَ رْضَ حَنِيْفًا وَّمَاۤ اَنَاۡ مِنَ الْمُشْرِكِيْنَ 
innii wajjahtu waj-hiya lillazii fathoros-samaawaati wal-ardho haniifaw wa maaa ana minal-musyrikiin

"Aku hadapkan wajahku kepada (Allah) yang menciptakan langit dan bumi dengan penuh kepasrahan (mengikuti) agama yang benar, dan aku bukanlah termasuk orang-orang musyrik."
(QS. Al-An'am 6: Ayat 79)

* Via Al-Qur'an Indonesia https://quranapp.id

"Orang-orang yang beriman dan tidak mencampuradukkan iman mereka dengan syirik, mereka itulah orang-orang yang mendapat rasa aman dan mereka mendapat petunjuk."
(QS. Al-An'am 6: Ayat 82)

* Via Al-Qur'an Indonesia https://quranapp.id

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

وَتِلْكَ حُجَّتُنَاۤ اٰتَيْنٰهَاۤ اِبْرٰهِيْمَ عَلٰى قَوْمِهٖ ۗ نَرْفَعُ دَرَجٰتٍ مَّنْ نَّشَآءُ ۗ اِنَّ رَبَّكَ حَكِيْمٌ عَلِيْمٌ
wa tilka hujjatunaaa aatainaahaaa ibroohiima 'alaa qoumih, narfa'u darojaatim man nasyaaa, inna robbaka hakiimun 'aliim

"Dan itulah keterangan Kami yang Kami berikan kepada Ibrahim untuk menghadapi kaumnya. Kami tinggikan derajat siapa yang Kami kehendaki. Sesungguhnya Tuhanmu Maha Bijaksana, Maha Mengetahui."
(QS. Al-An'am 6: Ayat 83)

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

وَلَمَّا جَآءَ مُوْسٰى لِمِيْقَا تِنَا وَكَلَّمَهٗ رَبُّهٗ ۙ قَا لَ رَبِّ اَرِنِيْۤ اَنْظُرْ اِلَيْكَ ۗ قَا لَ لَنْ تَرٰٮنِيْ وَلٰـكِنِ انْظُرْ اِلَى الْجَـبَلِ فَاِ نِ اسْتَقَرَّ مَكَا نَهٗ فَسَوْفَ تَرٰٮنِيْ ۚ فَلَمَّا تَجَلّٰى رَبُّهٗ لِلْجَبَلِ جَعَلَهٗ دَكًّا وَّخَرَّ مُوْسٰى صَعِقًا ۚ فَلَمَّاۤ اَفَا قَ قَا لَ سُبْحٰنَكَ تُبْتُ اِلَيْكَ وَاَ نَاۡ اَ وَّلُ الْمُؤْمِنِيْنَ
wa lammaa jaaa-a muusaa limiiqootinaa wa kallamahuu robbuhuu qoola robbi ariniii angzhur ilaiik, qoola lang taroonii wa laakiningzhur ilal-jabali fa inistaqorro makaanahuu fa saufa taroonii, fa lammaa tajallaa robbuhuu lil-jabali ja'alahuu dakkaw wa khorro muusaa sho'iqoo, fa lammaaa afaaqo qoola sub-haanaka tubtu ilaika wa ana awwalul-mu-miniin

"Dan ketika Musa datang untuk (munajat) pada waktu yang telah Kami tentukan dan Tuhan telah berfirman (langsung) kepadanya, (Musa) berkata, "Ya Tuhanku, tampakkanlah (diri-Mu) kepadaku agar aku dapat melihat Engkau." (Allah) berfirman, "Engkau tidak akan (sanggup) melihat-Ku, namun lihatlah ke gunung itu, jika ia tetap di tempatnya (sebagai sediakala) niscaya engkau dapat melihat-Ku." Maka ketika Tuhannya menampakkan (keagungan-Nya) kepada gunung itu, gunung itu hancur luluh dan Musa pun jatuh pingsan. Setelah Musa sadar, dia berkata, "Maha Suci Engkau, aku bertobat kepada Engkau dan aku adalah orang yang pertama-tama beriman.""
(QS. Al-A'raf 7: Ayat 143)

