Rabu, 11 Maret 2026

kabur dari perang ; tentang rasa takut, cemas sedih & rasa aman serta kantuk adalah karunia

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

اِذْ تُصْعِدُوْنَ وَلَا تَلْوٗنَ عَلٰۤى اَحَدٍ وَّا لرَّسُوْلُ يَدْعُوْكُمْ فِيْۤ اُخْرٰٮكُمْ فَاَ ثَا بَكُمْ غَمًّا بِۢغَمٍّ لِّـكَيْلَا تَحْزَنُوْا عَلٰى مَا فَا تَكُمْ وَلَا مَاۤ اَصَا بَكُمْ ۗ وَا للّٰهُ خَبِيْرٌ بِۢمَا تَعْمَلُوْنَ
iz tush'iduuna wa laa talwuuna 'alaaa ahadiw war-rosuulu yad'uukum fiii ukhrookum fa asaabakum ghommam bighommil likai laa tahzanuu 'alaa maa faatakum wa laa maaa ashoobakum, wallohu khobiirum bimaa ta'maluun

"(Ingatlah) ketika kamu lari dan tidak menoleh kepada siapa pun, sedang Rasul (Muhammad) yang berada di antara (kawan-kawan)mu yang lain memanggil kamu, karena itu Allah menimpakan kepadamu kesedihan demi kesedihan, agar kamu tidak bersedih hati (lagi) terhadap apa yang luput dari kamu dan terhadap apa yang menimpamu. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan."
(QS. Ali 'Imran 3: Ayat 153)

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

ثُمَّ اَنْزَلَ عَلَيْكُمْ مِّنْۢ بَعْدِ الْغَمِّ اَمَنَةً نُّعَا سًا يَّغْشٰى طَآئِفَةً مِّنْكُمْ ۙ وَطَآئِفَةٌ قَدْ اَهَمَّتْهُمْ اَنْفُسُهُمْ يَظُنُّوْنَ بِا للّٰهِ غَيْرَ الْحَـقِّ ظَنَّ الْجَـاهِلِيَّةِ ۗ يَقُوْلُوْنَ هَلْ لَّنَا مِنَ الْاَ مْرِ مِنْ شَيْءٍ ۗ قُلْ اِنَّ الْاَ مْرَ كُلَّهٗ لِلّٰهِ ۗ يُخْفُوْنَ فِيْۤ اَنْفُسِهِمْ مَّا لَا يُبْدُوْنَ لَكَ ۗ يَقُوْلُوْنَ لَوْ كَا نَ لَنَا مِنَ الْاَ مْرِ شَيْءٌ مَّا قُتِلْنَا هٰهُنَا ۗ قُلْ لَّوْ كُنْتُمْ فِيْ بُيُوْتِكُمْ لَبَرَزَ الَّذِيْنَ كُتِبَ عَلَيْهِمُ الْقَتْلُ اِلٰى مَضَا جِعِهِمْ ۚ وَلِيَبْتَلِيَ اللّٰهُ مَا فِيْ صُدُوْرِكُمْ وَلِيُمَحِّصَ مَا فِيْ قُلُوْبِكُمْ ۗ وَا للّٰهُ عَلِيْمٌ بِۢذَا تِ الصُّدُوْرِ
summa angzala 'alaikum mim ba'dil-ghommi amanatan nu'aasay yaghsyaa thooo-ifatam mingkum wa thooo-ifatung qod ahammat-hum angfusuhum yazhunnuuna billaahi ghoirol-haqqi zhonnal-jaahiliyyah, yaquuluuna hal lanaa minal-amri ming syaii, qul innal-amro kullahuu lillaah, yukhfuuna fiii angfusihim maa laa yubduuna lak, yaquuluuna lau kaana lanaa minal-amri syai-um maa qutilnaa haahunaa, qul lau kungtum fii buyuutikum labarozallaziina kutiba 'alaihimul-qotlu ilaa madhooji'ihim, wa liyabtaliyallohu maa fii shuduurikum wa liyumahhisho maa fii quluubikum, wallohu 'aliimum bizaatish-shuduur

"Kemudian setelah kamu ditimpa kesedihan, Dia menurunkan rasa aman kepadamu (berupa) kantuk yang meliputi segolongan dari kamu, sedangkan segolongan lagi telah dicemaskan oleh diri mereka sendiri; mereka menyangka yang tidak benar terhadap Allah seperti sangkaan jahiliah. Mereka berkata, "Adakah sesuatu yang dapat kita perbuat dalam urusan ini?" Katakanlah (Muhammad), "Sesungguhnya segala urusan itu di tangan Allah." Mereka menyembunyikan dalam hatinya apa yang tidak mereka terangkan kepadamu. Mereka berkata, "Sekiranya ada sesuatu yang dapat kita perbuat dalam urusan ini, niscaya kita tidak akan dibunuh (dikalahkan) di sini." Katakanlah (Muhammad), "Meskipun kamu ada di rumahmu, niscaya orang-orang yang telah ditetapkan akan mati terbunuh itu keluar (juga) ke tempat mereka terbunuh." Allah (berbuat demikian) untuk menguji apa yang ada dalam dadamu dan untuk membersihkan apa yang ada dalam hatimu. Dan Allah Maha Mengetahui isi hati."
(QS. Ali 'Imran 3: Ayat 154)

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

اِنَّ الَّذِيْنَ تَوَلَّوْا مِنْكُمْ يَوْمَ الْتَقَى الْجَمْعٰنِ ۙ اِنَّمَا اسْتَزَلَّهُمُ الشَّيْطٰنُ بِبَعْضِ مَا كَسَبُوْا ۚ وَلَقَدْ عَفَا اللّٰهُ عَنْهُمْ ۗ اِنَّ اللّٰهَ غَفُوْرٌ حَلِيْمٌ
innallaziina tawallau mingkum yaumaltaqol-jam'aani innamastazallahumusy-syaithoonu biba'dhi maa kasabuu, wa laqod 'afallohu 'an-hum, innalloha ghofuurun haliim

"Sesungguhnya orang-orang yang berpaling di antara kamu ketika terjadi pertemuan (pertempuran) antara dua pasukan itu, sesungguhnya mereka digelincirkan oleh setan, disebabkan sebagian kesalahan (dosa) yang telah mereka perbuat (pada masa lampau), tetapi Allah benar-benar telah memaafkan mereka. Sungguh, Allah Maha Pengampun, Maha Penyantun."
(QS. Ali 'Imran 3: Ayat 155)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar