Kamis, 14 Mei 2026

ina sholati Muhammad Awal untuk Muslimin (Dia penahan azab umatnya)

Nabi Muhammad di kitab taurat (diramalkan taurat dibaca Musa, ini doa Musa saat tobat karena kaum ya menyembah patung sapi)
Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

اَ لَّذِيْنَ يَتَّبِعُوْنَ الرَّسُوْلَ النَّبِيَّ الْاُ مِّيَّ الَّذِيْ يَجِدُوْنَهٗ مَكْتُوْبًا عِنْدَهُمْ فِى التَّوْرٰٮةِ وَا لْاِ نْجِيْلِ يَأْمُرُهُمْ بِا لْمَعْرُوْفِ وَيَنْهٰٮهُمْ عَنِ الْمُنْكَرِ وَيُحِلُّ لَهُمُ الطَّيِّبٰتِ وَيُحَرِّمُ عَلَيْهِمُ الْخَبٰٓئِثَ وَيَضَعُ عَنْهُمْ اِصْرَهُمْ وَا لْاَ غْلٰلَ الَّتِيْ كَا نَتْ عَلَيْهِمْ ۗ فَا لَّذِيْنَ اٰمَنُوْا بِهٖ وَعَزَّرُوْهُ وَنَصَرُوْهُ وَ اتَّبَـعُوا النُّوْرَ الَّذِيْۤ اُنْزِلَ مَعَهٗۤ ۙ اُولٰٓئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُوْنَ
allaziina yattabi'uunar-rosuulan-nabiyyal-ummiyyallazii yajiduunahuu maktuuban 'ingdahum fit-taurooti wal-ingjiili ya-muruhum bil-ma'ruufi wa yan-haahum 'anil-mungkari wa yuhillu lahumuth-thoyyibaati wa yuharrimu 'alaihimul-khobaaa-isa wa yadho'u 'an-hum ishrohum wal-aghlaalallatii kaanat 'alaihim, fallaziina aamanuu bihii wa 'azzaruuhu wa nashoruuhu wattaba'un-nuurollaziii ungzila ma'ahuuu ulaaa-ika humul-muflihuun

"(Yaitu) orang-orang yang mengikuti Rasul, Nabi yang ummi (tidak bisa baca tulis) yang (namanya) mereka dapati tertulis di dalam Taurat dan Injil yang ada pada mereka, yang menyuruh mereka berbuat yang makruf dan mencegah dari yang mungkar, dan yang menghalalkan segala yang baik bagi mereka dan mengharamkan segala yang buruk bagi mereka, dan membebaskan beban-beban dan belenggu-belenggu yang ada pada mereka. Adapun orang-orang yang beriman kepadanya, memuliakannya, menolongnya, dan mengikuti cahaya yang terang yang diturunkan kepadanya (Al-Qur'an), mereka itulah orang-orang beruntung."
(QS. Al-A'raf 7: Ayat 157)

* Via Al-Qur'an Indonesia https://quranapp.id

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

قُلْ اِنَّ صَلَا تِيْ وَنُسُكِيْ وَ مَحْيَايَ وَمَمَا تِيْ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَ 
qul inna sholaatii wa nusukii wa mahyaaya wa mamaatii lillaahi robbil-'aalamiin

"Katakanlah (Muhammad), "Sesungguhnya sholatku, ibadahku, hidupku, dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan seluruh alam,"
(QS. Al-An'am 6: Ayat 162)

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

لَا شَرِيْكَ لَهٗ ۚ وَبِذٰلِكَ اُمِرْتُ وَاَ نَاۡ اَوَّلُ الْمُسْلِمِيْنَ
laa syariika lah, wa bizaalika umirtu wa ana awwalul-muslimiin

"tidak ada sekutu bagi-Nya; dan demikianlah yang diperintahkan kepadaku dan aku adalah orang yang pertama berserah diri (muslim).""
(QS. Al-An'am 6: Ayat 163)


Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

كِتٰبٌ اُنْزِلَ اِلَيْكَ فَلَا يَكُنْ فِيْ صَدْرِكَ حَرَجٌ مِّنْهُ لِتُنْذِرَ بِهٖ وَذِكْرٰى لِلْمُؤْمِنِيْنَ
kitaabun ungzila ilaika fa laa yakung fii shodrika harojum min-hu litungziro bihii wa zikroo lil-mu-miniin

"(Inilah) Kitab yang diturunkan kepadamu (Muhammad); maka janganlah engkau sesak dada karenanya, agar engkau memberi peringatan dengan (Kitab) itu dan menjadi pelajaran bagi orang yang beriman."
(QS. Al-A'raf 7: Ayat 2)

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

اِتَّبِعُوْا مَاۤ اُنْزِلَ اِلَيْكُمْ مِّنْ رَّبِّكُمْ وَلَا تَتَّبِعُوْا مِنْ دُوْنِهٖۤ اَوْلِيَآءَ ۗ قَلِيْلًا مَّا تَذَكَّرُوْنَ
ittabi'uu maaa ungzila ilaikum mir robbikum wa laa tattabi'uu ming duunihiii auliyaaa, qoliilam maa tazakkaruun

"Ikutilah apa yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu, dan janganlah kamu ikuti selain Dia sebagai pemimpin. Sedikit sekali kamu mengambil pelajaran."
(QS. Al-A'raf 7: Ayat 3)


* Via Al-Qur'an Indonesia https://quranapp.id

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

قَدْ نَـعْلَمُ اِنَّهٗ لَيَحْزُنُكَ الَّذِيْ يَقُوْلُوْنَ فَاِ نَّهُمْ لَا يُكَذِّبُوْنَكَ وَلٰـكِنَّ الظّٰلِمِيْنَ بِاٰ يٰتِ اللّٰهِ يَجْحَدُوْنَ
qod na'lamu innahuu layahzunukallazii yaquuluuna fa innahum laa yukazzibuunaka wa laakinnazh-zhoolimiina bi-aayaatillaahi yaj-haduun

"Sungguh, Kami mengetahui bahwa apa yang mereka katakan itu menyedihkan hatimu (Muhammad), (janganlah bersedih hati) karena sebenarnya mereka bukan mendustakan engkau, tetapi orang yang zalim itu mengingkari ayat-ayat Allah."
(QS. Al-An'am 6: Ayat 33)

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

وَلَقَدْ كُذِّبَتْ رُسُلٌ مِّنْ قَبْلِكَ فَصَبَرُوْا عَلٰى مَا كُذِّبُوْا وَاُ وْذُوْا حَتّٰۤى اَتٰٮهُمْ نَصْرُنَا ۚ وَلَا مُبَدِّلَ لِكَلِمٰتِ اللّٰهِ ۚ وَلَقَدْ جَآءَكَ مِنْ نَّبَاِ ى الْمُرْسَلِيْنَ
wa laqod kuzzibat rusulum ming qoblika fa shobaruu 'alaa maa kuzzibuu wa uuzuu hattaaa ataahum nashrunaa, wa laa mubaddila likalimaatillaah, wa laqod jaaa-aka min naba-il-mursaliin

"Dan sesungguhnya rasul-rasul sebelum engkau pun telah didustakan, tetapi mereka sabar terhadap pendustaan dan penganiayaan (yang dilakukan) terhadap mereka, sampai datang pertolongan Kami kepada mereka. Dan tidak ada yang dapat mengubah kalimat-kalimat (ketetapan) Allah. Dan sungguh, telah datang kepadamu sebagian dari berita rasul-rasul itu."
(QS. Al-An'am 6: Ayat 34)

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

وَاِ نْ كَا نَ كَبُرَ عَلَيْكَ اِعْرَا ضُهُمْ فَاِ نِ اسْتَطَعْتَ اَنْ تَبْتَغِيَ نَفَقًا فِى الْاَ رْضِ اَوْ سُلَّمًا فِى السَّمَآءِ فَتَأْتِيَهُمْ بِاٰ يَةٍ ۗ وَلَوْ شَآءَ اللّٰهُ لَجَمَعَهُمْ عَلَى الْهُدٰى فَلَا تَكُوْنَنَّ مِنَ الْجٰهِلِيْنَ
wa ing kaana kaburo 'alaika i'roodhuhum fa inistatho'ta ang tabtaghiya nafaqong fil-ardhi au sullamang fis-samaaa-i fa ta-tiyahum bi-aayah, walau syaaa-allohu lajama'ahum 'alal-hudaa fa laa takuunanna minal-jaahiliin

"Dan jika keberpalingan mereka terasa berat bagimu (Muhammad), maka sekiranya engkau dapat membuat lubang di bumi atau tangga ke langit lalu engkau dapat mendatangkan mukjizat kepada mereka, (maka buatlah). Dan sekiranya Allah menghendaki, tentu Dia jadikan mereka semua mengikuti petunjuk, sebab itu janganlah sekali-kali engkau termasuk orang-orang yang bodoh."
(QS. Al-An'am 6: Ayat 35)



Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

وَمَا نُرْسِلُ الْمُرْسَلِيْنَ اِلَّا مُبَشِّرِيْنَ وَمُنْذِرِيْنَ ۚ فَمَنْ اٰمَنَ وَاَ صْلَحَ فَلَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُوْنَ
wa maa nursilul-mursaliina illaa mubasysyiriina wa mungziriin, fa man aamana wa ashlaha fa laa khoufun 'alaihim wa laa hum yahzanuun

"Para rasul yang Kami utus itu adalah untuk memberi kabar gembira dan memberi peringatan. Barang siapa beriman dan mengadakan perbaikan, maka tidak ada rasa takut pada mereka dan mereka tidak bersedih hati."
(QS. Al-An'am 6: Ayat 48)
Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

قُلْ لَّاۤ اَقُوْلُ لَـكُمْ عِنْدِيْ خَزَآئِنُ اللّٰهِ وَلَاۤ اَعْلَمُ الْغَيْبَ وَلَاۤ اَقُوْلُ لَـكُمْ اِنِّيْ مَلَكٌ ۚ اِنْ اَتَّبِعُ اِلَّا مَا يُوْحٰۤى اِلَيَّ ۗ قُلْ هَلْ يَسْتَوِى الْاَ عْمٰى وَا لْبَصِيْرُ ۗ اَفَلَا تَتَفَكَّرُوْنَ
qul laaa aquulu lakum 'ingdii khozaaa-inullohi wa laaa a'lamul-ghoiba wa laaa aquulu lakum innii malak, in attabi'u illaa maa yuuhaaa ilayy, qul hal yastawil-a'maa wal-bashiir, a fa laa tatafakkaruun

"Katakanlah (Muhammad), "Aku tidak mengatakan kepadamu, bahwa perbendaharaan Allah ada padaku, dan aku tidak mengetahui yang gaib dan aku tidak (pula) mengatakan kepadamu bahwa aku malaikat. Aku hanya mengikuti apa yang diwahyukan kepadaku." Katakanlah, "Apakah sama antara orang yang buta dengan orang yang melihat? Apakah kamu tidak memikirkan(nya)?""
(QS. Al-An'am 6: Ayat 50)

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

وَ مَا الْحَيٰوةُ الدُّنْيَاۤ اِلَّا لَعِبٌ وَّلَهْوٌ ۗ وَلَـلدَّا رُ الْاٰ خِرَةُ خَيْرٌ لِّـلَّذِيْنَ يَتَّقُوْنَ ۗ اَفَلَا تَعْقِلُوْنَ
wa mal-hayaatud-dun-yaaa illaa la'ibuw wa lahw, wa lad-daarul-aakhirotu khoirul lillaziina yattaquun, a fa laa ta'qiluun

"Dan kehidupan dunia ini, hanyalah permainan dan senda gurau. Sedangkan negeri akhirat itu, sungguh lebih baik bagi orang-orang yang bertakwa. Tidakkah kamu mengerti?"
(QS. Al-An'am 6: Ayat 32)

* Via Al-Qur'an Indonesia https://quranapp.id

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

قَدْ نَـعْلَمُ اِنَّهٗ لَيَحْزُنُكَ الَّذِيْ يَقُوْلُوْنَ فَاِ نَّهُمْ لَا يُكَذِّبُوْنَكَ وَلٰـكِنَّ الظّٰلِمِيْنَ بِاٰ يٰتِ اللّٰهِ يَجْحَدُوْنَ
qod na'lamu innahuu layahzunukallazii yaquuluuna fa innahum laa yukazzibuunaka wa laakinnazh-zhoolimiina bi-aayaatillaahi yaj-haduun

"Sungguh, Kami mengetahui bahwa apa yang mereka katakan itu menyedihkan hatimu (Muhammad), (janganlah bersedih hati) karena sebenarnya mereka bukan mendustakan engkau, tetapi orang yang zalim itu mengingkari ayat-ayat Allah."
(QS. Al-An'am 6: Ayat 33)

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

وَلَقَدْ كُذِّبَتْ رُسُلٌ مِّنْ قَبْلِكَ فَصَبَرُوْا عَلٰى مَا كُذِّبُوْا وَاُ وْذُوْا حَتّٰۤى اَتٰٮهُمْ نَصْرُنَا ۚ وَلَا مُبَدِّلَ لِكَلِمٰتِ اللّٰهِ ۚ وَلَقَدْ جَآءَكَ مِنْ نَّبَاِ ى الْمُرْسَلِيْنَ
wa laqod kuzzibat rusulum ming qoblika fa shobaruu 'alaa maa kuzzibuu wa uuzuu hattaaa ataahum nashrunaa, wa laa mubaddila likalimaatillaah, wa laqod jaaa-aka min naba-il-mursaliin