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

قَا لَ يٰـنُوْحُ اِنَّهٗ لَـيْسَ مِنْ اَهْلِكَ ۚ اِنَّهٗ عَمَلٌ غَيْرُ صَا لِحٍ فَلَا تَسْـئَــلْنِ مَا لَـيْسَ لَـكَ بِهٖ عِلْمٌ ۗ اِنِّيْۤ اَعِظُكَ اَنْ تَكُوْنَ مِنَ الْجٰهِلِيْنَ
qoola yaa nuuhu innahuu laisa min ahlik, innahuu 'amalun ghoiru shoolihing fa laa tas-alni maa laisa laka bihii 'ilm, inniii a'izhuka ang takuuna minal-jaahiliin

"Dia (Allah) berfirman, "Wahai Nuh! Sesungguhnya dia bukanlah termasuk keluargamu, karena perbuatannya sungguh tidak baik, sebab itu jangan engkau memohon kepada-Ku sesuatu yang tidak engkau ketahui (hakikatnya). Aku menasihatimu agar (engkau) tidak termasuk orang yang bodoh.""
(QS. Hud 11: Ayat 46)

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

قَا لَ لَنْ اُرْسِلَهٗ مَعَكُمْ حَتّٰى تُؤْتُوْنِ مَوْثِقًا مِّنَ اللّٰهِ لَــتَأْتُنَّنِيْ بِهٖۤ اِلَّاۤ اَنْ يُّحَا طَ بِكُمْ ۚ فَلَمَّاۤ اٰتَوْهُ مَوْثِقَهُمْ قَا لَ اللّٰهُ عَلٰى مَا نَقُوْلُ وَكِيْلٌ
qoola lan ursilahuu ma'akum hattaa tu-tuuni mausiqom minallohi lata-tunnanii bihiii illaaa ay yuhaatho bikum, fa lammaaa aatauhu mausiqohum qoolallohu 'alaa maa naquulu wakiil

"Dia (Ya'qub) berkata, "Aku tidak akan melepaskannya (pergi) bersama kamu, sebelum kamu bersumpah kepadaku atas (nama) Allah, bahwa kamu pasti akan membawanya kepadaku kembali, kecuali jika kamu dikepung (musuh)." Setelah mereka mengucapkan sumpah, dia (Ya'qub) berkata, "Allah adalah saksi terhadap apa yang kita ucapkan.""
(QS. Yusuf 12: Ayat 66)

* Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

وَقَا لَ يٰبَنِيَّ لَا تَدْخُلُوْا مِنْۢ بَا بٍ وَّا حِدٍ وَّا دْخُلُوْا مِنْ اَبْوَا بٍ مُّتَفَرِّقَةٍ ۗ وَمَاۤ اُغْنِيْ عَنْكُمْ مِّنَ اللّٰهِ مِنْ شَيْءٍ ۗ اِنِ الْحُكْمُ اِلَّا لِلّٰهِ ۗ عَلَيْهِ تَوَكَّلْتُ ۚ وَعَلَيْهِ فَلْيَتَوَكَّلِ الْمُتَوَكِّلُوْنَ
wa qoola yaa baniyya laa tadkhuluu mim baabiw waahidiw wadkhuluu min abwaabim mutafarriqoh, wa maaa ughnii 'angkum minallohi ming syaii, inil-hukmu illaa lillaah, 'alaihi tawakkaltu wa 'alaihi falyatawakkalil-mutawakkiluun

"Dan dia (Ya'qub) berkata, "Wahai anak-anakku! Janganlah kamu masuk dari satu pintu gerbang, dan masuklah dari pintu-pintu gerbang yang berbeda; namun demikian aku tidak dapat mempertahankan kamu sedikit pun dari (takdir) Allah. Keputusan itu hanyalah bagi Allah. Kepada-Nya aku bertawakal dan kepada-Nya pula bertawakallah orang-orang yang bertawakal.""
(QS. Yusuf 12: Ayat 67)

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

وَتَوَلّٰى عَنْهُمْ وَقَا لَ يٰۤاَ سَفٰى عَلٰى يُوْسُفَ وَا بْيَـضَّتْ عَيْنٰهُ مِنَ الْحُـزْنِ فَهُوَ كَظِيْمٌ
wa tawallaa 'an-hum wa qoola yaaa asafaa 'alaa yuusufa wabyadhdhot 'ainaahu minal-huzni fa huwa kazhiim

"Dan dia (Ya'qub) berpaling dari mereka (anak-anaknya) seraya berkata, "Aduhai duka citaku terhadap Yusuf," dan kedua matanya menjadi putih karena sedih. Dia diam menahan amarah (terhadap anak-anaknya)."
(QS. Yusuf 12: Ayat 84)

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

قَا لَ اِنَّمَاۤ اَشْكُوْا بَثِّـيْ وَحُزْنِيْۤ اِلَى اللّٰهِ وَاَ عْلَمُ مِنَ اللّٰهِ مَا لَا تَعْلَمُوْنَ
qoola innamaaa asykuu bassii wa huzniii ilallohi wa a'lamu minallohi maa laa ta'lamuun

"Dia (Ya'qub) menjawab, "Hanya kepada Allah aku mengadukan kesusahan dan kesedihanku. Dan aku mengetahui dari Allah apa yang tidak kamu ketahui."
(QS. Yusuf 12: Ayat 86)

* Via Al-Qur'an Indonesia https://quranapp.id

Senin, 27 April 2026

azab kesusahan bencana orang orang ganas

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

قُلْ مَنْ يُّنَجِّيْكُمْ مِّنْ ظُلُمٰتِ الْبَرِّ وَا لْبَحْرِ تَدْعُوْنَهٗ تَضَرُّعًا وَّخُفْيَةً ۚ لَئِنْ اَنْجٰٮنَا مِنْ هٰذِهٖ لَـنَكُوْنَنَّ مِنَ الشّٰكِرِيْنَ
qul may yunajjiikum ming zhulumaatil-barri wal-bahri tad'uunahuu tadhorru'aw wa khufyah, la-in angjaanaa min haazihii lanakuunanna minasy-syaakiriin

"Katakanlah (Muhammad), "Siapakah yang dapat menyelamatkan kamu dari bencana di darat dan di laut, ketika kamu berdoa kepada-Nya dengan rendah hati dan dengan suara yang lembut?" (Dengan mengatakan), "Sekiranya Dia menyelamatkan kami dari (bencana) ini, tentulah kami menjadi orang-orang yang bersyukur.""
(QS. Al-An'am 6: Ayat 63)

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

قُلِ اللّٰهُ يُنَجِّيْكُمْ مِّنْهَا وَمِنْ كُلِّ كَرْبٍ ثُمَّ اَنْـتُمْ تُشْرِكُوْنَ
qulillaahu yunajjiikum min-haa wa ming kulli karbing summa angtum tusyrikuun

"Katakanlah (Muhammad), "Allah yang menyelamatkan kamu dari bencana itu dan dari segala macam kesusahan, namun kemudian kamu (kembali) menyekutukan-Nya.""
(QS. Al-An'am 6: Ayat 64)

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

قُلْ هُوَ الْقَا دِرُ عَلٰۤى اَنْ يَّبْعَثَ عَلَيْكُمْ عَذَا بًا مِّنْ فَوْقِكُمْ اَوْ مِنْ تَحْتِ اَرْجُلِكُمْ اَوْ يَلْبِسَكُمْ شِيَـعًا وَّيُذِيْقَ بَعْضَكُمْ بَأْسَ بَعْضٍ ۗ اُنْظُرْ كَيْفَ نُصَرِّفُ الْاٰ يٰتِ لَعَلَّهُمْ يَفْقَهُوْنَ
qul huwal-qoodiru 'alaaa ay yab'asa 'alaikum 'azaabam ming fauqikum au ming tahti arjulikum au yalbisakum syiya'aw wa yuziiqo ba'dhokum ba-sa ba'dh, ungzhur kaifa nushorriful-aayaati la'allahum yafqohuun

