Nabi Muhammad di kitab taurat (diramalkan taurat dibaca Musa, ini doa Musa saat tobat karena kaum ya menyembah patung sapi)
Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:
اَ لَّذِيْنَ يَتَّبِعُوْنَ الرَّسُوْلَ النَّبِيَّ الْاُ مِّيَّ الَّذِيْ يَجِدُوْنَهٗ مَكْتُوْبًا عِنْدَهُمْ فِى التَّوْرٰٮةِ وَا لْاِ نْجِيْلِ يَأْمُرُهُمْ بِا لْمَعْرُوْفِ وَيَنْهٰٮهُمْ عَنِ الْمُنْكَرِ وَيُحِلُّ لَهُمُ الطَّيِّبٰتِ وَيُحَرِّمُ عَلَيْهِمُ الْخَبٰٓئِثَ وَيَضَعُ عَنْهُمْ اِصْرَهُمْ وَا لْاَ غْلٰلَ الَّتِيْ كَا نَتْ عَلَيْهِمْ ۗ فَا لَّذِيْنَ اٰمَنُوْا بِهٖ وَعَزَّرُوْهُ وَنَصَرُوْهُ وَ اتَّبَـعُوا النُّوْرَ الَّذِيْۤ اُنْزِلَ مَعَهٗۤ ۙ اُولٰٓئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُوْنَ
allaziina yattabi'uunar-rosuulan-nabiyyal-ummiyyallazii yajiduunahuu maktuuban 'ingdahum fit-taurooti wal-ingjiili ya-muruhum bil-ma'ruufi wa yan-haahum 'anil-mungkari wa yuhillu lahumuth-thoyyibaati wa yuharrimu 'alaihimul-khobaaa-isa wa yadho'u 'an-hum ishrohum wal-aghlaalallatii kaanat 'alaihim, fallaziina aamanuu bihii wa 'azzaruuhu wa nashoruuhu wattaba'un-nuurollaziii ungzila ma'ahuuu ulaaa-ika humul-muflihuun
"(Yaitu) orang-orang yang mengikuti Rasul, Nabi yang ummi (tidak bisa baca tulis) yang (namanya) mereka dapati tertulis di dalam Taurat dan Injil yang ada pada mereka, yang menyuruh mereka berbuat yang makruf dan mencegah dari yang mungkar, dan yang menghalalkan segala yang baik bagi mereka dan mengharamkan segala yang buruk bagi mereka, dan membebaskan beban-beban dan belenggu-belenggu yang ada pada mereka. Adapun orang-orang yang beriman kepadanya, memuliakannya, menolongnya, dan mengikuti cahaya yang terang yang diturunkan kepadanya (Al-Qur'an), mereka itulah orang-orang beruntung."
(QS. Al-A'raf 7: Ayat 157)
* Via Al-Qur'an Indonesia https://quranapp.id
Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:
قُلْ اِنَّ صَلَا تِيْ وَنُسُكِيْ وَ مَحْيَايَ وَمَمَا تِيْ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَ
qul inna sholaatii wa nusukii wa mahyaaya wa mamaatii lillaahi robbil-'aalamiin
"Katakanlah (Muhammad), "Sesungguhnya sholatku, ibadahku, hidupku, dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan seluruh alam,"
(QS. Al-An'am 6: Ayat 162)
Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:
لَا شَرِيْكَ لَهٗ ۚ وَبِذٰلِكَ اُمِرْتُ وَاَ نَاۡ اَوَّلُ الْمُسْلِمِيْنَ
laa syariika lah, wa bizaalika umirtu wa ana awwalul-muslimiin
"tidak ada sekutu bagi-Nya; dan demikianlah yang diperintahkan kepadaku dan aku adalah orang yang pertama berserah diri (muslim).""
(QS. Al-An'am 6: Ayat 163)
Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:
كِتٰبٌ اُنْزِلَ اِلَيْكَ فَلَا يَكُنْ فِيْ صَدْرِكَ حَرَجٌ مِّنْهُ لِتُنْذِرَ بِهٖ وَذِكْرٰى لِلْمُؤْمِنِيْنَ
kitaabun ungzila ilaika fa laa yakung fii shodrika harojum min-hu litungziro bihii wa zikroo lil-mu-miniin
"(Inilah) Kitab yang diturunkan kepadamu (Muhammad); maka janganlah engkau sesak dada karenanya, agar engkau memberi peringatan dengan (Kitab) itu dan menjadi pelajaran bagi orang yang beriman."
(QS. Al-A'raf 7: Ayat 2)
Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:
اِتَّبِعُوْا مَاۤ اُنْزِلَ اِلَيْكُمْ مِّنْ رَّبِّكُمْ وَلَا تَتَّبِعُوْا مِنْ دُوْنِهٖۤ اَوْلِيَآءَ ۗ قَلِيْلًا مَّا تَذَكَّرُوْنَ
ittabi'uu maaa ungzila ilaikum mir robbikum wa laa tattabi'uu ming duunihiii auliyaaa, qoliilam maa tazakkaruun
"Ikutilah apa yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu, dan janganlah kamu ikuti selain Dia sebagai pemimpin. Sedikit sekali kamu mengambil pelajaran."