"Dan sesungguhnya rasul-rasul sebelum engkau pun telah didustakan, tetapi mereka sabar terhadap pendustaan dan penganiayaan (yang dilakukan) terhadap mereka, sampai datang pertolongan Kami kepada mereka. Dan tidak ada yang dapat mengubah kalimat-kalimat (ketetapan) Allah. Dan sungguh, telah datang kepadamu sebagian dari berita rasul-rasul itu."
(QS. Al-An'am 6: Ayat 34)

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

وَاِ نْ كَا نَ كَبُرَ عَلَيْكَ اِعْرَا ضُهُمْ فَاِ نِ اسْتَطَعْتَ اَنْ تَبْتَغِيَ نَفَقًا فِى الْاَ رْضِ اَوْ سُلَّمًا فِى السَّمَآءِ فَتَأْتِيَهُمْ بِاٰ يَةٍ ۗ وَلَوْ شَآءَ اللّٰهُ لَجَمَعَهُمْ عَلَى الْهُدٰى فَلَا تَكُوْنَنَّ مِنَ الْجٰهِلِيْنَ
wa ing kaana kaburo 'alaika i'roodhuhum fa inistatho'ta ang tabtaghiya nafaqong fil-ardhi au sullamang fis-samaaa-i fa ta-tiyahum bi-aayah, walau syaaa-allohu lajama'ahum 'alal-hudaa fa laa takuunanna minal-jaahiliin

"Dan jika keberpalingan mereka terasa berat bagimu (Muhammad), maka sekiranya engkau dapat membuat lubang di bumi atau tangga ke langit lalu engkau dapat mendatangkan mukjizat kepada mereka, (maka buatlah). Dan sekiranya Allah menghendaki, tentu Dia jadikan mereka semua mengikuti petunjuk, sebab itu janganlah sekali-kali engkau termasuk orang-orang yang bodoh."
(QS. Al-An'am 6: Ayat 35)

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

وَا لَّذِيْنَ كَذَّبُوْا بِاٰ يٰتِنَا صُمٌّ وَّبُكْمٌ فِى الظُّلُمٰتِ ۗ مَنْ يَّشَاِ اللّٰهُ يُضْلِلْهُ ۗ وَمَنْ يَّشَأْ يَجْعَلْهُ عَلٰى صِرَا طٍ مُّسْتَقِيْمٍ
wallaziina kazzabuu bi-aayaatinaa shummuw wa bukmung fizh-zhulumaat, may yasya-illaahu yudhlil-hu wa may yasya yaj'al-hu 'alaa shiroothim mustaqiim

"Dan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami adalah tuli, bisu, dan berada dalam gelap gulita. Barang siapa dikehendaki Allah (dalam kesesatan), niscaya disesatkan-Nya. Dan barang siapa dikehendaki Allah (untuk diberi petunjuk), niscaya Dia menjadikannya berada di atas jalan yang lurus."
(QS. Al-An'am 6: Ayat 39)

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

وَمَا نُرْسِلُ الْمُرْسَلِيْنَ اِلَّا مُبَشِّرِيْنَ وَمُنْذِرِيْنَ ۚ فَمَنْ اٰمَنَ وَاَ صْلَحَ فَلَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُوْنَ
wa maa nursilul-mursaliina illaa mubasysyiriina wa mungziriin, fa man aamana wa ashlaha fa laa khoufun 'alaihim wa laa hum yahzanuun

"Para rasul yang Kami utus itu adalah untuk memberi kabar gembira dan memberi peringatan. Barang siapa beriman dan mengadakan perbaikan, maka tidak ada rasa takut pada mereka dan mereka tidak bersedih hati."
(QS. Al-An'am 6: Ayat 48)
Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

قُلْ لَّاۤ اَقُوْلُ لَـكُمْ عِنْدِيْ خَزَآئِنُ اللّٰهِ وَلَاۤ اَعْلَمُ الْغَيْبَ وَلَاۤ اَقُوْلُ لَـكُمْ اِنِّيْ مَلَكٌ ۚ اِنْ اَتَّبِعُ اِلَّا مَا يُوْحٰۤى اِلَيَّ ۗ قُلْ هَلْ يَسْتَوِى الْاَ عْمٰى وَا لْبَصِيْرُ ۗ اَفَلَا تَتَفَكَّرُوْنَ
qul laaa aquulu lakum 'ingdii khozaaa-inullohi wa laaa a'lamul-ghoiba wa laaa aquulu lakum innii malak, in attabi'u illaa maa yuuhaaa ilayy, qul hal yastawil-a'maa wal-bashiir, a fa laa tatafakkaruun

"Katakanlah (Muhammad), "Aku tidak mengatakan kepadamu, bahwa perbendaharaan Allah ada padaku, dan aku tidak mengetahui yang gaib dan aku tidak (pula) mengatakan kepadamu bahwa aku malaikat. Aku hanya mengikuti apa yang diwahyukan kepadaku." Katakanlah, "Apakah sama antara orang yang buta dengan orang yang melihat? Apakah kamu tidak memikirkan(nya)?""
(QS. Al-An'am 6: Ayat 50)



Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

قُلْ لَّاۤ اَمْلِكُ لِنَفْسِيْ نَـفْعًا وَّلَا ضَرًّا اِلَّا مَا شَآءَ اللّٰهُ ۗ وَلَوْ كُنْتُ اَعْلَمُ الْغَيْبَ لَا سْتَكْثَرْتُ مِنَ الْخَيْرِ  ۛ  وَمَا مَسَّنِيَ السُّۤوْءُ  ۛ  اِنْ اَنَاۡ اِلَّا نَذِيْرٌ وَّبَشِيْرٌ لِّقَوْمٍ يُّؤْمِنُوْنَ
qul laaa amliku linafsii naf'aw wa laa dhorron illaa maa syaaa-alloh, walau kungtu a'lamul-ghoiba lastaksartu minal-khoiir, wa maa massaniyas-suuu-u in ana illaa naziiruw wa basyiirul liqoumiy yu-minuun

"Katakanlah (Muhammad), "Aku tidak kuasa mendatangkan manfaat maupun menolak mudarat bagi diriku kecuali apa yang dikehendaki Allah. Sekiranya aku mengetahui yang gaib, niscaya aku membuat kebajikan sebanyak-banyaknya dan tidak akan ditimpa bahaya. Aku hanyalah pemberi peringatan, dan pembawa berita gembira bagi orang-orang yang beriman.""
(QS. Al-A'raf 7: Ayat 188)

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

وَاِ ذْ قَا لُوا اللّٰهُمَّ اِنْ كَا نَ هٰذَا هُوَ الْحَـقَّ مِنْ عِنْدِكَ فَاَ مْطِرْ عَلَيْنَا حِجَا رَةً مِّنَ السَّمَآءِ اَوِ ائْتِنَا بِعَذَا بٍ اَ لِيْمٍ
wa iz qoolullohumma ing kaana haazaa huwal-haqqo min 'ingdika fa amthir 'alainaa hijaarotam minas-samaaa-i awi-tinaa bi'azaabin aliim

"Dan (ingatlah), ketika mereka (orang-orang musyrik) berkata, "Ya Allah, jika (Al-Qur'an) ini benar (wahyu) dari Engkau, maka hujanilah kami dengan batu dari langit, atau datangkanlah kepada kami azab yang pedih.""
(QS. Al-Anfal 8: Ayat 32)

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

وَمَا كَا نَ اللّٰهُ لِيُعَذِّبَهُمْ وَاَ نْتَ فِيْهِمْ ۗ وَمَا كَا نَ اللّٰهُ مُعَذِّبَهُمْ وَهُمْ يَسْتَغْفِرُوْنَ
wa maa kaanallohu liyu'azzibahum wa angta fiihim, wa maa kaanallohu mu'azzibahum wa hum yastaghfiruun

"Tetapi Allah tidak akan menghukum mereka, selama engkau (Muhammad) berada di antara mereka. Dan tidaklah (pula) Allah akan menghukum mereka, sedang mereka (masih) memohon ampunan."
(QS. Al-Anfal 8: Ayat 33)

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

يٰۤـاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا مَا لَـكُمْ اِذَا قِيْلَ لَـكُمُ انْفِرُوْا فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ اثَّا قَلْـتُمْ اِلَى الْاَ رْضِ ۗ اَرَضِيْتُمْ بِا لْحَيٰوةِ الدُّنْيَا مِنَ الْاٰ خِرَةِ ۚ فَمَا مَتَا عُ الْحَيٰوةِ الدُّنْيَا فِى الْاٰ خِرَةِ اِلَّا قَلِيْلٌ
yaaa ayyuhallaziina aamanuu maa lakum izaa qiila lakumungfiruu fii sabiilillaahis saaqoltum ilal-ardh, a rodhiitum bil-hayaatid-dun-yaa minal-aakhiroh, fa maa mataa'ul-hayaatid-dun-yaa fil-aakhiroti illaa qoliil

"Wahai orang-orang yang beriman! Mengapa apabila dikatakan kepada kamu, "Berangkatlah (untuk berperang) di jalan Allah," kamu merasa berat dan ingin tinggal di tempatmu? Apakah kamu lebih menyenangi kehidupan di dunia daripada kehidupan di akhirat? Padahal kenikmatan hidup di dunia ini (dibandingkan dengan kehidupan) di akhirat hanyalah sedikit."
(QS. At-Taubah 9: Ayat 38)

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

عَفَا اللّٰهُ عَنْكَ ۚ لِمَ اَذِنْتَ لَهُمْ حَتّٰى يَتَبَيَّنَ لَكَ الَّذِيْنَ صَدَقُوْا وَتَعْلَمَ الْـكٰذِبِيْنَ
'afallohu 'angk, lima azingta lahum hattaa yatabayyana lakallaziina shodaquu wa ta'lamal-kaazibiin

"Allah memaafkanmu (Muhammad). Mengapa engkau memberi izin kepada mereka (untuk tidak pergi berperang), sebelum jelas bagimu orang-orang yang benar-benar (berhalangan) dan sebelum engkau mengetahui orang-orang yang berdusta?"
(QS. At-Taubah 9: Ayat 43)
Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

اِسْتَغْفِرْ لَهُمْ اَوْ لَا تَسْتَغْفِرْ لَهُمْ ۗ اِنْ تَسْتَغْفِرْ لَهُمْ سَبْعِيْنَ مَرَّةً فَلَنْ يَّغْفِرَ اللّٰهُ لَهُمْ ۗ ذٰلِكَ بِاَ نَّهُمْ كَفَرُوْا بِا للّٰهِ وَرَسُوْلِهٖ ۗ وَا للّٰهُ لَا يَهْدِى الْقَوْمَ الْفٰسِقِيْنَ
istaghfir lahum au laa tastaghfir lahum, ing tastaghfir lahum sab'iina marrotang fa lay yaghfirollohu lahum, zaalika bi-annahum kafaruu billaahi wa rosuulih, wallohu laa yahdil-qoumal-faasiqiin

"(Sama saja) engkau (Muhammad) memohonkan ampunan bagi mereka atau tidak memohonkan ampunan bagi mereka. Walaupun engkau memohonkan ampunan bagi mereka tujuh puluh kali, Allah tidak akan memberi ampunan kepada mereka. Yang demikian itu karena mereka ingkar (kafir) kepada Allah dan Rasul-Nya. Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang fasik."
(QS. At-Taubah 9: Ayat 80)

(Yaitu org2 yg menghina orang bersedekah, tidak mau berangkat perang, mereka ini di ayat selanjutnya saat mati tidak boleh di shalatkan nabi)


Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

وَمِمَّنْ حَوْلَــكُمْ مِّنَ الْاَ عْرَا بِ مُنٰفِقُوْنَ ۗ وَمِنْ اَهْلِ الْمَدِيْنَةِ مَرَدُوْا عَلَى النِّفَا قِ ۗ لَا تَعْلَمُهُمْ ۗ نَحْنُ نَـعْلَمُهُمْ ۗ سَنُعَذِّبُهُمْ مَّرَّتَيْنِ ثُمَّ يُرَدُّوْنَ اِلٰى عَذَا بٍ عَظِيْمٍ
wa mim man haulakum minal-a'roobi munaafiquun, wa min ahlil-madiinati maroduu 'alan-nifaaq, laa ta'lamuhum, nahnu na'lamuhum, sanu'azzibuhum marrotaini summa yurodduuna ilaa 'azaabin 'azhiim

"Dan di antara orang-orang Arab Badui yang (tinggal) di sekitarmu ada orang-orang munafik. Dan di antara penduduk Madinah (ada juga orang-orang munafik), mereka keterlaluan dalam kemunafikannya. Engkau (Muhammad) tidak mengetahui mereka, tetapi Kami mengetahuinya. Nanti mereka akan Kami siksa dua kali kemudian mereka akan dikembalikan kepada azab yang besar."
(QS. At-Taubah 9: Ayat 101)