"Katakanlah (Muhammad), "Dialah yang berkuasa mengirimkan azab kepadamu, dari atas atau dari bawah kakimu atau Dia mencampurkan kamu dalam golongan-golongan (yang saling bertentangan) dan merasakan kepada sebagian kamu keganasan sebagian yang lain." Perhatikanlah, bagaimana Kami menjelaskan berulang-ulang tanda-tanda (kekuasaan Kami) agar mereka memahami(nya)."
(QS. Al-An'am 6: Ayat 65)

* Via Al-Qur'an Indonesia https://quranapp.id

Sabtu, 25 April 2026

tentang cobaan

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

وَلَقَدْ اَرْسَلْنَاۤ اِلٰۤى اُمَمٍ مِّنْ قَبْلِكَ فَاَ خَذْنٰهُمْ بِا لْبَأْسَآءِ وَا لضَّرَّآءِ لَعَلَّهُمْ يَتَضَرَّعُوْنَ
wa laqod arsalnaaa ilaaa umamim ming qoblika fa akhoznaahum bil-ba-saaa-i wadh-dhorrooo-i la'allahum yatadhorro'uun

"Dan sungguh, Kami telah mengutus (rasul-rasul) kepada umat-umat sebelum engkau, kemudian Kami siksa mereka dengan (menimpakan) kemelaratan dan kesengsaraan, agar mereka memohon (kepada Allah) dengan kerendahan hati."
(QS. Al-An'am 6: Ayat 42)

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

فَلَوْلَاۤ اِذْ جَآءَهُمْ بَأْسُنَا تَضَرَّعُوْا وَلٰـكِنْ قَسَتْ قُلُوْبُهُمْ وَزَيَّنَ لَهُمُ الشَّيْطٰنُ مَا كَا نُوْا يَعْمَلُوْنَ
falau laaa iz jaaa-ahum ba-sunaa tadhorro'uu wa laaking qosat quluubuhum wa zayyana lahumusy-syaithoonu maa kaanuu ya'maluun

"Tetapi mengapa mereka tidak memohon (kepada Allah) dengan kerendahan hati ketika siksaan Kami datang menimpa mereka? Bahkan hati mereka telah menjadi keras dan setan pun menjadikan terasa indah bagi mereka apa yang selalu mereka kerjakan."
(QS. Al-An'am 6: Ayat 43

Kamis, 23 April 2026

la tahzan la hauf kehidupan dunia ini hanya senda gurau

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

مَنْ يُّصْرَفْ عَنْهُ يَوْمَئِذٍ فَقَدْ رَحِمَهٗ ۗ وَ ذٰلِكَ الْـفَوْزُ الْمُبِيْنُ
may yushrof 'an-hu yauma-izing fa qod rohimah, wa zaalikal-fauzul-mubiin

"Barang siapa dijauhkan dari azab atas dirinya pada hari itu, maka sungguh, Allah telah memberikan rahmat kepadanya. Dan itulah kemenangan yang nyata."
(QS. Al-An'am 6: Ayat 16)


وَاِ نْ يَّمْسَسْكَ اللّٰهُ بِضُرٍّ فَلَا كَا شِفَ لَهٗۤ اِلَّا هُوَ ۗ وَاِ نْ يَّمْسَسْكَ بِخَيْرٍ فَهُوَ عَلٰى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ
wa iy yamsaskallohu bidhurring fa laa kaasyifa lahuuu illaa huw, wa iy yamsaska bikhoiring fa huwa 'alaa kulli syai-ing qodiir

"Dan jika Allah menimpakan suatu bencana kepadamu, tidak ada yang dapat menghilangkannya selain Dia. Dan jika Dia mendatangkan kebaikan kepadamu, maka Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu."
(QS. Al-An'am 6: Ayat 17)

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

وَمِنْهُمْ مَّنْ يَّسْتَمِعُ اِلَيْكَ ۚ وَجَعَلْنَا عَلٰى قُلُوْبِهِمْ اَكِنَّةً اَنْ يَّفْقَهُوْهُ وَفِيْۤ اٰذَا نِهِمْ وَقْرًا ۗ وَاِ نْ يَّرَوْا كُلَّ اٰيَةٍ لَّا يُؤْمِنُوْا بِهَا ۗ حَتّٰۤى اِذَا جَآءُوْكَ يُجَا دِلُوْنَكَ يَقُوْلُ الَّذِيْنَ كَفَرُوْۤا اِنْ هٰذَاۤ اِلَّاۤ اَسَا طِيْرُ الْاَ وَّلِيْنَ
wa min-hum may yastami'u ilaiik, wa ja'alnaa 'alaa quluubihim akinnatan ay yafqohuuhu wa fiii aazaanihim waqroo, wa iy yarou kulla aayatil laa yu-minuu bihaa, hattaaa izaa jaaa-uuka yujaadiluunaka yaquulullaziina kafaruuu in haazaaa illaaa asaathiirul-awwaliin

"Dan di antara mereka ada yang mendengarkan bacaanmu (Muhammad), dan Kami telah menjadikan hati mereka tertutup (sehingga mereka tidak) memahaminya, dan telinganya tersumbat. Dan kalaupun mereka melihat segala tanda (kebenaran), mereka tetap tidak mau beriman kepadanya. Sehingga apabila mereka datang kepadamu untuk membantahmu, orang-orang kafir itu berkata, "Ini (Al-Qur'an) tidak lain hanyalah dongengan orang-orang terdahulu.""
(QS. Al-An'am 6: Ayat 25)

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

وَ مَا الْحَيٰوةُ الدُّنْيَاۤ اِلَّا لَعِبٌ وَّلَهْوٌ ۗ وَلَـلدَّا رُ الْاٰ خِرَةُ خَيْرٌ لِّـلَّذِيْنَ يَتَّقُوْنَ ۗ اَفَلَا تَعْقِلُوْنَ
wa mal-hayaatud-dun-yaaa illaa la'ibuw wa lahw, wa lad-daarul-aakhirotu khoirul lillaziina yattaquun, a fa laa ta'qiluun

"Dan kehidupan dunia ini, hanyalah permainan dan senda gurau. Sedangkan negeri akhirat itu, sungguh lebih baik bagi orang-orang yang bertakwa. Tidakkah kamu mengerti?"
(QS. Al-An'am 6: Ayat 32)

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

وَمَا نُرْسِلُ الْمُرْسَلِيْنَ اِلَّا مُبَشِّرِيْنَ وَمُنْذِرِيْنَ ۚ فَمَنْ اٰمَنَ وَاَ صْلَحَ فَلَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُوْنَ
wa maa nursilul-mursaliina illaa mubasysyiriina wa mungziriin, fa man aamana wa ashlaha fa laa khoufun 'alaihim wa laa hum yahzanuun

"Para rasul yang Kami utus itu adalah untuk memberi kabar gembira dan memberi peringatan. Barang siapa beriman dan mengadakan perbaikan, maka tidak ada rasa takut pada mereka dan mereka tidak bersedih hati."
(QS. Al-An'am 6: Ayat 48)

* Via Al-Qur'an Indonesia https://quranapp.id

Selasa, 21 April 2026

jika Gaib diturunkan ke depan manusia maka azab siap sedia jika masih tak percaya

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

وَلَوْ نَزَّلْنَا عَلَيْكَ كِتٰبًا فِيْ قِرْطَا سٍ فَلَمَسُوْهُ بِاَ يْدِيْهِمْ لَقَا لَ الَّذِيْنَ كَفَرُوْۤا اِنْ هٰذَاۤ اِلَّا سِحْرٌ مُّبِيْنٌ
walau nazzalnaa 'alaika kitaabang fii qirthoosing fa lamasuuhu bi-aidiihim laqoolallaziina kafaruuu in haazaaa illaa sihrum mubiin

"Dan sekiranya Kami turunkan kepadamu (Muhammad) tulisan di atas kertas, sehingga mereka dapat memegangnya dengan tangan mereka sendiri, niscaya orang-orang kafir itu akan berkata, “Ini tidak lain hanyalah sihir yang nyata.""
(QS. Al-An'am 6: Ayat 7)

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

وَقَا لُوْا لَوْلَاۤ اُنْزِلَ عَلَيْهِ مَلَكٌ  ۗ وَلَوْ اَنْزَلْـنَا مَلَـكًا لَّـقُضِيَ الْاَ مْرُ ثُمَّ لَا يُنْظَرُوْنَ
wa qooluu lau laaa ungzila 'alaihi malak, walau angzalnaa malakal laqudhiyal-amru summa laa yungzhoruun

"Dan mereka berkata, "Mengapa tidak diturunkan malaikat kepadanya (Muhammad)?" Jika Kami turunkan malaikat (kepadanya), tentu selesailah urusan itu, tetapi mereka tidak diberi penangguhan (sedikit pun)."
(QS. Al-An'am 6: Ayat 8)

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

وَلَوْ جَعَلْنٰهُ مَلَـكًا لَّـجَـعَلْنٰهُ رَجُلًا وَّلَـلَبَسْنَا عَلَيْهِمْ مَّا يَلْبِسُوْنَ
walau ja'alnaahu malakal laja'alnaahu rojulaw wa lalabasnaa 'alaihim maa yalbisuun

"Dan sekiranya rasul itu Kami jadikan (dari) malaikat, pastilah Kami jadikan dia (berwujud) laki-laki, dan (dengan demikian) pasti Kami akan menjadikan mereka tetap ragu sebagaimana kini mereka ragu."
(QS. Al-An'am 6: Ayat 9)

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

وَلَـقَدِ اسْتُهْزِئَ بِرُسُلٍ مِّنْ قَبْلِكَ فَحَا قَ بِا لَّذِيْنَ سَخِرُوْا مِنْهُمْ مَّا كَا نُوْا بِهٖ يَسْتَهْزِءُوْنَ
wa laqodistuhzi-a birusulim ming qoblika fa haaqo billaziina sakhiruu min-hum maa kaanuu bihii yastahzi-uun

"Dan sungguh, beberapa rasul sebelum engkau (Muhammad) telah diperolok-olokkan sehingga turunlah azab kepada orang-orang yang mencemoohkan itu sebagai balasan olok-olokan mereka."
(QS. Al-An'am 6: Ayat 10)

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

قُلْ سِيْرُوْا فِى الْاَ رْضِ ثُمَّ انْظُرُوْا كَيْفَ كَا نَ عَا قِبَةُ الْمُكَذِّبِيْنَ
qul siiruu fil-ardhi summangzhuruu kaifa kaana 'aaqibatul-mukazzibiin

"Katakanlah (Muhammad), "Jelajahilah bumi, kemudian perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang mendustakan itu.""
(QS. Al-An'am 6: Ayat 11)

* Via Al-Qur'an Indonesia https://quranapp.id

Minggu, 19 April 2026

Hidangan Langit Bani Israil Musa isa

"'Isa putra Maryam berdoa, "Ya Tuhan kami, turunkanlah kepada kami hidangan dari langit (yang hari turunnya) akan menjadi hari raya bagi kami, yaitu bagi orang-orang yang sekarang bersama kami ataupun yang datang setelah kami, dan menjadi tanda bagi kekuasaan Engkau; berilah kami rezeki, dan Engkaulah sebaik-baik pemberi rezeki.""
(QS. Al-Ma'idah 5: Ayat 114)

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

قَا لَ اللّٰهُ اِنِّيْ مُنَزِّلُهَا عَلَيْكُمْ ۚ فَمَنْ يَّكْفُرْ بَعْدُ مِنْكُمْ فَاِ نِّيْۤ اُعَذِّبُهٗ عَذَا بًا لَّاۤ اُعَذِّبُهٗۤ اَحَدًا مِّنَ الْعٰلَمِيْنَ
qoolallohu innii munazziluhaa 'alaikum, fa may yakfur ba'du mingkum fa inniii u'azzibuhuu 'azaabal laaa u'azzibuhuuu ahadam minal-'aalamiin

"Allah berfirman, "Sungguh, Aku akan menurunkan hidangan itu kepadamu, tetapi barang siapa kafir di antaramu setelah (turun hidangan) itu, maka sungguh, Aku akan mengazabnya dengan azab yang tidak pernah Aku timpakan kepada seorang pun di antara umat manusia (seluruh alam).""
(QS. Al-Ma'idah 5: Ayat 115)