Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:
وَ مَا الْحَيٰوةُ الدُّنْيَاۤ اِلَّا لَعِبٌ وَّلَهْوٌ ۗ وَلَـلدَّا رُ الْاٰ خِرَةُ خَيْرٌ لِّـلَّذِيْنَ يَتَّقُوْنَ ۗ اَفَلَا تَعْقِلُوْنَ
wa mal-hayaatud-dun-yaaa illaa la'ibuw wa lahw, wa lad-daarul-aakhirotu khoirul lillaziina yattaquun, a fa laa ta'qiluun
"Dan kehidupan dunia ini, hanyalah permainan dan senda gurau. Sedangkan negeri akhirat itu, sungguh lebih baik bagi orang-orang yang bertakwa. Tidakkah kamu mengerti?"
(QS. Al-An'am 6: Ayat 32)
* Via Al-Qur'an Indonesia https://quranapp.id
Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:
قَدْ نَـعْلَمُ اِنَّهٗ لَيَحْزُنُكَ الَّذِيْ يَقُوْلُوْنَ فَاِ نَّهُمْ لَا يُكَذِّبُوْنَكَ وَلٰـكِنَّ الظّٰلِمِيْنَ بِاٰ يٰتِ اللّٰهِ يَجْحَدُوْنَ
qod na'lamu innahuu layahzunukallazii yaquuluuna fa innahum laa yukazzibuunaka wa laakinnazh-zhoolimiina bi-aayaatillaahi yaj-haduun
"Sungguh, Kami mengetahui bahwa apa yang mereka katakan itu menyedihkan hatimu (Muhammad), (janganlah bersedih hati) karena sebenarnya mereka bukan mendustakan engkau, tetapi orang yang zalim itu mengingkari ayat-ayat Allah."
(QS. Al-An'am 6: Ayat 33)
Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:
وَلَقَدْ كُذِّبَتْ رُسُلٌ مِّنْ قَبْلِكَ فَصَبَرُوْا عَلٰى مَا كُذِّبُوْا وَاُ وْذُوْا حَتّٰۤى اَتٰٮهُمْ نَصْرُنَا ۚ وَلَا مُبَدِّلَ لِكَلِمٰتِ اللّٰهِ ۚ وَلَقَدْ جَآءَكَ مِنْ نَّبَاِ ى الْمُرْسَلِيْنَ
wa laqod kuzzibat rusulum ming qoblika fa shobaruu 'alaa maa kuzzibuu wa uuzuu hattaaa ataahum nashrunaa, wa laa mubaddila likalimaatillaah, wa laqod jaaa-aka min naba-il-mursaliin
"Dan sesungguhnya rasul-rasul sebelum engkau pun telah didustakan, tetapi mereka sabar terhadap pendustaan dan penganiayaan (yang dilakukan) terhadap mereka, sampai datang pertolongan Kami kepada mereka. Dan tidak ada yang dapat mengubah kalimat-kalimat (ketetapan) Allah. Dan sungguh, telah datang kepadamu sebagian dari berita rasul-rasul itu."
(QS. Al-An'am 6: Ayat 34)
Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:
وَاِ نْ كَا نَ كَبُرَ عَلَيْكَ اِعْرَا ضُهُمْ فَاِ نِ اسْتَطَعْتَ اَنْ تَبْتَغِيَ نَفَقًا فِى الْاَ رْضِ اَوْ سُلَّمًا فِى السَّمَآءِ فَتَأْتِيَهُمْ بِاٰ يَةٍ ۗ وَلَوْ شَآءَ اللّٰهُ لَجَمَعَهُمْ عَلَى الْهُدٰى فَلَا تَكُوْنَنَّ مِنَ الْجٰهِلِيْنَ
wa ing kaana kaburo 'alaika i'roodhuhum fa inistatho'ta ang tabtaghiya nafaqong fil-ardhi au sullamang fis-samaaa-i fa ta-tiyahum bi-aayah, walau syaaa-allohu lajama'ahum 'alal-hudaa fa laa takuunanna minal-jaahiliin
"Dan jika keberpalingan mereka terasa berat bagimu (Muhammad), maka sekiranya engkau dapat membuat lubang di bumi atau tangga ke langit lalu engkau dapat mendatangkan mukjizat kepada mereka, (maka buatlah). Dan sekiranya Allah menghendaki, tentu Dia jadikan mereka semua mengikuti petunjuk, sebab itu janganlah sekali-kali engkau termasuk orang-orang yang bodoh."
(QS. Al-An'am 6: Ayat 35)
Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:
وَا لَّذِيْنَ كَذَّبُوْا بِاٰ يٰتِنَا صُمٌّ وَّبُكْمٌ فِى الظُّلُمٰتِ ۗ مَنْ يَّشَاِ اللّٰهُ يُضْلِلْهُ ۗ وَمَنْ يَّشَأْ يَجْعَلْهُ عَلٰى صِرَا طٍ مُّسْتَقِيْمٍ
wallaziina kazzabuu bi-aayaatinaa shummuw wa bukmung fizh-zhulumaat, may yasya-illaahu yudhlil-hu wa may yasya yaj'al-hu 'alaa shiroothim mustaqiim
"Dan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami adalah tuli, bisu, dan berada dalam gelap gulita. Barang siapa dikehendaki Allah (dalam kesesatan), niscaya disesatkan-Nya. Dan barang siapa dikehendaki Allah (untuk diberi petunjuk), niscaya Dia menjadikannya berada di atas jalan yang lurus."
(QS. Al-An'am 6: Ayat 39)
Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:
وَمَا نُرْسِلُ الْمُرْسَلِيْنَ اِلَّا مُبَشِّرِيْنَ وَمُنْذِرِيْنَ ۚ فَمَنْ اٰمَنَ وَاَ صْلَحَ فَلَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُوْنَ
wa maa nursilul-mursaliina illaa mubasysyiriina wa mungziriin, fa man aamana wa ashlaha fa laa khoufun 'alaihim wa laa hum yahzanuun
"Para rasul yang Kami utus itu adalah untuk memberi kabar gembira dan memberi peringatan. Barang siapa beriman dan mengadakan perbaikan, maka tidak ada rasa takut pada mereka dan mereka tidak bersedih hati."
(QS. Al-An'am 6: Ayat 48)
Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:
قُلْ لَّاۤ اَقُوْلُ لَـكُمْ عِنْدِيْ خَزَآئِنُ اللّٰهِ وَلَاۤ اَعْلَمُ الْغَيْبَ وَلَاۤ اَقُوْلُ لَـكُمْ اِنِّيْ مَلَكٌ ۚ اِنْ اَتَّبِعُ اِلَّا مَا يُوْحٰۤى اِلَيَّ ۗ قُلْ هَلْ يَسْتَوِى الْاَ عْمٰى وَا لْبَصِيْرُ ۗ اَفَلَا تَتَفَكَّرُوْنَ
qul laaa aquulu lakum 'ingdii khozaaa-inullohi wa laaa a'lamul-ghoiba wa laaa aquulu lakum innii malak, in attabi'u illaa maa yuuhaaa ilayy, qul hal yastawil-a'maa wal-bashiir, a fa laa tatafakkaruun
"Katakanlah (Muhammad), "Aku tidak mengatakan kepadamu, bahwa perbendaharaan Allah ada padaku, dan aku tidak mengetahui yang gaib dan aku tidak (pula) mengatakan kepadamu bahwa aku malaikat. Aku hanya mengikuti apa yang diwahyukan kepadaku." Katakanlah, "Apakah sama antara orang yang buta dengan orang yang melihat? Apakah kamu tidak memikirkan(nya)?""
(QS. Al-An'am 6: Ayat 50)
* Via Al-Qur'an Indonesia https://quranapp.id
Tidak ada komentar:
Posting Komentar