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

مَا كَا نَ لِلنَّبِيِّ وَا لَّذِيْنَ اٰمَنُوْاۤ اَنْ يَّسْتَغْفِرُوْا لِلْمُشْرِكِيْنَ وَ لَوْ كَا نُوْۤا اُولِيْ قُرْبٰى مِنْۢ بَعْدِ مَا تَبَيَّنَ لَهُمْ اَنَّهُمْ اَصْحٰبُ الْجَحِيْمِ
maa kaana lin-nabiyyi wallaziina aamanuuu ay yastaghfiruu lil-musyrikiina walau kaanuuu ulii qurbaa mim ba'di maa tabayyana lahum annahum ash-haabul-jahiim

"Tidak pantas bagi Nabi dan orang-orang yang beriman memohonkan ampunan (kepada Allah) bagi orang-orang musyrik sekalipun orang-orang itu kaum kerabat(nya) setelah jelas bagi mereka bahwa orang-orang musyrik itu penghuni Neraka Jahanam."
(QS. At-Taubah 9: Ayat 113)

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

مَا كَا نَ لِاَ هْلِ الْمَدِيْنَةِ وَمَنْ حَوْلَهُمْ مِّنَ الْاَ عْرَا بِ اَنْ يَّتَخَلَّفُوْا عَنْ رَّسُوْلِ اللّٰهِ وَ لَا يَرْغَبُوْا بِاَ نْفُسِهِمْ عَنْ نَّـفْسِهٖ ۗ ذٰلِكَ بِاَ نَّهُمْ لَا يُصِيْبُهُمْ ظَمَاٌ وَّلَا نَصَبٌ وَّلَا مَخْمَصَةٌ فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ وَلَا يَطَئُــوْنَ مَوْطِئًا يَّغِيْظُ الْكُفَّا رَ وَلَا يَنَا لُوْنَ مِنْ عَدُوٍّ نَّيْلًا اِلَّا كُتِبَ لَهُمْ بِهٖ عَمَلٌ صَا لِحٌ ۗ اِنَّ اللّٰهَ لَا يُضِيْعُ اَجْرَ الْمُحْسِنِيْنَ
maa kaana li-ahlil-madiinati wa man haulahum minal-a'roobi ay yatakhollafuu 'ar rosuulillaahi wa laa yarghobuu bi-angfusihim 'an nafsih, zaalika bi-annahum laa yushiibuhum zhoma-uw wa laa nashobuw wa laa makhmashotung fii sabiilillaahi wa laa yatho-uuna mauthi-ay yaghiizhul-kuffaaro wa laa yanaluuna min 'aduwwin nailan illaa kutiba lahum bihii 'amalung shoolih, innalloha laa yudhii'u ajrol-muhsiniin

"Tidak pantas bagi penduduk Madinah dan orang-orang Arab Badui yang berdiam di sekitar mereka, tidak turut menyertai Rasulullah (pergi berperang) dan tidak pantas (pula) bagi mereka lebih mencintai diri mereka daripada (mencintai) diri Rasul. Yang demikian itu karena mereka tidak ditimpa kehausan, kepayahan, dan kelaparan di jalan Allah, dan tidak (pula) menginjak suatu tempat yang membangkitkan amarah orang-orang kafir, dan tidak menimpakan suatu bencana kepada musuh, kecuali (semua) itu akan dituliskan bagi mereka sebagai suatu amal kebajikan. Sungguh, Allah tidak menyia-nyiakan pahala orang-orang yang berbuat baik,"
(QS. At-Taubah 9: Ayat 120)

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

مَا كَا نَ لِاَ هْلِ الْمَدِيْنَةِ وَمَنْ حَوْلَهُمْ مِّنَ الْاَ عْرَا بِ اَنْ يَّتَخَلَّفُوْا عَنْ رَّسُوْلِ اللّٰهِ وَ لَا يَرْغَبُوْا بِاَ نْفُسِهِمْ عَنْ نَّـفْسِهٖ ۗ ذٰلِكَ بِاَ نَّهُمْ لَا يُصِيْبُهُمْ ظَمَاٌ وَّلَا نَصَبٌ وَّلَا مَخْمَصَةٌ فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ وَلَا يَطَئُــوْنَ مَوْطِئًا يَّغِيْظُ الْكُفَّا رَ وَلَا يَنَا لُوْنَ مِنْ عَدُوٍّ نَّيْلًا اِلَّا كُتِبَ لَهُمْ بِهٖ عَمَلٌ صَا لِحٌ ۗ اِنَّ اللّٰهَ لَا يُضِيْعُ اَجْرَ الْمُحْسِنِيْنَ
maa kaana li-ahlil-madiinati wa man haulahum minal-a'roobi ay yatakhollafuu 'ar rosuulillaahi wa laa yarghobuu bi-angfusihim 'an nafsih, zaalika bi-annahum laa yushiibuhum zhoma-uw wa laa nashobuw wa laa makhmashotung fii sabiilillaahi wa laa yatho-uuna mauthi-ay yaghiizhul-kuffaaro wa laa yanaluuna min 'aduwwin nailan illaa kutiba lahum bihii 'amalung shoolih, innalloha laa yudhii'u ajrol-muhsiniin

"Tidak pantas bagi penduduk Madinah dan orang-orang Arab Badui yang berdiam di sekitar mereka, tidak turut menyertai Rasulullah (pergi berperang) dan tidak pantas (pula) bagi mereka lebih mencintai diri mereka daripada (mencintai) diri Rasul. Yang demikian itu karena mereka tidak ditimpa kehausan, kepayahan, dan kelaparan di jalan Allah, dan tidak (pula) menginjak suatu tempat yang membangkitkan amarah orang-orang kafir, dan tidak menimpakan suatu bencana kepada musuh, kecuali (semua) itu akan dituliskan bagi mereka sebagai suatu amal kebajikan. Sungguh, Allah tidak menyia-nyiakan pahala orang-orang yang berbuat baik,"
(QS. At-Taubah 9: Ayat 120)

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

لَـقَدْ جَآءَكُمْ رَسُوْلٌ مِّنْ اَنْفُسِكُمْ عَزِيْزٌ عَلَيْهِ مَا عَنِتُّمْ حَرِيْصٌ عَلَيْكُمْ بِا لْمُؤْمِنِيْنَ رَءُوْفٌ رَّحِيْمٌ
laqod jaaa-akum rosuulum min angfusikum 'aziizun 'alaihi maa 'anittum hariishun 'alaikum bil-mu-miniina ro-uufur rohiim

"Sungguh, telah datang kepadamu seorang Rasul dari kaummu sendiri, berat terasa olehnya penderitaan yang kamu alami, (dia) sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, penyantun dan penyayang terhadap orang-orang yang beriman."
(QS. At-Taubah 9: Ayat 128)

* Via Al-Qur'an Indonesia https://quranapp.id

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

فَاِ نْ تَوَلَّوْا فَقُلْ حَسْبِيَ اللّٰهُ لَاۤ اِلٰهَ اِلَّا هُوَ ۗ عَلَيْهِ تَوَكَّلْتُ ۗ وَهُوَ رَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيْمِ
fa ing tawallau fa qul hasbiyallohu laaa ilaaha illaa huw, 'alaihi tawakkaltu wa huwa robbul-'arsyil-'azhiim

"Maka jika mereka berpaling (dari keimanan), maka katakanlah (Muhammad), "Cukuplah Allah bagiku; tidak ada Tuhan selain Dia. Hanya kepada-Nya aku bertawakal, dan Dia adalah Tuhan yang memiliki ‘Arsy (singgasana) yang agung.""
(QS. At-Taubah 9: Ayat 129)

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

قُلْ لَّاۤ اَمْلِكُ لِنَفْسِيْ ضَرًّا وَّلَا نَفْعًا اِلَّا مَا شَآءَ اللّٰهُ ۗ لِكُلِّ اُمَّةٍ اَجَلٌ ۗ اِذَا جَآءَ اَجَلُهُمْ فَلَا يَسْتَئ۟خِرُوْنَ سَا عَةً وَّلَا يَسْتَقْدِمُوْنَ
qul laaa amliku linafsii dhorrow wa laa naf'an illaa maa syaaa-alloh, likulli ummatin ajal, izaa jaaa-a ajaluhum fa laa yasta-khiruuna saa'ataw wa laa yastaqdimuun

"Katakanlah (Muhammad), "Aku tidak kuasa menolak mudarat ataupun mendatangkan manfaat kepada diriku, kecuali apa yang Allah kehendaki." Bagi setiap umat mempunyai ajal (batas waktu). Apabila ajalnya tiba, mereka tidak dapat meminta penundaan atau percepatan sesaat pun."
(QS. Yunus 10: Ayat 49)

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

وَلَا يَحْزُنْكَ قَوْلُهُمْ ۘ اِنَّ الْعِزَّةَ لِلّٰهِ جَمِيْعًا ۗ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ
wa laa yahzungka qouluhum, innal-'izzata lillaahi jamii'aa, huwas-samii'ul-'aliim

"Dan janganlah engkau (Muhammad) sedih oleh perkataan mereka. Sungguh, kekuasaan itu seluruhnya milik Allah. Dia Maha Mendengar, Maha Mengetahui."
(QS. Yunus 10: Ayat 65)

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

فَاِ نْ كُنْتَ فِيْ شَكٍّ مِّمَّاۤ اَنْزَلْنَاۤ اِلَيْكَ فَسْـئَلِ الَّذِيْنَ يَقْرَءُوْنَ الْكِتٰبَ مِنْ قَبْلِكَ ۚ لَقَدْ جَآءَكَ الْحَقُّ مِنْ رَّبِّكَ فَلَا تَكُوْنَنَّ مِنَ الْمُمْتَرِيْنَ
fa ing kungta fii syakkim mimmaaa angzalnaaa ilaika fas-alillaziina yaqro-uunal-kitaaba ming qoblik, laqod jaaa-akal-haqqu mir robbika fa laa takuunanna minal-mumtariin

"Maka jika engkau (Muhammad) berada dalam keragu-raguan tentang apa yang Kami turunkan kepadamu maka tanyakanlah kepada orang yang membaca Kitab sebelummu. Sungguh, telah datang kebenaran kepadamu dari Tuhanmu maka janganlah sekali-kali engkau termasuk orang yang ragu,"
(QS. Yunus 10: Ayat 94)

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

قُلْ يٰۤاَ يُّهَا النَّا سُ قَدْ جَآءَكُمُ الْحَـقُّ مِنْ رَّبِّكُمْ ۚ فَمَنِ اهْتَدٰى فَاِ نَّمَا يَهْتَدِيْ لِنَفْسِهٖ ۚ وَمَنْ ضَلَّ فَاِ نَّمَا يَضِلُّ عَلَيْهَا ۚ وَمَاۤ اَنَاۡ عَلَيْكُمْ بِوَكِيْلٍ
qul yaaa ayyuhan-naasu qod jaaa-akumul-haqqu mir robbikum, fa manihtadaa fa innamaa yahtadii linafsih, wa mang dholla fa innamaa yadhillu 'alaihaa, wa maaa ana 'alaikum biwakiil

"Katakanlah (Muhammad), "Wahai manusia! Telah datang kepadamu kebenaran (Al-Qur'an) dari Tuhanmu, sebab itu barang siapa mendapat petunjuk maka sebenarnya (petunjuk itu) untuk (kebaikan) dirinya sendiri. Dan barang siapa sesat, sesungguhnya kesesatannya itu (mencelakakan) dirinya sendiri. Dan aku bukanlah pemelihara dirimu.""
(QS. Yunus 10: Ayat 108)
Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

فَلَعَلَّكَ تَا رِكٌۢ بَعْضَ مَا يُوْحٰۤى اِلَيْكَ وَضَآئِقٌ بِۢهٖ صَدْرُكَ اَنْ يَّقُوْلُوْا لَوْلَاۤ اُنْزِلَ عَلَيْهِ كَنْزٌ اَوْ جَآءَ مَعَهٗ مَلَكٌ ۗ اِنَّمَاۤ اَنْتَ نَذِيْرٌ ۗ وَا للّٰهُ عَلٰى كُلِّ شَيْءٍ وَّكِيْلٌ
fa la'allaka taarikum ba'dho maa yuuhaaa ilaika wa dhooo-iqum bihii shodruka ay yaquuluu lau laaa ungzila 'alaihi kangzun au jaaa-a ma'ahuu malak, innamaaa angta naziir, wallohu 'alaa kulli syai-iw wakiil

"Maka boleh jadi engkau (Muhammad) hendak meninggalkan sebagian dari apa yang diwahyukan kepadamu dan dadamu sempit karenanya, karena mereka akan mengatakan, "Mengapa tidak diturunkan kepadanya harta (kekayaan) atau datang bersamanya malaikat?" Sungguh, engkau hanyalah seorang pemberi peringatan dan Allah pemelihara segala sesuatu."
(QS. Hud 11: Ayat 12)

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

وَكُلًّا نَّقُصُّ عَلَيْكَ مِنْ اَنْۢبَآءِ الرُّسُلِ مَا نُثَبِّتُ بِهٖ فُؤَادَكَ ۚ وَجَآءَكَ فِيْ هٰذِهِ الْحَـقُّ وَمَوْعِظَةٌ وَّذِكْرٰى لِلْمُؤْمِنِيْنَ
wa kullan naqushshu 'alaika min ambaaa-ir-rusuli maa nusabbitu bihii fu-aadaka wa jaaa-aka fii haazihil-haqqu wa mau'izhotuw wa zikroo lil-mu-miniin

"Dan semua kisah rasul-rasul, Kami ceritakan kepadamu (Muhammad), agar dengan kisah itu Kami teguhkan hatimu; dan di dalamnya telah diberikan kepadamu (segala) kebenaran, nasihat, dan peringatan bagi orang yang beriman."
(QS. Hud 11: Ayat 120)

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

وَمَاۤ  اَكْثَرُ النَّا سِ وَلَوْ حَرَصْتَ بِمُؤْمِنِيْنَ
wa maaa aksarun-naasi walau haroshta bimu-miniin

"Dan kebanyakan manusia tidak akan beriman walaupun engkau sangat menginginkannya."
(QS. Yusuf 12: Ayat 103)

* Via Al-Qur'an Indonesia https://quranapp.id

tentang umat terpecah belah dan nabi tidak menanggung perbuatan mereka, serta keadilan Allah kebaikan dibalas 10x dosa sesuai perbuatan

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

اِنَّ الَّذِيْنَ فَرَّقُوْا دِيْنَهُمْ وَكَا نُوْا شِيَـعًا لَّسْتَ مِنْهُمْ فِيْ شَيْءٍ ۗ اِنَّمَاۤ اَمْرُهُمْ اِلَى اللّٰهِ ثُمَّ يُنَـبِّـئُـهُمْ بِمَا كَا نُوْا يَفْعَلُوْنَ
innallaziina farroquu diinahum wa kaanuu syiya'al lasta min-hum fii syaii, innamaaa amruhum ilallohi summa yunabbi-uhum bimaa kaanuu yaf'aluun

"Sesungguhnya orang-orang yang memecah-belah agamanya dan mereka menjadi (terpecah) dalam golongan-golongan, sedikit pun bukan tanggung jawabmu (Muhammad) atas mereka. Sesungguhnya urusan mereka (terserah) kepada Allah. Kemudian Dia akan memberitahukan kepada mereka apa yang telah mereka perbuat."
(QS. Al-An'am 6: Ayat 159)

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

مَنْ جَآءَ بِا لْحَسَنَةِ فَلَهٗ عَشْرُ اَمْثَا لِهَا ۚ وَمَنْ جَآءَ بِا لسَّيِّئَةِ فَلَا يُجْزٰۤى اِلَّا مِثْلَهَا وَهُمْ لَا يُظْلَمُوْنَ
mang jaaa-a bil-hasanati fa lahuu 'asyru amsaalihaa, wa mang jaaa-a bis-sayyi-ati fa laa yujzaaa illaa mislahaa wa hum laa yuzhlamuun

"Barang siapa berbuat kebaikan mendapat balasan sepuluh kali lipat amalnya. Dan barang siapa berbuat kejahatan dibalas seimbang dengan kejahatannya. Mereka sedikit pun tidak dirugikan (dizalimi)."
(QS. Al-An'am 6: Ayat 160)

* Via Al-Qur'an Indonesia https://quranapp.id

Rabu, 13 Mei 2026

jalan yang lurus / petunjuk kehidupan manusia di dunia

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

يٰۤـاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا لَا تَأْكُلُوا الرِّبٰۤوا اَضْعَا فًا مُّضٰعَفَةً ۖ وَّا تَّقُوا اللّٰهَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ 
yaaa ayyuhallaziina aamanuu laa ta-kulur-ribaaa adh'aafam mudhoo'afataw wattaqulloha la'allakum tuflihuun

"Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu memakan riba dengan berlipat ganda dan bertakwalah kepada Allah agar kamu beruntung."
(QS. Ali 'Imran 3: Ayat 130)

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

وَا تَّقُوا النَّا رَ الَّتِيْۤ اُعِدَّتْ لِلْكٰفِرِيْنَ 
wattaqun-naarollatiii u'iddat lil-kaafiriin

"Dan peliharalah dirimu dari api neraka, yang disediakan bagi orang-orang kafir."
(QS. Ali 'Imran 3: Ayat 131)

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

وَاَ طِيْعُوا اللّٰهَ وَا لرَّسُوْلَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُوْنَ 
wa athii'ulloha war-rosuula la'allakum tur-hamuun

"Dan taatlah kepada Allah dan Rasul (Muhammad), agar kamu diberi rahmat."
(QS. Ali 'Imran 3: Ayat 132)

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

وَسَا رِعُوْۤا اِلٰى مَغْفِرَةٍ مِّنْ رَّبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا السَّمٰوٰتُ وَا لْاَ رْضُ ۙ اُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِيْنَ 
wa saari'uuu ilaa maghfirotim mir robbikum wa jannatin 'ardhuhas-samaawaatu wal-ardhu u'iddat lil-muttaqiin

"Dan bersegeralah kamu mencari ampunan dari Tuhanmu dan mendapatkan surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan bagi orang-orang yang bertakwa,"
(QS. Ali 'Imran 3: Ayat 133)

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

الَّذِيْنَ يُنْفِقُوْنَ فِى السَّرَّآءِ وَا لضَّرَّآءِ وَا لْكٰظِمِيْنَ الْغَيْظَ وَا لْعَا فِيْنَ عَنِ النَّا سِ ۗ وَا للّٰهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِيْنَ 
allaziina yungfiquuna fis-sarrooo-i wadh-dhorrooo-i wal-kaazhimiinal-ghoizho wal-'aafiina 'anin-naas, wallohu yuhibbul-muhsiniin

"(yaitu) orang-orang yang berinfak, baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang lain. Dan Allah mencintai orang yang berbuat kebaikan."
(QS. Ali 'Imran 3: Ayat 134)

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

وَا لَّذِيْنَ اِذَا فَعَلُوْا فَا حِشَةً اَوْ ظَلَمُوْۤا اَنْفُسَهُمْ ذَكَرُوا اللّٰهَ فَا سْتَغْفَرُوْا لِذُنُوْبِهِمْ ۗ وَمَنْ يَّغْفِرُ الذُّنُوْبَ اِلَّا اللّٰهُ ۗ وَلَمْ يُصِرُّوْا عَلٰى مَا فَعَلُوْا وَهُمْ يَعْلَمُوْنَ
wallaziina izaa fa'aluu faahisyatan au zholamuuu angfusahum zakarulloha fastaghfaruu lizunuubihim, wa may yaghfiruz-zunuuba illalloh, wa lam yushirruu 'alaa maa fa'aluu wa hum ya'lamuun

"Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menzalimi diri sendiri, (segera) mengingat Allah, lalu memohon ampunan atas dosa-dosanya, dan siapa (lagi) yang dapat mengampuni dosa-dosa selain Allah? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan dosa itu, sedang mereka mengetahui"
(QS. Ali 'Imran 3: Ayat 135)

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

اُولٰٓئِكَ جَزَآ ؤُهُمْ مَّغْفِرَةٌ مِّنْ رَّبِّهِمْ وَ جَنّٰتٌ تَجْرِيْ مِنْ تَحْتِهَا الْاَ نْهٰرُ خٰلِدِيْنَ فِيْهَا ۗ وَنِعْمَ اَجْرُ الْعٰمِلِيْنَ 
ulaaa-ika jazaaa-uhum maghfirotum mir robbihim wa jannaatung tajrii ming tahtihal-an-haaru khoolidiina fiihaa, wa ni'ma ajrul-'aamiliin

"Balasan bagi mereka ialah ampunan dari Tuhan mereka dan surga-surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya. Dan (itulah) sebaik-baik pahala bagi orang-orang yang beramal."
(QS. Ali 'Imran 3: Ayat 136)


Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

وَ مَا الْحَيٰوةُ الدُّنْيَاۤ اِلَّا لَعِبٌ وَّلَهْوٌ ۗ وَلَـلدَّا رُ الْاٰ خِرَةُ خَيْرٌ لِّـلَّذِيْنَ يَتَّقُوْنَ ۗ اَفَلَا تَعْقِلُوْنَ
wa mal-hayaatud-dun-yaaa illaa la'ibuw wa lahw, wa lad-daarul-aakhirotu khoirul lillaziina yattaquun, a fa laa ta'qiluun

"Dan kehidupan dunia ini, hanyalah permainan dan senda gurau. Sedangkan negeri akhirat itu, sungguh lebih baik bagi orang-orang yang bertakwa. Tidakkah kamu mengerti?"
(QS. Al-An'am 6: Ayat 32)



Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

قُلْ تَعَا لَوْا اَتْلُ مَا حَرَّمَ رَبُّكُمْ عَلَيْكُمْ اَ لَّا تُشْرِكُوْا بِهٖ شَيْئًـــا وَّبِا لْوَا لِدَيْنِ اِحْسَا نًا ۚ وَلَا تَقْتُلُوْۤا اَوْلَا دَكُمْ مِّنْ اِمْلَا قٍ ۗ نَحْنُ نَرْزُقُكُمْ وَاِ يَّاهُمْ ۚ وَلَا تَقْرَبُوا الْفَوَا حِشَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ ۚ وَلَا تَقْتُلُوا النَّفْسَ الَّتِيْ حَرَّمَ اللّٰهُ اِلَّا بِا لْحَـقِّ ۗ ذٰ لِكُمْ وَصّٰٮكُمْ بِهٖ لَعَلَّكُمْ تَعْقِلُوْنَ
qul ta'aalau atlu maa harroma robbukum 'alaikum allaa tusyrikuu bihii syai-aw wa bil-waalidaini ihsaanaa, wa laa taqtuluuu aulaadakum min imlaaq, nahnu narzuqukum wa iyyaahum, wa laa taqrobul-fawaahisya maa zhoharo min-haa wa maa bathon, wa laa taqtulun-nafsallatii harromallohu illaa bil-haqq, zaalikum washshookum bihii la'allakum ta'qiluun

"Katakanlah (Muhammad), "Marilah aku bacakan apa yang diharamkan Tuhan kepadamu. Jangan mempersekutukan-Nya dengan apa pun, berbuat baik kepada ibu bapak, janganlah membunuh anak-anakmu karena miskin. Kamilah yang memberi rezeki kepadamu dan kepada mereka; janganlah kamu mendekati perbuatan yang keji, baik yang terlihat maupun yang tersembunyi, janganlah kamu membunuh orang yang diharamkan Allah kecuali dengan alasan yang benar. Demikianlah Dia memerintahkan kepadamu agar kamu mengerti."
(QS. Al-An'am 6: Ayat 151)

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

وَلَا تَقْرَبُوْا مَا لَ الْيَتِيْمِ اِلَّا بِا لَّتِيْ هِيَ اَحْسَنُ حَتّٰى يَبْلُغَ اَشُدَّهٗ ۚ وَاَ وْفُوْا الْكَيْلَ وَا لْمِيْزَا نَ بِا لْقِسْطِ ۚ لَا نُـكَلِّفُ نَفْسًا اِلَّا وُسْعَهَا ۚ وَاِ ذَا قُلْتُمْ فَا عْدِلُوْا وَلَوْ كَا نَ ذَا قُرْبٰى ۚ وَبِعَهْدِ اللّٰهِ اَوْفُوْا ۗ ذٰ لِكُمْ وَصّٰٮكُمْ بِهٖ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ 
wa laa taqrobuu maalal-yatiimi illaa billatii hiya ahsanu hattaa yablugho asyuddah, wa auful-kaila wal-miizaana bil-qisth, laa nukallifu nafsan illaa wus'ahaa, wa izaa qultum fa'diluu walau kaana zaa qurbaa, wa bi'ahdillaahi aufuu, zaalikum washshookum bihii la'allakum tazakkaruun

"Dan janganlah kamu mendekati harta anak yatim, kecuali dengan cara yang lebih bermanfaat, sampai dia mencapai (usia) dewasa. Dan sempurnakanlah takaran dan timbangan dengan adil. Kami tidak membebani seseorang melainkan menurut kesanggupannya. Apabila kamu berbicara, bicaralah sejujurnya, sekalipun dia kerabat(mu) dan penuhilah janji Allah. Demikianlah Dia memerintahkan kepadamu agar kamu ingat.""
(QS. Al-An'am 6: Ayat 152)

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

وَاَ نَّ هٰذَا صِرَا طِيْ مُسْتَقِيْمًا فَا تَّبِعُوْهُ ۚ وَلَا تَتَّبِعُوْا السُّبُلَ فَتَفَرَّقَ بِكُمْ عَنْ سَبِيْلِهٖ ۗ ذٰ لِكُمْ وَصّٰٮكُمْ بِهٖ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَ
wa anna haazaa shiroothii mustaqiimang fattabi'uuh, wa laa tattabi'us-subula fa tafarroqo bikum 'ang sabiilih, zaalikum washshookum bihii la'allakum tattaquun

"Dan sungguh, inilah jalan-Ku yang lurus. Maka ikutilah! Jangan kamu ikuti jalan-jalan (yang lain) yang akan mencerai-beraikan kamu dari jalan-Nya. Demikianlah Dia memerintahkan kepadamu agar kamu bertakwa."
(QS. Al-An'am 6: Ayat 153)

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

خُذِ الْعَفْوَ وَأْمُرْ بِا لْعُرْفِ وَاَ عْرِضْ عَنِ الْجٰهِلِيْنَ
khuzil-'afwa wa-mur bil-'urfi wa a'ridh 'anil-jaahiliin

"Jadilah pemaaf dan suruhlah orang mengerjakan yang makruf, serta jangan pedulikan orang-orang yang bodoh."
(QS. Al-A'raf 7: Ayat 199)

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

اِنَّ الَّذِيْنَ اتَّقَوْا اِذَا مَسَّهُمْ طٰٓئِفٌ مِّنَ الشَّيْطٰنِ تَذَكَّرُوْا فَاِ ذَا هُمْ مُّبْصِرُوْنَ 
innallaziinattaqou izaa massahum thooo-ifum minasy-syaithooni tazakkaruu fa izaa hum mubshiruun

"Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa apabila mereka dibayang-bayangi pikiran jahat (berbuat dosa) dari setan, mereka pun segera ingat kepada Allah, maka ketika itu juga mereka melihat (kesalahan-kesalahannya)."
(QS. Al-A'raf 7: Ayat 201)

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

وَا عْلَمُوْۤا اَنَّمَاۤ اَمْوَا لُكُمْ وَاَ وْلَا دُكُمْ فِتْنَةٌ ۙ وَّاَنَّ اللّٰهَ عِنْدَهٗۤ اَجْرٌ عَظِيْمٌ
wa'lamuuu annamaaa amwaalukum wa aulaadukum fitnatuw wa annalloha 'ingdahuuu ajrun 'azhiim

"Dan ketahuilah bahwa hartamu dan anak-anakmu itu hanyalah sebagai cobaan dan sesungguhnya di sisi Allah ada pahala yang besar."
(QS. Al-Anfal 8: Ayat 28)

* Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

يٰۤـاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْۤا اِنْ تَتَّقُوا اللّٰهَ يَجْعَلْ لَّـكُمْ فُرْقَا نًا وَّيُكَفِّرْ عَنْكُمْ سَيِّاٰتِكُمْ وَيَغْفِرْ لَـكُمْ ۗ وَ اللّٰهُ ذُو الْفَضْلِ الْعَظِيْمِ
yaaa ayyuhallaziina aamanuuu ing tattaqulloha yaj'al lakum furqoonaw wa yukaffir 'angkum sayyi-aatikum wa yaghfir lakum, wallohu zul-fadhlil-'azhiim

"Wahai orang-orang yang beriman! Jika kamu bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan memberikan furqan (kemampuan membedakan antara yang hak dan batil) kepadamu dan menghapus segala kesalahanmu dan mengampuni (dosa-dosa)mu. Allah memiliki karunia yang besar."
(QS. Al-Anfal 8: Ayat 29)

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

يٰۤـاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْۤا اِنْ تَتَّقُوا اللّٰهَ يَجْعَلْ لَّـكُمْ فُرْقَا نًا وَّيُكَفِّرْ عَنْكُمْ سَيِّاٰتِكُمْ وَيَغْفِرْ لَـكُمْ ۗ وَ اللّٰهُ ذُو الْفَضْلِ الْعَظِيْمِ
yaaa ayyuhallaziina aamanuuu ing tattaqulloha yaj'al lakum furqoonaw wa yukaffir 'angkum sayyi-aatikum wa yaghfir lakum, wallohu zul-fadhlil-'azhiim

"Wahai orang-orang yang beriman! Jika kamu bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan memberikan furqan (kemampuan membedakan antara yang hak dan batil) kepadamu dan menghapus segala kesalahanmu dan mengampuni (dosa-dosa)mu. Allah memiliki karunia yang besar."
(QS. Al-Anfal 8: Ayat 29)

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

يٰۤاَ يُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْۤا اِذَا لَقِيْتُمْ فِئَةً فَا ثْبُتُوْا وَا ذْكُرُوا اللّٰهَ كَثِيْرًا لَّعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ
yaaa ayyuhallaziina aamanuuu izaa laqiitum fi-atang fasbutuu wazkurulloha kasiirol la'allakum tuflihuun

"Wahai orang-orang yang beriman! Apabila kamu bertemu pasukan (musuh), maka berteguh hatilah dan sebutlah (nama) Allah banyak-banyak (berzikir dan berdoa) agar kamu beruntung."
(QS. Al-Anfal 8: Ayat 45)

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

ذٰلِكَ بِمَا قَدَّمَتْ اَيْدِيْكُمْ وَاَ نَّ اللّٰهَ لَـيْسَ بِظَلَّا مٍ لِّـلْعَبِيْدِ
zaalika bimaa qoddamat aidiikum wa annalloha laisa bizhollaamil lil-'abiid

"Demikian itu disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri. Dan sesungguhnya Allah tidak menzalimi hamba-hamba-Nya,"
(QS. Al-Anfal 8: Ayat 51)

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

ذٰلِكَ بِاَ نَّ اللّٰهَ لَمْ يَكُ مُغَيِّرًا نِّـعْمَةً اَنْعَمَهَا عَلٰى قَوْمٍ حَتّٰى يُغَيِّرُوْا مَا بِاَ نْفُسِهِمْ ۙ وَاَ نَّ اللّٰهَ سَمِيْعٌ عَلِيْمٌ
zaalika bi-annalloha lam yaku mughoyyiron ni'matan an'amahaa 'alaa qoumin hattaa yughoyyiruu maa bi-angfusihim wa annalloha samii'un 'aliim

"Yang demikian itu karena sesungguhnya Allah tidak akan mengubah suatu nikmat yang telah diberikan-Nya kepada suatu kaum, hingga kaum itu mengubah apa yang ada pada diri mereka sendiri. Sungguh, Allah Maha Mendengar, Maha Mengetahui,"
(QS. Al-Anfal 8: Ayat 53)

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

وَاَ لَّفَ بَيْنَ قُلُوْبِهِمْ ۗ لَوْ اَنْفَقْتَ مَا فِى الْاَ رْضِ جَمِيْعًا مَّاۤ اَلَّفْتَ بَيْنَ قُلُوْبِهِمْ وَلٰـكِنَّ اللّٰهَ اَلَّفَ بَيْنَهُمْ ۗ اِنَّهٗ عَزِيْزٌ حَكِيْمٌ
wa allafa baina quluubihim, lau angfaqta maa fil-ardhi jamii'am maaa allafta baina quluubihim wa laakinnalloha allafa bainahum, innahuu 'aziizun hakiim

"dan Dia (Allah) yang mempersatukan hati mereka (orang yang beriman). Walaupun kamu menginfakkan semua (kekayaan) yang berada di Bumi, niscaya kamu tidak dapat mempersatukan hati mereka, tetapi Allah telah mempersatukan hati mereka. Sungguh, Dia Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana."
(QS. Al-Anfal 8: Ayat 63)

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

وَاِ نْ يُّرِيْدُوْۤا اَنْ يَّخْدَعُوْكَ فَاِ نَّ حَسْبَكَ اللّٰهُ ۗ هُوَ الَّذِيْۤ اَيَّدَكَ بِنَصْرِهٖ وَبِا لْمُؤْمِنِيْنَ
wa iy yuriiduuu ay yakhda'uuka fa inna hasbakalloh, huwallaziii ayyadaka binashrihii wa bil-mu-miniin

"Dan jika mereka hendak menipumu, maka sesungguhnya cukuplah Allah (menjadi pelindung) bagimu. Dialah yang memberikan kekuatan kepadamu dengan pertolongan-Nya dan dengan (dukungan) orang-orang mukmin,"
(QS. Al-Anfal 8: Ayat 62)

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

يٰۤـاَيُّهَا النَّبِيُّ حَسْبُكَ اللّٰهُ وَ مَنِ اتَّبَعَكَ مِنَ الْمُؤْمِنِيْنَ
yaaa ayyuhan-nabiyyu hasbukallohu wa manittaba'aka minal-mu-miniin

"Wahai Nabi (Muhammad)! Cukuplah Allah (menjadi pelindung) bagimu dan bagi orang-orang mukmin yang mengikutimu."
(QS. Al-Anfal 8: Ayat 64)

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

يٰۤـاَيُّهَا النَّبِيُّ حَرِّضِ الْمُؤْمِنِيْنَ عَلَى الْقِتَا لِ ۗ اِنْ يَّكُنْ مِّنْكُمْ عِشْرُوْنَ صَا بِرُوْنَ يَغْلِبُوْا مِائَتَيْنِ ۚ وَاِ نْ يَّكُنْ مِّنْكُمْ مِّائَةٌ يَّغْلِبُوْۤا اَ لْفًا مِّنَ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا بِاَ نَّهُمْ قَوْمٌ لَّا يَفْقَهُوْنَ
yaaa ayyuhan-nabiyyu harridhil-mu-miniina 'alal-qitaal, iy yakum mingkum 'isyruuna shoobiruuna yaghlibuu mi-ataiin, wa iy yakum mingkum mi-atuy yaghlibuuu alfam minallaziina kafaruu bi-annahum qoumul laa yafqohuun

"Wahai Nabi (Muhammad)! Kobarkanlah semangat para mukmin untuk berperang. Jika ada dua puluh orang yang sabar di antara kamu, niscaya mereka dapat mengalahkan dua ratus orang musuh. Dan jika ada seratus orang (yang sabar) di antara kamu, niscaya mereka dapat mengalahkan seribu orang kafir, karena orang-orang kafir itu adalah kaum yang tidak mengerti."
(QS. Al-Anfal 8: Ayat 65)

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

اَلْئٰـنَ خَفَّفَ اللّٰهُ عَنْكُمْ وَعَلِمَ اَنَّ فِيْكُمْ ضَعْفًا ۗ فَاِ نْ يَّكُنْ مِّنْكُمْ مِّائَةٌ صَا بِرَةٌ يَّغْلِبُوْا مِائَتَيْنِ ۚ وَاِ نْ يَّكُنْ مِّنْكُمْ اَلْفٌ يَّغْلِبُوْۤا اَلْفَيْنِ بِاِ ذْنِ اللّٰهِ ۗ وَ اللّٰهُ مَعَ الصّٰبِرِيْنَ
al-aana khoffafallohu 'angkum wa 'alima anna fiikum dho'faa, fa iy yakum mingkum mi-atung shoobirotuy yaghlibuu mi-ataiin, wa iy yakum mingkum alfuy yaghlibuuu alfaini bi-iznillaah, wallohu ma'ash-shoobiriin

"Sekarang Allah telah meringankan kamu karena Dia mengetahui bahwa ada kelemahan padamu. Maka, jika di antara kamu ada seratus orang yang sabar, niscaya mereka dapat mengalahkan dua ratus (orang musuh); dan jika di antara kamu ada seribu orang (yang sabar), niscaya mereka dapat mengalahkan dua ribu orang dengan seizin Allah. Allah beserta orang-orang yang sabar."
(QS. Al-Anfal 8: Ayat 66)

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

اَ لَا تُقَا تِلُوْنَ قَوْمًا نَّكَثُوْۤا اَيْمَا نَهُمْ وَهَمُّوْا بِاِ خْرَا جِ الرَّسُوْلِ وَهُمْ بَدَءُوْكُمْ اَوَّلَ مَرَّةٍ ۗ اَتَخْشَوْنَهُمْ ۚ فَا للّٰهُ اَحَقُّ اَنْ تَخْشَوْهُ اِنْ كُنْتُمْ مُّؤْمِنِيْنَ
alaa tuqootiluuna qouman nakasuuu aimaanahum wa hammuu bi-ikhroojir-rosuuli wa hum bada-uukum awwala marroh, a takhsyaunahum, fallohu ahaqqu ang takhsyauhu ing kungtum mu-miniin

"Mengapa kamu tidak memerangi orang-orang yang melanggar sumpah (janjinya), dan telah merencanakan untuk mengusir Rasul, dan mereka yang pertama kali memerangi kamu? Apakah kamu takut kepada mereka, padahal Allah-lah yang lebih berhak untuk kamu takuti, jika kamu orang-orang beriman."
(QS. At-Taubah 9: Ayat 13)

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

قَا تِلُوْهُمْ يُعَذِّبْهُمُ اللّٰهُ بِاَ يْدِيْكُمْ وَيُخْزِهِمْ وَيَنْصُرْكُمْ عَلَيْهِمْ وَيَشْفِ صُدُوْرَ قَوْمٍ مُّؤْمِنِيْنَ
qootiluuhum yu'azzib-humullohu bi-aidiikum wa yukhzihim wa yangshurkum 'alaihim wa yasyfi shuduuro qoumim mu-miniin

"Perangilah mereka, niscaya Allah akan menyiksa mereka dengan (perantaraan) tanganmu dan Dia akan menghina mereka dan menolongmu (dengan kemenangan) atas mereka, serta melegakan hati orang-orang yang beriman,"
(QS. At-Taubah 9: Ayat 14)

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

وَيُذْهِبْ غَيْظَ قُلُوْبِهِمْ ۗ وَ يَتُوْبُ اللّٰهُ عَلٰى مَنْ يَّشَآءُ ۗ وَا للّٰهُ عَلِيْمٌ حَكِيْمٌ
wa yuz-hib ghoizho quluubihim, wa yatuubullohu 'alaa may yasyaaa, wallohu 'aliimun hakiim

"dan Dia menghilangkan kemarahan hati mereka (orang mukmin). Dan Allah menerima tobat orang yang Dia kehendaki. Allah Maha Mengetahui, Maha Bijaksana."
(QS. At-Taubah 9: Ayat 15)

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

اَمْ حَسِبْتُمْ اَنْ تُتْرَكُوْا وَلَـمَّا يَعْلَمِ اللّٰهُ الَّذِيْنَ جَاهَدُوْا مِنْكُمْ وَلَمْ يَتَّخِذُوْا مِنْ دُوْنِ اللّٰهِ وَلَا رَسُوْلِهٖ وَلَا الْمُؤْمِنِيْنَ وَلِيْجَةً ۗ وَا للّٰهُ خَبِيْرٌ بِۢمَا تَعْمَلُوْنَ
am hasibtum ang tutrokuu wa lammaa ya'lamillaahullaziina jaahaduu mingkum wa lam yattakhizuu ming duunillaahi wa laa rosuulihii wa lal-mu-miniina waliijah, wallohu khobiirum bimaa ta'maluun

"Apakah kamu mengira bahwa kamu akan dibiarkan (begitu saja), padahal Allah belum mengetahui orang-orang yang berjihad di antara kamu dan tidak mengambil teman yang setia selain Allah, Rasul-Nya, dan orang-orang yang beriman. Allah Maha Mengetahui terhadap apa yang kamu kerjakan."
(QS. At-Taubah 9: Ayat 16)
Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

مَا كَا نَ لِلْمُشْرِكِيْنَ اَنْ يَّعْمُرُوْا مَسٰجِدَ اللّٰهِ شٰهِدِيْنَ عَلٰۤى اَنْفُسِهِمْ بِا لْـكُفْرِ ۗ اُولٰٓئِكَ حَبِطَتْ اَعْمَا لُهُمْ ۚ وَ فِى النَّا رِ هُمْ خٰلِدُوْنَ
maa kaana lil-musyrikiina ay ya'muruu masaajidallohi syaahidiina 'alaaa angfusihim bil-kufr, ulaaa-ika habithot a'maaluhum, wa fin-naari hum khooliduun

"Tidaklah pantas orang-orang musyrik memakmurkan masjid Allah, padahal mereka mengakui bahwa mereka sendiri kafir. Mereka itu sia-sia amalnya, dan mereka kekal di dalam neraka."
(QS. At-Taubah 9: Ayat 17)

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

اِنَّمَا يَعْمُرُ مَسٰجِدَ اللّٰهِ مَنْ اٰمَنَ بِا للّٰهِ وَا لْيَوْمِ الْاٰ خِرِ وَاَ قَا مَ الصَّلٰوةَ وَاٰ تَى الزَّكٰوةَ وَلَمْ يَخْشَ اِلَّا اللّٰهَ فَعَسٰۤى اُولٰٓئِكَ اَنْ يَّكُوْنُوْا مِنَ الْمُهْتَدِيْنَ
innamaa ya'muru masaajidallohi man aamana billaahi wal-yaumil-aakhiri wa aqoomash-sholaata wa aataz-zakaata wa lam yakhsya illalloh, fa 'asaaa ulaaa-ika ay yakuunuu minal-muhtadiin

"Sesungguhnya yang memakmurkan masjid Allah hanyalah orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian, serta (tetap) melaksanakan sholat, menunaikan zakat, dan tidak takut (kepada apa pun) kecuali kepada Allah. Maka mudah-mudahan mereka termasuk orang-orang yang mendapat petunjuk."
(QS. At-Taubah 9: Ayat 18)

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

 اَجَعَلْتُمْ سِقَايَةَ الْحَـآجِّ وَعِمَا رَةَ الْمَسْجِدِ الْحَـرَا مِ كَمَنْ اٰمَنَ بِا للّٰهِ وَا لْيَوْمِ الْاٰ خِرِ وَجَاهَدَ فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ ۗ لَا يَسْتَوٗنَ عِنْدَ اللّٰهِ ۗ وَ اللّٰهُ لَا يَهْدِى الْقَوْمَ الظّٰلِمِيْنَ
a ja'altum siqooyatal-haaajji wa 'imaarotal-masjidil-haroomi kaman aamana billaahi wal-yaumil-aakhiri wa jaahada fii sabiilillaah, laa yastawuuna 'ingdalloh, wallohu laa yahdil-qoumazh-zhoolimiin

"Apakah (orang-orang) yang memberi minuman kepada orang-orang yang mengerjakan haji dan mengurus Masjidilharam, kamu samakan dengan orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian serta berjihad di jalan Allah? Mereka tidak sama di sisi Allah. Allah tidak memberikan petunjuk kepada orang-orang zalim."
(QS. At-Taubah 9: Ayat 19)

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

قُلْ لَّنْ يُّصِيْبَـنَاۤ اِلَّا مَا كَتَبَ اللّٰهُ لَـنَا ۚ هُوَ مَوْلٰٮنَا ۚ وَعَلَى اللّٰهِ فَلْيَتَوَكَّلِ الْمُؤْمِنُوْنَ
qul lay yushiibanaaa illaa maa kataballohu lanaa, huwa maulaanaa wa 'alallohi falyatawakkalil-mu-minuun

"Katakanlah (Muhammad), "Tidak akan menimpa kami melainkan apa yang telah ditetapkan Allah bagi kami. Dialah pelindung kami, dan hanya kepada Allah bertawakallah orang-orang yang beriman.""
(QS. At-Taubah 9: Ayat 51)

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

وَلَوْ اَنَّهُمْ رَضُوْا مَاۤ اٰتٰٮهُمُ اللّٰهُ وَرَسُوْلُهٗ ۙ وَقَا لُوْا حَسْبُنَا اللّٰهُ سَيُؤْتِيْنَا اللّٰهُ مِنْ فَضْلِهٖ وَ رَسُوْلُهٗۤ اِنَّاۤ اِلَى اللّٰهِ رٰغِبُوْنَ
walau annahum rodhuu maaa aataahumullohu wa rosuuluhuu wa qooluu hasbunallohu sayu-tiinallohu ming fadhlihii wa rosuuluhuu innaaa ilallohi rooghibuun

"Dan sekiranya mereka benar-benar rida dengan apa yang diberikan kepada mereka oleh Allah dan Rasul-Nya, dan berkata "Cukuplah Allah bagi kami, Allah dan Rasul-Nya akan memberikan kepada kami sebagian dari karunia-Nya. Sesungguhnya kami orang-orang yang berharap kepada Allah.""
(QS. At-Taubah 9: Ayat 59)

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

يَحْلِفُوْنَ بِا للّٰهِ لَـكُمْ لِيُرْضُوْكُمْ ۚ وَا للّٰهُ وَرَسُوْلُهٗۤ اَحَقُّ اَنْ يُّرْضُوْهُ اِنْ كَا نُوْا مُؤْمِنِيْنَ
yahlifuuna billaahi lakum liyurdhuukum wallohu wa rosuuluhuuu ahaqqu ay yurdhuuhu ing kaanuu mu-miniin

"Mereka bersumpah kepadamu dengan (nama) Allah untuk menyenangkan kamu, padahal Allah dan Rasul-Nya lebih pantas mereka cari keridaan-Nya jika mereka orang mukmin."
(QS. At-Taubah 9: Ayat 62)

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

وَمَا كَا نَ اللّٰهُ لِيُـضِلَّ قَوْمًاۢ بَعْدَ اِذْ هَدٰٮهُمْ حَتّٰى يُبَيِّنَ لَهُمْ مَّا يَتَّقُوْنَ ۗ اِنَّ اللّٰهَ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيْمٌ
wa maa kaanallohu liyudhilla qoumam ba'da iz hadaahum hattaa yubayyina lahum maa yattaquun, innalloha bikulli syai-in 'aliim

"Dan Allah sekali-kali tidak akan menyesatkan suatu kaum setelah mereka diberi-Nya petunjuk sehingga dapat dijelaskan kepada mereka apa yang harus mereka jauhi. Sungguh, Allah Maha Mengetahui segala sesuatu."
(QS. At-Taubah 9: Ayat 115)

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

لَا تَقُمْ فِيْهِ اَبَدًا ۗ لَمَسْجِدٌ اُسِّسَ عَلَى التَّقْوٰى مِنْ اَوَّلِ يَوْمٍ اَحَقُّ اَنْ تَقُوْمَ فِيْهِ ۗ فِيْهِ رِجَا لٌ يُّحِبُّوْنَ اَنْ يَّتَطَهَّرُوْا ۗ وَا للّٰهُ يُحِبُّ الْمُطَّهِّرِيْنَ
laa taqum fiihi abadaa, lamasjidun ussisa 'alat-taqwaa min awwali yaumin ahaqqu ang taquuma fiih, fiihi rijaaluy yuhibbuuna ay yatathohharuu, wallohu yuhibbul-muththohhiriin

"Janganlah engkau melaksanakan sholat dalam masjid itu selama-lamanya. Sungguh, masjid yang didirikan atas dasar takwa sejak hari pertama adalah lebih pantas engkau melaksanakan sholat di dalamnya. Di dalamnya ada orang-orang yang ingin membersihkan diri. Allah menyukai orang-orang yang bersih."
(QS. At-Taubah 9: Ayat 108)

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

وَّعَلَى الثَّلٰثَةِ الَّذِيْنَ خُلِّفُوْا ۗ حَتّٰۤى اِذَا ضَا قَتْ عَلَيْهِمُ الْاَ رْضُ بِمَا رَحُبَتْ وَضَا قَتْ عَلَيْهِمْ اَنْفُسُهُمْ وَظَنُّوْۤا اَنْ لَّا مَلْجَاَ مِنَ اللّٰهِ اِلَّاۤ اِلَيْهِ ۗ ثُمَّ تَا بَ عَلَيْهِمْ لِيَتُوْبُوْا ۗ اِنَّ اللّٰهَ هُوَ التَّوَّا بُ الرَّحِيْمُ
wa 'alas-salaasatillaziina khullifuu, hattaaa izaa dhooqot 'alaihimul-ardhu bimaa rohubat wa dhooqot 'alaihim angfusuhum wa zhonnuuu al laa malja-a minallohi illaaa ilaiih, summa taaba 'alaihim liyatuubuu, innalloha huwat-tawwaabur-rohiim

"dan terhadap tiga orang yang ditinggalkan. Hingga ketika Bumi terasa sempit bagi mereka, padahal Bumi itu luas dan jiwa mereka pun telah (pula terasa) sempit bagi mereka serta mereka telah mengetahui bahwa tidak ada tempat lari dari (siksaan) Allah, melainkan kepada-Nya saja, kemudian Allah menerima tobat mereka agar mereka tetap dalam tobatnya. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Tobat, Maha Penyayang."
(QS. At-Taubah 9: Ayat 118)

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

اَوَلَا يَرَوْنَ اَنَّهُمْ يُفْتَـنُوْنَ فِيْ كُلِّ عَا مٍ مَّرَّةً اَوْ مَرَّتَيْنِ ثُمَّ لَا يَتُوْبُوْنَ وَلَا هُمْ يَذَّكَّرُوْنَ
a wa laa yarouna annahum yuftanuuna fii kulli 'aamim marrotan au marrotaini summa laa yatuubuuna wa laa hum yazzakkaruun

"Dan tidakkah mereka (orang-orang munafik) memperhatikan bahwa mereka diuji sekali atau dua kali setiap tahun, namun mereka tidak (juga) bertobat dan tidak (pula) mengambil pelajaran?"
(QS. At-Taubah 9: Ayat 126)

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

فَاِ نْ تَوَلَّوْا فَقُلْ حَسْبِيَ اللّٰهُ لَاۤ اِلٰهَ اِلَّا هُوَ ۗ عَلَيْهِ تَوَكَّلْتُ ۗ وَهُوَ رَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيْمِ
fa ing tawallau fa qul hasbiyallohu laaa ilaaha illaa huw, 'alaihi tawakkaltu wa huwa robbul-'arsyil-'azhiim

"Maka jika mereka berpaling (dari keimanan), maka katakanlah (Muhammad), "Cukuplah Allah bagiku; tidak ada Tuhan selain Dia. Hanya kepada-Nya aku bertawakal, dan Dia adalah Tuhan yang memiliki ‘Arsy (singgasana) yang agung.""
(QS. At-Taubah 9: Ayat 129)

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

قُلْ مَنْ يَّرْزُقُكُمْ مِّنَ السَّمَآءِ وَا لْاَ رْضِ اَمَّنْ يَّمْلِكُ السَّمْعَ وَا لْاَ بْصَا رَ وَ مَنْ يُّخْرِجُ الْحَـيَّ مِنَ الْمَيِّتِ وَيُخْرِجُ الْمَيِّتَ مِنَ الْحَـيِّ وَمَنْ يُّدَبِّرُ الْاَ مْرَ ۗ فَسَيَـقُوْلُوْنَ اللّٰهُ ۚ فَقُلْ اَفَلَا تَتَّقُوْنَ
qul may yarzuqukum minas-samaaa-i wal-ardhi am may yamlikus-sam'a wal-abshooro wa may yukhrijul-hayya minal-mayyiti wa yukhrijul-mayyita minal-hayyi wa may yudabbirul-amr, fa sayaquuluunalloh, fa qul a fa laa tattaquun

"Katakanlah (Muhammad), "Siapakah yang memberi rezeki kepadamu dari langit dan bumi, atau siapakah yang kuasa (menciptakan) pendengaran dan penglihatan, dan siapakah yang mengeluarkan yang hidup dari yang mati, dan mengeluarkan yang mati dari yang hidup, dan siapakah yang mengatur segala urusan?" Maka mereka akan menjawab, "Allah." Maka katakanlah, "Mengapa kamu tidak bertakwa (kepada-Nya)?""
(QS. Yunus 10: Ayat 31)

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

يٰۤاَ يُّهَا النَّا سُ قَدْ جَآءَتْكُمْ مَّوْعِظَةٌ مِّنْ رَّبِّكُمْ وَشِفَآءٌ لِّمَا فِى الصُّدُوْرِ ۙ وَهُدًى وَّرَحْمَةٌ لِّـلْمُؤْمِنِيْنَ
yaaa ayyuhan-naasu qod jaaa-atkum mau'izhotum mir robbikum wa syifaaa-ul limaa fish-shuduuri wa hudaw wa rohmatul lil-mu-miniin

"Wahai manusia! Sungguh, telah datang kepadamu pelajaran (Al-Qur'an) dari Tuhanmu, penyembuh bagi penyakit yang ada dalam dada, dan petunjuk serta rahmat bagi orang yang beriman."
(QS. Yunus 10: Ayat 57)

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

قُلْ بِفَضْلِ اللّٰهِ وَبِرَحْمَتِهٖ فَبِذٰلِكَ فَلْيَـفْرَحُوْا ۗ هُوَ خَيْرٌ مِّمَّا يَجْمَعُوْنَ
qul bifadhlillaahi wa birohmatihii fa bizaalika falyafrohuu, huwa khoirum mimmaa yajma'uun

"Katakanlah (Muhammad), "Dengan karunia Allah dan rahmat-Nya, hendaklah dengan itu mereka bergembira. Itu lebih baik daripada apa yang mereka kumpulkan.""
(QS. Yunus 10: Ayat 58)

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

وَمَا ظَنُّ الَّذِيْنَ يَفْتَرُوْنَ عَلَى اللّٰهِ الْكَذِبَ يَوْمَ الْقِيٰمَةِ ۗ اِنَّ اللّٰهَ لَذُوْ فَضْلٍ عَلَى النَّا سِ وَلٰـكِنَّ اَكْثَرَهُمْ لَا يَشْكُرُوْنَ
wa maa zhonnullaziina yaftaruuna 'alallohil-kaziba yaumal-qiyaamah, innalloha lazuu fadhlin 'alan-naasi wa laakinna aksarohum laa yasykuruun

"Dan apakah dugaan orang-orang yang mengada-adakan kebohongan terhadap Allah pada hari Kiamat? Sesungguhnya Allah benar-benar mempunyai karunia (yang dilimpahkan) kepada manusia, tetapi kebanyakan mereka tidak bersyukur."
(QS. Yunus 10: Ayat 60)

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

وَلَوْ شَآءَ رَبُّكَ لَاٰ مَنَ مَنْ فِى الْاَ رْضِ كُلُّهُمْ جَمِيْعًا ۗ اَفَاَ نْتَ تُكْرِهُ النَّا سَ حَتّٰى يَكُوْنُوْا مُؤْمِنِيْنَ
walau syaaa-a robbuka la-aamana mang fil-ardhi kulluhum jamii'aa, a fa angta tukrihun-naasa hattaa yakuunuu mu-miniin

"Dan jika Tuhanmu menghendaki, tentulah beriman semua orang di Bumi seluruhnya. Tetapi apakah kamu (hendak) memaksa manusia agar mereka menjadi orang-orang yang beriman?"
(QS. Yunus 10: Ayat 99)

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

وَمَا كَا نَ لِنَفْسٍ اَنْ تُؤْمِنَ اِلَّا بِاِ ذْنِ اللّٰهِ ۗ وَيَجْعَلُ الرِّجْسَ عَلَى الَّذِيْنَ لَا يَعْقِلُوْنَ
wa maa kaana linafsin ang tu-mina illaa bi-iznillaah, wa yaj'alur-rijsa 'alallaziina laa ya'qiluun

"Dan tidak seorang pun akan beriman kecuali dengan izin Allah dan Allah menimpakan azab kepada orang yang tidak mengerti."
(QS. Yunus 10: Ayat 100)

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

وَّاَنِ اسْتَغْفِرُوْا رَبَّكُمْ ثُمَّ تُوْبُوْۤا اِلَيْهِ يُمَتِّعْكُمْ مَّتَا عًا حَسَنًا اِلٰۤى اَجَلٍ مُّسَمًّى وَّ يُؤْتِ كُلَّ ذِيْ فَضْلٍ فَضْلَهٗ ۗ وَاِ نْ تَوَلَّوْا فَاِ نِّيْۤ اَخَا فُ عَلَيْكُمْ عَذَا بَ يَوْمٍ كَبِيْرٍ
wa anistaghfiruu robbakum summa tuubuuu ilaihi yumatti'kum mataa'an hasanan ilaaa ajalim musammawwa yu-ti kulla zii fadhling fadhlah, wa ing tawallau fa inniii akhoofu 'alaikum 'azaaba yauming kabiir

"dan hendaklah kamu memohon ampunan kepada Tuhanmu dan bertobat kepada-Nya, niscaya Dia akan memberi kenikmatan yang baik kepadamu sampai waktu yang telah ditentukan. Dan Dia akan memberikan karunia-Nya kepada setiap orang yang berbuat baik. Dan jika kamu berpaling, maka sungguh aku takut kamu akan ditimpa azab pada hari yang besar (Kiamat)."
(QS. Hud 11: Ayat 3)

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

وَا صْبِرْ فَاِ نَّ اللّٰهَ لَا يُضِيْعُ اَجْرَ الْمُحْسِنِيْنَ
washbir fa innalloha laa yudhii'u ajrol-muhsiniin

"Dan bersabarlah, karena sesungguhnya Allah tidak menyia-nyiakan pahala orang yang berbuat kebaikan."
(QS. Hud 11: Ayat 115)

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

وَلَمَّا بَلَغَ اَشُدَّهٗۤ اٰتَيْنٰهُ حُكْمًا وَّعِلْمًا ۗ وَكَذٰلِكَ نَجْزِى الْمُحْسِنِيْنَ
wa lammaa balagho asyuddahuuu aatainaahu hukmaw wa 'ilmaa, wa kazaalika najzil-muhsiniin

"Dan ketika dia telah cukup dewasa Kami berikan kepadanya hikmah dan ilmu. Demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik."
(QS. Yusuf 12: Ayat 22)

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

وَلَـقَدْ هَمَّتْ بِهٖ ۙ وَهَمَّ بِهَا ۚ لَوْلَاۤ اَنْ رَّاٰ بُرْهَا نَ رَبِّهٖ ۗ كَذٰلِكَ لِنَصْرِفَ عَنْهُ السُّۤوْءَ وَا لْـفَحْشَآءَ ۗ اِنَّهٗ مِنْ عِبَا دِنَا الْمُخْلَصِيْنَ
wa laqod hammat bihii wa hamma bihaa, lau laaa ar ro-aa bur-haana robbih, kazaalika linashrifa 'an-hus-suuu-a wal-fahsyaaa, innahuu min 'ibaadinal-mukhlashiin

"Dan sungguh, perempuan itu telah berkehendak kepadanya (Yusuf). Dan Yusuf pun berkehendak kepadanya, sekiranya dia tidak melihat tanda (dari) Tuhannya. Demikianlah, Kami palingkan darinya keburukan dan kekejian. Sungguh, dia (Yusuf) termasuk hamba Kami yang terpilih."
(QS. Yusuf 12: Ayat 24)

* Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

وَلَـقَدْ هَمَّتْ بِهٖ ۙ وَهَمَّ بِهَا ۚ لَوْلَاۤ اَنْ رَّاٰ بُرْهَا نَ رَبِّهٖ ۗ كَذٰلِكَ لِنَصْرِفَ عَنْهُ السُّۤوْءَ وَا لْـفَحْشَآءَ ۗ اِنَّهٗ مِنْ عِبَا دِنَا الْمُخْلَصِيْنَ
wa laqod hammat bihii wa hamma bihaa, lau laaa ar ro-aa bur-haana robbih, kazaalika linashrifa 'an-hus-suuu-a wal-fahsyaaa, innahuu min 'ibaadinal-mukhlashiin

"Dan sungguh, perempuan itu telah berkehendak kepadanya (Yusuf). Dan Yusuf pun berkehendak kepadanya, sekiranya dia tidak melihat tanda (dari) Tuhannya. Demikianlah, Kami palingkan darinya keburukan dan kekejian. Sungguh, dia (Yusuf) termasuk hamba Kami yang terpilih."
(QS. Yusuf 12: Ayat 24)

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

 وَمَاۤ اُبَرِّئُ نَفْسِيْ ۚ اِنَّ النَّفْسَ لَاَ مَّا رَةٌ بِۢا لسُّوْٓءِ اِلَّا مَا رَحِمَ رَبِّيْ ۗ اِنَّ رَبِّيْ غَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ
wa maaa ubarri-u nafsii, innan-nafsa la-ammaarotum bis-suuu-i illaa maa rohima robbii, inna robbii ghofuurur rohiim

"Dan aku tidak (menyatakan) diriku bebas (dari kesalahan), karena sesungguhnya nafsu itu selalu mendorong kepada kejahatan, kecuali (nafsu) yang diberi rahmat oleh Tuhanku. Sesungguhnya Tuhanku Maha Pengampun, Maha Penyayang.""
(QS. Yusuf 12: Ayat 53)

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

وَرَفَعَ اَبَوَيْهِ عَلَى الْعَرْشِ وَخَرُّوْا لَهٗ سُجَّدًا ۚ وَقَا لَ يٰۤاَ بَتِ هٰذَا تَأْوِيْلُ رُءْيَايَ مِنْ قَبْلُ ۖ قَدْ جَعَلَهَا رَبِّيْ حَقًّا ۗ وَقَدْ اَحْسَنَ بِيْۤ اِذْ اَخْرَجَنِيْ مِنَ السِّجْنِ وَجَآءَ بِكُمْ مِّنَ الْبَدْوِ مِنْۢ بَعْدِ اَنْ نَّزَغَ الشَّيْطٰنُ بَيْنِيْ وَبَيْنَ اِخْوَتِيْ ۗ اِنَّ رَبِّيْ لَطِيْفٌ لِّمَا يَشَآءُ ۗ اِنَّهٗ هُوَ الْعَلِيْمُ الْحَكِيْمُ
wa rofa'a abawaihi 'alal-'arsyi wa khorruu lahuu sujjadaa, wa qoola yaaa abati haazaa ta-wiilu ru-yaaya ming qoblu qod ja'alahaa robbii haqqoo, wa qod ahsana biii iz akhrojanii minas-sijni wa jaaa-a bikum minal-badwi mim ba'di an nazaghosy-syaithoonu bainii wa baina ikhwatii, inna robbii lathiiful limaa yasyaaa, innahuu huwal-'aliimul-hakiim

"Dan dia menaikkan kedua orang tuanya ke atas singgasana. Dan mereka (semua) tunduk bersujud kepadanya (Yusuf). Dan dia (Yusuf) berkata, "Wahai ayahku! Inilah takwil mimpiku yang dahulu itu. Dan sesungguhnya Tuhanku telah menjadikannya kenyataan. Sesungguhnya Tuhanku telah berbuat baik kepadaku, ketika Dia membebaskan aku dari penjara dan ketika membawa kamu dari dusun, setelah setan merusak (hubungan) antara aku dengan saudara-saudaraku. Sungguh, Tuhanku Maha Lembut terhadap apa yang Dia kehendaki. Sungguh, Dia Yang Maha Mengetahui, Maha Bijaksana."
(QS. Yusuf 12: Ayat 100)

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

حَتّٰۤى اِذَا اسْتَيْـئَسَ الرُّسُلُ وَظَنُّوْۤا اَنَّهُمْ قَدْ كُذِبُوْا جَآءَهُمْ نَصْرُنَا ۙ فَـنُجِّيَ مَنْ نَّشَآءُ ۗ وَلَا يُرَدُّ بَأْسُنَا عَنِ الْقَوْمِ الْمُجْرِمِيْنَ
hattaaa izastai-asar-rusulu wa zhonnuuu annahum qod kuzibuu jaaa-ahum nashrunaa fa nujjiya man nasyaaa, wa laa yuroddu ba-sunaa 'anil-qoumil-mujrimiin

"Sehingga apabila para rasul tidak mempunyai harapan lagi (tentang keimanan kaumnya) dan telah meyakini bahwa mereka telah didustakan, datanglah kepada mereka (para rasul) itu pertolongan Kami, lalu diselamatkan orang yang Kami kehendaki. Dan siksa Kami tidak dapat ditolak dari orang yang berdosa."
(QS. Yusuf 12: Ayat 110)

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

وَمَاۤ  اَكْثَرُ النَّا سِ وَلَوْ حَرَصْتَ بِمُؤْمِنِيْنَ
wa maaa aksarun-naasi walau haroshta bimu-miniin

"Dan kebanyakan manusia tidak akan beriman walaupun engkau sangat menginginkannya."
(QS. Yusuf 12: Ayat 103)

* Via Al-Qur'an Indonesia https://quranapp.id

Minggu, 10 Mei 2026

teman zalim itu sefrekuensi, kelak kita menjadi saksi atas perbuatan sendiri, tidak akan ada hukuman tanpa peringatan

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

وَكَذٰلِكَ نُوَلِّيْ بَعْضَ الظّٰلِمِيْنَ بَعْضًا بِۢمَا كَا نُوْا يَكْسِبُوْنَ
wa kazaalika nuwallii ba'dhozh-zhoolimiina ba'dhom bimaa kaanuu yaksibuun

"Dan demikianlah Kami jadikan sebagian orang-orang zalim berteman dengan sesamanya, sesuai dengan apa yang mereka kerjakan."
(QS. Al-An'am 6: Ayat 129)

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

يٰمَعْشَرَ الْجِنِّ وَا لْاِ نْسِ اَلَمْ يَأْتِكُمْ رُسُلٌ مِّنْكُمْ يَقُصُّوْنَ عَلَيْكُمْ اٰيٰتِيْ وَيُنْذِرُوْنَكُمْ لِقَآءَ يَوْمِكُمْ هٰذَا ۗ قَا لُوْا شَهِدْنَا عَلٰۤى اَنْفُسِنَا وَغَرَّتْهُمُ الْحَيٰوةُ الدُّنْيَا وَشَهِدُوْا عَلٰۤى اَنْفُسِهِمْ اَنَّهُمْ كَا نُوْا كٰفِرِيْنَ
yaa ma'syarol-jinni wal-ingsi a lam ya-tikum rusulum mingkum yaqushshuuna 'alaikum aayaatii wa yungziruunakum liqooo-a yaumikum haazaa, qooluu syahidnaa 'alaaa angfusinaa wa ghorrot-humul-hayaatud-dun-yaa wa syahiduu 'alaaa angfusihim annahum kaanuu kaafiriin

"Wahai golongan jin dan manusia! Bukankah sudah datang kepadamu Rasul-rasul dari kalanganmu sendiri, mereka menyampaikan ayat-ayat-Ku kepadamu dan memperingatkanmu tentang pertemuan pada hari ini? Mereka menjawab, "(Ya), kami menjadi saksi atas diri kami sendiri." Tetapi mereka tertipu oleh kehidupan dunia dan mereka telah menjadi saksi atas diri mereka sendiri, bahwa mereka adalah orang-orang kafir."
(QS. Al-An'am 6: Ayat 130)

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

ذٰلِكَ اَنْ لَّمْ يَكُنْ رَّبُّكَ مُهْلِكَ الْقُرٰى بِظُلْمٍ وَّاَهْلُهَا غٰفِلُوْنَ
zaalika al lam yakur robbuka muhlikal-quroo bizhulmiw wa ahluhaa ghoofiluun

"Demikianlah (para rasul diutus) karena Tuhanmu tidak akan membinasakan suatu negeri secara zalim, sedang penduduknya dalam keadaan lengah (belum tahu)."
(QS. Al-An'am 6: Ayat 131)

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

وَرَبُّكَ الْغَنِيُّ ذُو الرَّحْمَةِ ۗ اِنْ يَّشَأْ يُذْهِبْكُمْ وَيَسْتَخْلِفْ مِنْۢ بَعْدِكُمْ مَّا يَشَآءُ كَمَاۤ اَنْشَاَ كُمْ مِّنْ ذُرِّيَّةِ قَوْمٍ اٰخَرِيْنَ 
wa robbukal-ghoniyyu zur-rohmah, iy yasya yuz-hibkum wa yastakhlif mim ba'dikum maa yasyaaa-u kamaaa angsya-akum ming zurriyyati qoumin aakhoriin

"Dan Tuhanmu Maha Kaya, penuh rahmat. Jika Dia menghendaki, Dia akan memusnahkan kamu dan setelah kamu (musnah) akan Dia ganti dengan yang Dia kehendaki, sebagaimana Dia menjadikan kamu dari keturunan golongan lain."
(QS. Al-An'am 6: Ayat 133)

* Via Al-Qur'an Indonesia https://quranapp.id

Jumat, 08 Mei 2026

setiap dosa akan dibalas

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

وَذَرُوْا ظَاهِرَ الْاِ ثْمِ وَبَا طِنَهٗ ۗ اِنَّ الَّذِيْنَ یَکْسِبُوْنَ الْاِ ثْمَ سَيُجْزَوْنَ بِمَا كَا نُوْا يَقْتَرِفُوْنَ
wa zaruu zhoohirol-ismi wa baathinah, innallaziina yaksibuunal-isma sayujzauna bimaa kaanuu yaqtarifuun

"Dan tinggalkanlah dosa yang terlihat ataupun yang tersembunyi. Sungguh, orang-orang yang mengerjakan (perbuatan) dosa kelak akan diberi balasan sesuai dengan apa yang mereka kerjakan."
(QS. Al-An'am 6: Ayat 120)

* Via Al-Qur'an Indonesia https://quranapp.id

Selasa, 05 Mei 2026

setiap nabi/muslim punya musuh, dan musuh itu menjadi pancingan / godaan yang sengaja memang dibuat oleh Allah

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

وَكَذٰلِكَ جَعَلْنَا لِكُلِّ نَبِيٍّ عَدُوًّا شَيٰطِيْنَ الْاِ نْسِ وَا لْجِنِّ يُوْحِيْ بَعْضُهُمْ اِلٰى بَعْضٍ زُخْرُفَ الْقَوْلِ غُرُوْرًا ۗ وَلَوْ شَآءَ رَبُّكَ مَا فَعَلُوْهُ فَذَرْهُمْ وَمَا يَفْتَرُوْنَ
wa kazaalika ja'alnaa likulli nabiyyin 'aduwwang syayaathiinal-ingsi wal-jinni yuuhii ba'dhuhum ilaa ba'dhing zukhrufal-qouli ghuruuroo, walau syaaa-a robbuka maa fa'aluuhu fa zar-hum wa maa yaftaruun

"Dan demikianlah untuk setiap Nabi Kami menjadikan musuh yang terdiri dari setan-setan manusia dan jin, sebagian mereka membisikkan kepada sebagian yang lain perkataan yang indah sebagai tipuan. Dan kalau Tuhanmu menghendaki, niscaya mereka tidak akan melakukannya, maka biarkanlah mereka bersama apa (kebohongan) yang mereka ada-adakan."
(QS. Al-An'am 6: Ayat 112)

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

وَلِتَصْغٰۤى اِلَيْهِ اَفْئِدَةُ الَّذِيْنَ لَا يُؤْمِنُوْنَ بِا لْاٰ خِرَةِ وَلِيَرْضَوْهُ وَلِيَقْتَرِفُوْا مَا هُمْ مُّقْتَرِفُوْنَ
wa litashghooo ilaihi af-idatullaziina laa yu-minuuna bil-aakhiroti wa liyardhouhu wa liyaqtarifuu maa hum muqtarifuun

"Dan agar hati kecil orang-orang yang tidak beriman kepada akhirat, tertarik kepada bisikan itu, dan menyenanginya, dan agar mereka melakukan apa yang biasa mereka lakukan."
(QS. Al-An'am 6: Ayat 113)


* Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

وَكَذٰلِكَ جَعَلْنَا فِيْ كُلِّ قَرْيَةٍ اَكٰبِرَ مُجْرِمِيْهَا لِيَمْكُرُوْا فِيْهَا ۗ وَمَا يَمْكُرُوْنَ اِلَّا بِاَ نْفُسِهِمْ وَمَا يَشْعُرُوْنَ
wa kazaalika ja'alnaa fii kulli qoryatin akaabiro mujrimiihaa liyamkuruu fiihaa, wa maa yamkuruuna illaa bi-angfusihim wa maa yasy'uruun

"Dan demikianlah pada setiap negeri Kami jadikan pembesar-pembesar yang jahat agar melakukan tipu daya di negeri itu. Tapi mereka hanya menipu diri sendiri tanpa menyadarinya."
(QS. Al-An'am 6: Ayat 123)

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

فَمَنْ يُّرِدِ اللّٰهُ اَنْ يَّهْدِيَهٗ يَشْرَحْ صَدْرَهٗ لِلْاِ سْلَا مِ ۚ وَمَنْ يُّرِدْ اَنْ يُّضِلَّهٗ يَجْعَلْ صَدْرَهٗ ضَيِّقًا حَرَجًا كَاَ نَّمَا يَصَّعَّدُ فِى السَّمَآءِ ۗ كَذٰلِكَ يَجْعَلُ اللّٰهُ الرِّجْسَ عَلَى الَّذِيْنَ لَا يُؤْمِنُوْنَ
fa may yuridillaahu ay yahdiyahuu yasyroh shodrohuu lil-islaam, wa may yurid ay yudhillahuu yaj'al shodrohuu dhoyyiqon harojang ka-annamaa yashsho''adu fis-samaaa, kazaalika yaj'alullohur-rijsa 'alallaziina laa yu-minuun

"Barang siapa dikehendaki Allah akan mendapat hidayah (petunjuk), Dia akan membukakan dadanya untuk (menerima) Islam. Dan barang siapa dikehendaki-Nya menjadi sesat, Dia jadikan dadanya sempit dan sesak, seakan-akan dia (sedang) mendaki ke langit. Demikianlah Allah menimpakan siksa kepada orang-orang yang tidak beriman."
(QS. Al-An'am 6: Ayat 125)

Senin, 04 Mei 2026

walau Malaikat di utus mereka tetap tidak percaya


* Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

وَلَا تَسُبُّوا الَّذِيْنَ يَدْعُوْنَ مِنْ دُوْنِ اللّٰهِ فَيَسُبُّوا اللّٰهَ عَدْوًا بِۢغَيْرِ عِلْمٍ ۗ كَذٰلِكَ زَيَّنَّا لِكُلِّ اُمَّةٍ عَمَلَهُمْ ۖ ثُمَّ اِلٰى رَبِّهِمْ مَّرْجِعُهُمْ فَيُنَبِّئُهُمْ بِمَا كَا نُوْا يَعْمَلُوْنَ
wa laa tasubbullaziina yad'uuna ming duunillaahi fa yasubbulloha 'adwam bighoiri 'ilm, kazaalika zayyannaa likulli ummatin 'amalahum summa ilaa robbihim marji'uhum fa yunabbi-uhum bimaa kaanuu ya'maluun

"Dan janganlah kamu memaki sesembahan yang mereka sembah selain Allah, karena mereka nanti akan memaki Allah dengan melampaui batas tanpa dasar pengetahuan. Demikianlah, Kami jadikan setiap umat menganggap baik pekerjaan mereka. Kemudian kepada Tuhan tempat kembali mereka, lalu Dia akan memberitahukan kepada mereka apa yang telah mereka kerjakan."
(QS. Al-An'am 6: Ayat 108)

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

وَنُقَلِّبُ اَفْــئِدَتَهُمْ وَاَ بْصَا رَهُمْ كَمَا لَمْ يُؤْمِنُوْا بِهٖۤ اَوَّلَ مَرَّةٍ وَّنَذَرُهُمْ فِيْ طُغْيَا نِهِمْ يَعْمَهُوْنَ
wa nuqollibu af-idatahum wa abshoorohum kamaa lam yu-minuu bihiii awwala marrotiw wa nazaruhum fii thughyaanihim ya'mahuun

"Dan (begitu pula) Kami memalingkan hati dan penglihatan mereka seperti pertama kali mereka tidak beriman kepadanya (Al-Qur'an), dan Kami biarkan mereka bingung dalam kesesatan."
(QS. Al-An'am 6: Ayat 110)

* Via Al-Qur'an Indonesia https://quranapp.id

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

وَلَوْ اَنَّـنَا نَزَّلْنَاۤ اِلَيْهِمُ الْمَلٰٓئِكَةَ وَكَلَّمَهُمُ الْمَوْتٰى وَ حَشَرْنَا عَلَيْهِمْ كُلَّ شَيْءٍ قُبُلًا مَّا كَا نُوْا لِيُؤْمِنُوْۤا اِلَّاۤ اَنْ يَّشَآءَ اللّٰهُ وَلٰـكِنَّ اَكْثَرَهُمْ يَجْهَلُوْنَ
walau annanaa nazzalnaaa ilaihimul-malaaa-ikata wa kallamahumul-mautaa wa hasyarnaa 'alaihim kulla syai-ing qubulam maa kaanuu liyu-minuuu illaaa ay yasyaaa-allohu wa laakinna aksarohum yaj-haluun

"Dan sekalipun Kami benar-benar menurunkan malaikat kepada mereka, dan orang yang telah mati berbicara dengan mereka dan Kami kumpulkan (pula) di hadapan mereka segala sesuatu (yang mereka inginkan), mereka tidak juga akan beriman, kecuali jika Allah menghendaki. Tapi kebanyakan mereka tidak mengetahui (arti kebenaran)."
(QS. Al-An'am 6: Ayat 111)