(QS. Al-A'raf 7: Ayat 3)
* Via Al-Qur'an Indonesia https://quranapp.id
Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:
قَدْ نَـعْلَمُ اِنَّهٗ لَيَحْزُنُكَ الَّذِيْ يَقُوْلُوْنَ فَاِ نَّهُمْ لَا يُكَذِّبُوْنَكَ وَلٰـكِنَّ الظّٰلِمِيْنَ بِاٰ يٰتِ اللّٰهِ يَجْحَدُوْنَ
qod na'lamu innahuu layahzunukallazii yaquuluuna fa innahum laa yukazzibuunaka wa laakinnazh-zhoolimiina bi-aayaatillaahi yaj-haduun
"Sungguh, Kami mengetahui bahwa apa yang mereka katakan itu menyedihkan hatimu (Muhammad), (janganlah bersedih hati) karena sebenarnya mereka bukan mendustakan engkau, tetapi orang yang zalim itu mengingkari ayat-ayat Allah."
(QS. Al-An'am 6: Ayat 33)
Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:
وَلَقَدْ كُذِّبَتْ رُسُلٌ مِّنْ قَبْلِكَ فَصَبَرُوْا عَلٰى مَا كُذِّبُوْا وَاُ وْذُوْا حَتّٰۤى اَتٰٮهُمْ نَصْرُنَا ۚ وَلَا مُبَدِّلَ لِكَلِمٰتِ اللّٰهِ ۚ وَلَقَدْ جَآءَكَ مِنْ نَّبَاِ ى الْمُرْسَلِيْنَ
wa laqod kuzzibat rusulum ming qoblika fa shobaruu 'alaa maa kuzzibuu wa uuzuu hattaaa ataahum nashrunaa, wa laa mubaddila likalimaatillaah, wa laqod jaaa-aka min naba-il-mursaliin
"Dan sesungguhnya rasul-rasul sebelum engkau pun telah didustakan, tetapi mereka sabar terhadap pendustaan dan penganiayaan (yang dilakukan) terhadap mereka, sampai datang pertolongan Kami kepada mereka. Dan tidak ada yang dapat mengubah kalimat-kalimat (ketetapan) Allah. Dan sungguh, telah datang kepadamu sebagian dari berita rasul-rasul itu."
(QS. Al-An'am 6: Ayat 34)
Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:
وَاِ نْ كَا نَ كَبُرَ عَلَيْكَ اِعْرَا ضُهُمْ فَاِ نِ اسْتَطَعْتَ اَنْ تَبْتَغِيَ نَفَقًا فِى الْاَ رْضِ اَوْ سُلَّمًا فِى السَّمَآءِ فَتَأْتِيَهُمْ بِاٰ يَةٍ ۗ وَلَوْ شَآءَ اللّٰهُ لَجَمَعَهُمْ عَلَى الْهُدٰى فَلَا تَكُوْنَنَّ مِنَ الْجٰهِلِيْنَ
wa ing kaana kaburo 'alaika i'roodhuhum fa inistatho'ta ang tabtaghiya nafaqong fil-ardhi au sullamang fis-samaaa-i fa ta-tiyahum bi-aayah, walau syaaa-allohu lajama'ahum 'alal-hudaa fa laa takuunanna minal-jaahiliin
"Dan jika keberpalingan mereka terasa berat bagimu (Muhammad), maka sekiranya engkau dapat membuat lubang di bumi atau tangga ke langit lalu engkau dapat mendatangkan mukjizat kepada mereka, (maka buatlah). Dan sekiranya Allah menghendaki, tentu Dia jadikan mereka semua mengikuti petunjuk, sebab itu janganlah sekali-kali engkau termasuk orang-orang yang bodoh."
(QS. Al-An'am 6: Ayat 35)
Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:
وَمَا نُرْسِلُ الْمُرْسَلِيْنَ اِلَّا مُبَشِّرِيْنَ وَمُنْذِرِيْنَ ۚ فَمَنْ اٰمَنَ وَاَ صْلَحَ فَلَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُوْنَ
wa maa nursilul-mursaliina illaa mubasysyiriina wa mungziriin, fa man aamana wa ashlaha fa laa khoufun 'alaihim wa laa hum yahzanuun
"Para rasul yang Kami utus itu adalah untuk memberi kabar gembira dan memberi peringatan. Barang siapa beriman dan mengadakan perbaikan, maka tidak ada rasa takut pada mereka dan mereka tidak bersedih hati."
(QS. Al-An'am 6: Ayat 48)
Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:
قُلْ لَّاۤ اَقُوْلُ لَـكُمْ عِنْدِيْ خَزَآئِنُ اللّٰهِ وَلَاۤ اَعْلَمُ الْغَيْبَ وَلَاۤ اَقُوْلُ لَـكُمْ اِنِّيْ مَلَكٌ ۚ اِنْ اَتَّبِعُ اِلَّا مَا يُوْحٰۤى اِلَيَّ ۗ قُلْ هَلْ يَسْتَوِى الْاَ عْمٰى وَا لْبَصِيْرُ ۗ اَفَلَا تَتَفَكَّرُوْنَ
qul laaa aquulu lakum 'ingdii khozaaa-inullohi wa laaa a'lamul-ghoiba wa laaa aquulu lakum innii malak, in attabi'u illaa maa yuuhaaa ilayy, qul hal yastawil-a'maa wal-bashiir, a fa laa tatafakkaruun
"Katakanlah (Muhammad), "Aku tidak mengatakan kepadamu, bahwa perbendaharaan Allah ada padaku, dan aku tidak mengetahui yang gaib dan aku tidak (pula) mengatakan kepadamu bahwa aku malaikat. Aku hanya mengikuti apa yang diwahyukan kepadaku." Katakanlah, "Apakah sama antara orang yang buta dengan orang yang melihat? Apakah kamu tidak memikirkan(nya)?""
(QS. Al-An'am 6: Ayat 50)
Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:
وَ مَا الْحَيٰوةُ الدُّنْيَاۤ اِلَّا لَعِبٌ وَّلَهْوٌ ۗ وَلَـلدَّا رُ الْاٰ خِرَةُ خَيْرٌ لِّـلَّذِيْنَ يَتَّقُوْنَ ۗ اَفَلَا تَعْقِلُوْنَ
wa mal-hayaatud-dun-yaaa illaa la'ibuw wa lahw, wa lad-daarul-aakhirotu khoirul lillaziina yattaquun, a fa laa ta'qiluun
"Dan kehidupan dunia ini, hanyalah permainan dan senda gurau. Sedangkan negeri akhirat itu, sungguh lebih baik bagi orang-orang yang bertakwa. Tidakkah kamu mengerti?"
(QS. Al-An'am 6: Ayat 32)
* Via Al-Qur'an Indonesia https://quranapp.id
Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:
قَدْ نَـعْلَمُ اِنَّهٗ لَيَحْزُنُكَ الَّذِيْ يَقُوْلُوْنَ فَاِ نَّهُمْ لَا يُكَذِّبُوْنَكَ وَلٰـكِنَّ الظّٰلِمِيْنَ بِاٰ يٰتِ اللّٰهِ يَجْحَدُوْنَ
qod na'lamu innahuu layahzunukallazii yaquuluuna fa innahum laa yukazzibuunaka wa laakinnazh-zhoolimiina bi-aayaatillaahi yaj-haduun
"Sungguh, Kami mengetahui bahwa apa yang mereka katakan itu menyedihkan hatimu (Muhammad), (janganlah bersedih hati) karena sebenarnya mereka bukan mendustakan engkau, tetapi orang yang zalim itu mengingkari ayat-ayat Allah."
(QS. Al-An'am 6: Ayat 33)
Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:
وَلَقَدْ كُذِّبَتْ رُسُلٌ مِّنْ قَبْلِكَ فَصَبَرُوْا عَلٰى مَا كُذِّبُوْا وَاُ وْذُوْا حَتّٰۤى اَتٰٮهُمْ نَصْرُنَا ۚ وَلَا مُبَدِّلَ لِكَلِمٰتِ اللّٰهِ ۚ وَلَقَدْ جَآءَكَ مِنْ نَّبَاِ ى الْمُرْسَلِيْنَ
wa laqod kuzzibat rusulum ming qoblika fa shobaruu 'alaa maa kuzzibuu wa uuzuu hattaaa ataahum nashrunaa, wa laa mubaddila likalimaatillaah, wa laqod jaaa-aka min naba-il-mursaliin
"Dan sesungguhnya rasul-rasul sebelum engkau pun telah didustakan, tetapi mereka sabar terhadap pendustaan dan penganiayaan (yang dilakukan) terhadap mereka, sampai datang pertolongan Kami kepada mereka. Dan tidak ada yang dapat mengubah kalimat-kalimat (ketetapan) Allah. Dan sungguh, telah datang kepadamu sebagian dari berita rasul-rasul itu."
(QS. Al-An'am 6: Ayat 34)
Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:
وَاِ نْ كَا نَ كَبُرَ عَلَيْكَ اِعْرَا ضُهُمْ فَاِ نِ اسْتَطَعْتَ اَنْ تَبْتَغِيَ نَفَقًا فِى الْاَ رْضِ اَوْ سُلَّمًا فِى السَّمَآءِ فَتَأْتِيَهُمْ بِاٰ يَةٍ ۗ وَلَوْ شَآءَ اللّٰهُ لَجَمَعَهُمْ عَلَى الْهُدٰى فَلَا تَكُوْنَنَّ مِنَ الْجٰهِلِيْنَ
wa ing kaana kaburo 'alaika i'roodhuhum fa inistatho'ta ang tabtaghiya nafaqong fil-ardhi au sullamang fis-samaaa-i fa ta-tiyahum bi-aayah, walau syaaa-allohu lajama'ahum 'alal-hudaa fa laa takuunanna minal-jaahiliin
"Dan jika keberpalingan mereka terasa berat bagimu (Muhammad), maka sekiranya engkau dapat membuat lubang di bumi atau tangga ke langit lalu engkau dapat mendatangkan mukjizat kepada mereka, (maka buatlah). Dan sekiranya Allah menghendaki, tentu Dia jadikan mereka semua mengikuti petunjuk, sebab itu janganlah sekali-kali engkau termasuk orang-orang yang bodoh."
(QS. Al-An'am 6: Ayat 35)
Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:
وَا لَّذِيْنَ كَذَّبُوْا بِاٰ يٰتِنَا صُمٌّ وَّبُكْمٌ فِى الظُّلُمٰتِ ۗ مَنْ يَّشَاِ اللّٰهُ يُضْلِلْهُ ۗ وَمَنْ يَّشَأْ يَجْعَلْهُ عَلٰى صِرَا طٍ مُّسْتَقِيْمٍ
wallaziina kazzabuu bi-aayaatinaa shummuw wa bukmung fizh-zhulumaat, may yasya-illaahu yudhlil-hu wa may yasya yaj'al-hu 'alaa shiroothim mustaqiim
"Dan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami adalah tuli, bisu, dan berada dalam gelap gulita. Barang siapa dikehendaki Allah (dalam kesesatan), niscaya disesatkan-Nya. Dan barang siapa dikehendaki Allah (untuk diberi petunjuk), niscaya Dia menjadikannya berada di atas jalan yang lurus."
(QS. Al-An'am 6: Ayat 39)
Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:
وَمَا نُرْسِلُ الْمُرْسَلِيْنَ اِلَّا مُبَشِّرِيْنَ وَمُنْذِرِيْنَ ۚ فَمَنْ اٰمَنَ وَاَ صْلَحَ فَلَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُوْنَ
wa maa nursilul-mursaliina illaa mubasysyiriina wa mungziriin, fa man aamana wa ashlaha fa laa khoufun 'alaihim wa laa hum yahzanuun
"Para rasul yang Kami utus itu adalah untuk memberi kabar gembira dan memberi peringatan. Barang siapa beriman dan mengadakan perbaikan, maka tidak ada rasa takut pada mereka dan mereka tidak bersedih hati."
(QS. Al-An'am 6: Ayat 48)
Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:
قُلْ لَّاۤ اَقُوْلُ لَـكُمْ عِنْدِيْ خَزَآئِنُ اللّٰهِ وَلَاۤ اَعْلَمُ الْغَيْبَ وَلَاۤ اَقُوْلُ لَـكُمْ اِنِّيْ مَلَكٌ ۚ اِنْ اَتَّبِعُ اِلَّا مَا يُوْحٰۤى اِلَيَّ ۗ قُلْ هَلْ يَسْتَوِى الْاَ عْمٰى وَا لْبَصِيْرُ ۗ اَفَلَا تَتَفَكَّرُوْنَ
qul laaa aquulu lakum 'ingdii khozaaa-inullohi wa laaa a'lamul-ghoiba wa laaa aquulu lakum innii malak, in attabi'u illaa maa yuuhaaa ilayy, qul hal yastawil-a'maa wal-bashiir, a fa laa tatafakkaruun
"Katakanlah (Muhammad), "Aku tidak mengatakan kepadamu, bahwa perbendaharaan Allah ada padaku, dan aku tidak mengetahui yang gaib dan aku tidak (pula) mengatakan kepadamu bahwa aku malaikat. Aku hanya mengikuti apa yang diwahyukan kepadaku." Katakanlah, "Apakah sama antara orang yang buta dengan orang yang melihat? Apakah kamu tidak memikirkan(nya)?""
(QS. Al-An'am 6: Ayat 50)
Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:
قُلْ لَّاۤ اَمْلِكُ لِنَفْسِيْ نَـفْعًا وَّلَا ضَرًّا اِلَّا مَا شَآءَ اللّٰهُ ۗ وَلَوْ كُنْتُ اَعْلَمُ الْغَيْبَ لَا سْتَكْثَرْتُ مِنَ الْخَيْرِ ۛ وَمَا مَسَّنِيَ السُّۤوْءُ ۛ اِنْ اَنَاۡ اِلَّا نَذِيْرٌ وَّبَشِيْرٌ لِّقَوْمٍ يُّؤْمِنُوْنَ
qul laaa amliku linafsii naf'aw wa laa dhorron illaa maa syaaa-alloh, walau kungtu a'lamul-ghoiba lastaksartu minal-khoiir, wa maa massaniyas-suuu-u in ana illaa naziiruw wa basyiirul liqoumiy yu-minuun
"Katakanlah (Muhammad), "Aku tidak kuasa mendatangkan manfaat maupun menolak mudarat bagi diriku kecuali apa yang dikehendaki Allah. Sekiranya aku mengetahui yang gaib, niscaya aku membuat kebajikan sebanyak-banyaknya dan tidak akan ditimpa bahaya. Aku hanyalah pemberi peringatan, dan pembawa berita gembira bagi orang-orang yang beriman.""
(QS. Al-A'raf 7: Ayat 188)
Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:
وَاِ ذْ قَا لُوا اللّٰهُمَّ اِنْ كَا نَ هٰذَا هُوَ الْحَـقَّ مِنْ عِنْدِكَ فَاَ مْطِرْ عَلَيْنَا حِجَا رَةً مِّنَ السَّمَآءِ اَوِ ائْتِنَا بِعَذَا بٍ اَ لِيْمٍ
wa iz qoolullohumma ing kaana haazaa huwal-haqqo min 'ingdika fa amthir 'alainaa hijaarotam minas-samaaa-i awi-tinaa bi'azaabin aliim
"Dan (ingatlah), ketika mereka (orang-orang musyrik) berkata, "Ya Allah, jika (Al-Qur'an) ini benar (wahyu) dari Engkau, maka hujanilah kami dengan batu dari langit, atau datangkanlah kepada kami azab yang pedih.""
(QS. Al-Anfal 8: Ayat 32)
Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:
وَمَا كَا نَ اللّٰهُ لِيُعَذِّبَهُمْ وَاَ نْتَ فِيْهِمْ ۗ وَمَا كَا نَ اللّٰهُ مُعَذِّبَهُمْ وَهُمْ يَسْتَغْفِرُوْنَ
wa maa kaanallohu liyu'azzibahum wa angta fiihim, wa maa kaanallohu mu'azzibahum wa hum yastaghfiruun
"Tetapi Allah tidak akan menghukum mereka, selama engkau (Muhammad) berada di antara mereka. Dan tidaklah (pula) Allah akan menghukum mereka, sedang mereka (masih) memohon ampunan."
(QS. Al-Anfal 8: Ayat 33)
Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:
يٰۤـاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا مَا لَـكُمْ اِذَا قِيْلَ لَـكُمُ انْفِرُوْا فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ اثَّا قَلْـتُمْ اِلَى الْاَ رْضِ ۗ اَرَضِيْتُمْ بِا لْحَيٰوةِ الدُّنْيَا مِنَ الْاٰ خِرَةِ ۚ فَمَا مَتَا عُ الْحَيٰوةِ الدُّنْيَا فِى الْاٰ خِرَةِ اِلَّا قَلِيْلٌ
yaaa ayyuhallaziina aamanuu maa lakum izaa qiila lakumungfiruu fii sabiilillaahis saaqoltum ilal-ardh, a rodhiitum bil-hayaatid-dun-yaa minal-aakhiroh, fa maa mataa'ul-hayaatid-dun-yaa fil-aakhiroti illaa qoliil
"Wahai orang-orang yang beriman! Mengapa apabila dikatakan kepada kamu, "Berangkatlah (untuk berperang) di jalan Allah," kamu merasa berat dan ingin tinggal di tempatmu? Apakah kamu lebih menyenangi kehidupan di dunia daripada kehidupan di akhirat? Padahal kenikmatan hidup di dunia ini (dibandingkan dengan kehidupan) di akhirat hanyalah sedikit."
(QS. At-Taubah 9: Ayat 38)
Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:
عَفَا اللّٰهُ عَنْكَ ۚ لِمَ اَذِنْتَ لَهُمْ حَتّٰى يَتَبَيَّنَ لَكَ الَّذِيْنَ صَدَقُوْا وَتَعْلَمَ الْـكٰذِبِيْنَ
'afallohu 'angk, lima azingta lahum hattaa yatabayyana lakallaziina shodaquu wa ta'lamal-kaazibiin
"Allah memaafkanmu (Muhammad). Mengapa engkau memberi izin kepada mereka (untuk tidak pergi berperang), sebelum jelas bagimu orang-orang yang benar-benar (berhalangan) dan sebelum engkau mengetahui orang-orang yang berdusta?"
(QS. At-Taubah 9: Ayat 43)
Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:
اِسْتَغْفِرْ لَهُمْ اَوْ لَا تَسْتَغْفِرْ لَهُمْ ۗ اِنْ تَسْتَغْفِرْ لَهُمْ سَبْعِيْنَ مَرَّةً فَلَنْ يَّغْفِرَ اللّٰهُ لَهُمْ ۗ ذٰلِكَ بِاَ نَّهُمْ كَفَرُوْا بِا للّٰهِ وَرَسُوْلِهٖ ۗ وَا للّٰهُ لَا يَهْدِى الْقَوْمَ الْفٰسِقِيْنَ
istaghfir lahum au laa tastaghfir lahum, ing tastaghfir lahum sab'iina marrotang fa lay yaghfirollohu lahum, zaalika bi-annahum kafaruu billaahi wa rosuulih, wallohu laa yahdil-qoumal-faasiqiin
"(Sama saja) engkau (Muhammad) memohonkan ampunan bagi mereka atau tidak memohonkan ampunan bagi mereka. Walaupun engkau memohonkan ampunan bagi mereka tujuh puluh kali, Allah tidak akan memberi ampunan kepada mereka. Yang demikian itu karena mereka ingkar (kafir) kepada Allah dan Rasul-Nya. Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang fasik."
(QS. At-Taubah 9: Ayat 80)
(Yaitu org2 yg menghina orang bersedekah, tidak mau berangkat perang, mereka ini di ayat selanjutnya saat mati tidak boleh di shalatkan nabi)
Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:
وَمِمَّنْ حَوْلَــكُمْ مِّنَ الْاَ عْرَا بِ مُنٰفِقُوْنَ ۗ وَمِنْ اَهْلِ الْمَدِيْنَةِ مَرَدُوْا عَلَى النِّفَا قِ ۗ لَا تَعْلَمُهُمْ ۗ نَحْنُ نَـعْلَمُهُمْ ۗ سَنُعَذِّبُهُمْ مَّرَّتَيْنِ ثُمَّ يُرَدُّوْنَ اِلٰى عَذَا بٍ عَظِيْمٍ
wa mim man haulakum minal-a'roobi munaafiquun, wa min ahlil-madiinati maroduu 'alan-nifaaq, laa ta'lamuhum, nahnu na'lamuhum, sanu'azzibuhum marrotaini summa yurodduuna ilaa 'azaabin 'azhiim
"Dan di antara orang-orang Arab Badui yang (tinggal) di sekitarmu ada orang-orang munafik. Dan di antara penduduk Madinah (ada juga orang-orang munafik), mereka keterlaluan dalam kemunafikannya. Engkau (Muhammad) tidak mengetahui mereka, tetapi Kami mengetahuinya. Nanti mereka akan Kami siksa dua kali kemudian mereka akan dikembalikan kepada azab yang besar."
(QS. At-Taubah 9: Ayat 101)
Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:
مَا كَا نَ لِلنَّبِيِّ وَا لَّذِيْنَ اٰمَنُوْاۤ اَنْ يَّسْتَغْفِرُوْا لِلْمُشْرِكِيْنَ وَ لَوْ كَا نُوْۤا اُولِيْ قُرْبٰى مِنْۢ بَعْدِ مَا تَبَيَّنَ لَهُمْ اَنَّهُمْ اَصْحٰبُ الْجَحِيْمِ
maa kaana lin-nabiyyi wallaziina aamanuuu ay yastaghfiruu lil-musyrikiina walau kaanuuu ulii qurbaa mim ba'di maa tabayyana lahum annahum ash-haabul-jahiim
"Tidak pantas bagi Nabi dan orang-orang yang beriman memohonkan ampunan (kepada Allah) bagi orang-orang musyrik sekalipun orang-orang itu kaum kerabat(nya) setelah jelas bagi mereka bahwa orang-orang musyrik itu penghuni Neraka Jahanam."
(QS. At-Taubah 9: Ayat 113)
Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:
مَا كَا نَ لِاَ هْلِ الْمَدِيْنَةِ وَمَنْ حَوْلَهُمْ مِّنَ الْاَ عْرَا بِ اَنْ يَّتَخَلَّفُوْا عَنْ رَّسُوْلِ اللّٰهِ وَ لَا يَرْغَبُوْا بِاَ نْفُسِهِمْ عَنْ نَّـفْسِهٖ ۗ ذٰلِكَ بِاَ نَّهُمْ لَا يُصِيْبُهُمْ ظَمَاٌ وَّلَا نَصَبٌ وَّلَا مَخْمَصَةٌ فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ وَلَا يَطَئُــوْنَ مَوْطِئًا يَّغِيْظُ الْكُفَّا رَ وَلَا يَنَا لُوْنَ مِنْ عَدُوٍّ نَّيْلًا اِلَّا كُتِبَ لَهُمْ بِهٖ عَمَلٌ صَا لِحٌ ۗ اِنَّ اللّٰهَ لَا يُضِيْعُ اَجْرَ الْمُحْسِنِيْنَ
maa kaana li-ahlil-madiinati wa man haulahum minal-a'roobi ay yatakhollafuu 'ar rosuulillaahi wa laa yarghobuu bi-angfusihim 'an nafsih, zaalika bi-annahum laa yushiibuhum zhoma-uw wa laa nashobuw wa laa makhmashotung fii sabiilillaahi wa laa yatho-uuna mauthi-ay yaghiizhul-kuffaaro wa laa yanaluuna min 'aduwwin nailan illaa kutiba lahum bihii 'amalung shoolih, innalloha laa yudhii'u ajrol-muhsiniin
"Tidak pantas bagi penduduk Madinah dan orang-orang Arab Badui yang berdiam di sekitar mereka, tidak turut menyertai Rasulullah (pergi berperang) dan tidak pantas (pula) bagi mereka lebih mencintai diri mereka daripada (mencintai) diri Rasul. Yang demikian itu karena mereka tidak ditimpa kehausan, kepayahan, dan kelaparan di jalan Allah, dan tidak (pula) menginjak suatu tempat yang membangkitkan amarah orang-orang kafir, dan tidak menimpakan suatu bencana kepada musuh, kecuali (semua) itu akan dituliskan bagi mereka sebagai suatu amal kebajikan. Sungguh, Allah tidak menyia-nyiakan pahala orang-orang yang berbuat baik,"
(QS. At-Taubah 9: Ayat 120)
Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:
مَا كَا نَ لِاَ هْلِ الْمَدِيْنَةِ وَمَنْ حَوْلَهُمْ مِّنَ الْاَ عْرَا بِ اَنْ يَّتَخَلَّفُوْا عَنْ رَّسُوْلِ اللّٰهِ وَ لَا يَرْغَبُوْا بِاَ نْفُسِهِمْ عَنْ نَّـفْسِهٖ ۗ ذٰلِكَ بِاَ نَّهُمْ لَا يُصِيْبُهُمْ ظَمَاٌ وَّلَا نَصَبٌ وَّلَا مَخْمَصَةٌ فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ وَلَا يَطَئُــوْنَ مَوْطِئًا يَّغِيْظُ الْكُفَّا رَ وَلَا يَنَا لُوْنَ مِنْ عَدُوٍّ نَّيْلًا اِلَّا كُتِبَ لَهُمْ بِهٖ عَمَلٌ صَا لِحٌ ۗ اِنَّ اللّٰهَ لَا يُضِيْعُ اَجْرَ الْمُحْسِنِيْنَ
maa kaana li-ahlil-madiinati wa man haulahum minal-a'roobi ay yatakhollafuu 'ar rosuulillaahi wa laa yarghobuu bi-angfusihim 'an nafsih, zaalika bi-annahum laa yushiibuhum zhoma-uw wa laa nashobuw wa laa makhmashotung fii sabiilillaahi wa laa yatho-uuna mauthi-ay yaghiizhul-kuffaaro wa laa yanaluuna min 'aduwwin nailan illaa kutiba lahum bihii 'amalung shoolih, innalloha laa yudhii'u ajrol-muhsiniin
"Tidak pantas bagi penduduk Madinah dan orang-orang Arab Badui yang berdiam di sekitar mereka, tidak turut menyertai Rasulullah (pergi berperang) dan tidak pantas (pula) bagi mereka lebih mencintai diri mereka daripada (mencintai) diri Rasul. Yang demikian itu karena mereka tidak ditimpa kehausan, kepayahan, dan kelaparan di jalan Allah, dan tidak (pula) menginjak suatu tempat yang membangkitkan amarah orang-orang kafir, dan tidak menimpakan suatu bencana kepada musuh, kecuali (semua) itu akan dituliskan bagi mereka sebagai suatu amal kebajikan. Sungguh, Allah tidak menyia-nyiakan pahala orang-orang yang berbuat baik,"
(QS. At-Taubah 9: Ayat 120)
Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:
لَـقَدْ جَآءَكُمْ رَسُوْلٌ مِّنْ اَنْفُسِكُمْ عَزِيْزٌ عَلَيْهِ مَا عَنِتُّمْ حَرِيْصٌ عَلَيْكُمْ بِا لْمُؤْمِنِيْنَ رَءُوْفٌ رَّحِيْمٌ
laqod jaaa-akum rosuulum min angfusikum 'aziizun 'alaihi maa 'anittum hariishun 'alaikum bil-mu-miniina ro-uufur rohiim
"Sungguh, telah datang kepadamu seorang Rasul dari kaummu sendiri, berat terasa olehnya penderitaan yang kamu alami, (dia) sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, penyantun dan penyayang terhadap orang-orang yang beriman."
(QS. At-Taubah 9: Ayat 128)
* Via Al-Qur'an Indonesia https://quranapp.id
Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:
فَاِ نْ تَوَلَّوْا فَقُلْ حَسْبِيَ اللّٰهُ لَاۤ اِلٰهَ اِلَّا هُوَ ۗ عَلَيْهِ تَوَكَّلْتُ ۗ وَهُوَ رَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيْمِ
fa ing tawallau fa qul hasbiyallohu laaa ilaaha illaa huw, 'alaihi tawakkaltu wa huwa robbul-'arsyil-'azhiim
"Maka jika mereka berpaling (dari keimanan), maka katakanlah (Muhammad), "Cukuplah Allah bagiku; tidak ada Tuhan selain Dia. Hanya kepada-Nya aku bertawakal, dan Dia adalah Tuhan yang memiliki ‘Arsy (singgasana) yang agung.""
(QS. At-Taubah 9: Ayat 129)
Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:
قُلْ لَّاۤ اَمْلِكُ لِنَفْسِيْ ضَرًّا وَّلَا نَفْعًا اِلَّا مَا شَآءَ اللّٰهُ ۗ لِكُلِّ اُمَّةٍ اَجَلٌ ۗ اِذَا جَآءَ اَجَلُهُمْ فَلَا يَسْتَئ۟خِرُوْنَ سَا عَةً وَّلَا يَسْتَقْدِمُوْنَ
qul laaa amliku linafsii dhorrow wa laa naf'an illaa maa syaaa-alloh, likulli ummatin ajal, izaa jaaa-a ajaluhum fa laa yasta-khiruuna saa'ataw wa laa yastaqdimuun
"Katakanlah (Muhammad), "Aku tidak kuasa menolak mudarat ataupun mendatangkan manfaat kepada diriku, kecuali apa yang Allah kehendaki." Bagi setiap umat mempunyai ajal (batas waktu). Apabila ajalnya tiba, mereka tidak dapat meminta penundaan atau percepatan sesaat pun."
(QS. Yunus 10: Ayat 49)
Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:
وَلَا يَحْزُنْكَ قَوْلُهُمْ ۘ اِنَّ الْعِزَّةَ لِلّٰهِ جَمِيْعًا ۗ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ
wa laa yahzungka qouluhum, innal-'izzata lillaahi jamii'aa, huwas-samii'ul-'aliim
"Dan janganlah engkau (Muhammad) sedih oleh perkataan mereka. Sungguh, kekuasaan itu seluruhnya milik Allah. Dia Maha Mendengar, Maha Mengetahui."
(QS. Yunus 10: Ayat 65)
Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:
فَاِ نْ كُنْتَ فِيْ شَكٍّ مِّمَّاۤ اَنْزَلْنَاۤ اِلَيْكَ فَسْـئَلِ الَّذِيْنَ يَقْرَءُوْنَ الْكِتٰبَ مِنْ قَبْلِكَ ۚ لَقَدْ جَآءَكَ الْحَقُّ مِنْ رَّبِّكَ فَلَا تَكُوْنَنَّ مِنَ الْمُمْتَرِيْنَ
fa ing kungta fii syakkim mimmaaa angzalnaaa ilaika fas-alillaziina yaqro-uunal-kitaaba ming qoblik, laqod jaaa-akal-haqqu mir robbika fa laa takuunanna minal-mumtariin
"Maka jika engkau (Muhammad) berada dalam keragu-raguan tentang apa yang Kami turunkan kepadamu maka tanyakanlah kepada orang yang membaca Kitab sebelummu. Sungguh, telah datang kebenaran kepadamu dari Tuhanmu maka janganlah sekali-kali engkau termasuk orang yang ragu,"
(QS. Yunus 10: Ayat 94)
Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:
قُلْ يٰۤاَ يُّهَا النَّا سُ قَدْ جَآءَكُمُ الْحَـقُّ مِنْ رَّبِّكُمْ ۚ فَمَنِ اهْتَدٰى فَاِ نَّمَا يَهْتَدِيْ لِنَفْسِهٖ ۚ وَمَنْ ضَلَّ فَاِ نَّمَا يَضِلُّ عَلَيْهَا ۚ وَمَاۤ اَنَاۡ عَلَيْكُمْ بِوَكِيْلٍ
qul yaaa ayyuhan-naasu qod jaaa-akumul-haqqu mir robbikum, fa manihtadaa fa innamaa yahtadii linafsih, wa mang dholla fa innamaa yadhillu 'alaihaa, wa maaa ana 'alaikum biwakiil
"Katakanlah (Muhammad), "Wahai manusia! Telah datang kepadamu kebenaran (Al-Qur'an) dari Tuhanmu, sebab itu barang siapa mendapat petunjuk maka sebenarnya (petunjuk itu) untuk (kebaikan) dirinya sendiri. Dan barang siapa sesat, sesungguhnya kesesatannya itu (mencelakakan) dirinya sendiri. Dan aku bukanlah pemelihara dirimu.""
(QS. Yunus 10: Ayat 108)
Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:
فَلَعَلَّكَ تَا رِكٌۢ بَعْضَ مَا يُوْحٰۤى اِلَيْكَ وَضَآئِقٌ بِۢهٖ صَدْرُكَ اَنْ يَّقُوْلُوْا لَوْلَاۤ اُنْزِلَ عَلَيْهِ كَنْزٌ اَوْ جَآءَ مَعَهٗ مَلَكٌ ۗ اِنَّمَاۤ اَنْتَ نَذِيْرٌ ۗ وَا للّٰهُ عَلٰى كُلِّ شَيْءٍ وَّكِيْلٌ
fa la'allaka taarikum ba'dho maa yuuhaaa ilaika wa dhooo-iqum bihii shodruka ay yaquuluu lau laaa ungzila 'alaihi kangzun au jaaa-a ma'ahuu malak, innamaaa angta naziir, wallohu 'alaa kulli syai-iw wakiil
"Maka boleh jadi engkau (Muhammad) hendak meninggalkan sebagian dari apa yang diwahyukan kepadamu dan dadamu sempit karenanya, karena mereka akan mengatakan, "Mengapa tidak diturunkan kepadanya harta (kekayaan) atau datang bersamanya malaikat?" Sungguh, engkau hanyalah seorang pemberi peringatan dan Allah pemelihara segala sesuatu."
(QS. Hud 11: Ayat 12)
Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:
وَكُلًّا نَّقُصُّ عَلَيْكَ مِنْ اَنْۢبَآءِ الرُّسُلِ مَا نُثَبِّتُ بِهٖ فُؤَادَكَ ۚ وَجَآءَكَ فِيْ هٰذِهِ الْحَـقُّ وَمَوْعِظَةٌ وَّذِكْرٰى لِلْمُؤْمِنِيْنَ
wa kullan naqushshu 'alaika min ambaaa-ir-rusuli maa nusabbitu bihii fu-aadaka wa jaaa-aka fii haazihil-haqqu wa mau'izhotuw wa zikroo lil-mu-miniin
"Dan semua kisah rasul-rasul, Kami ceritakan kepadamu (Muhammad), agar dengan kisah itu Kami teguhkan hatimu; dan di dalamnya telah diberikan kepadamu (segala) kebenaran, nasihat, dan peringatan bagi orang yang beriman."
(QS. Hud 11: Ayat 120)
Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:
وَمَاۤ اَكْثَرُ النَّا سِ وَلَوْ حَرَصْتَ بِمُؤْمِنِيْنَ
wa maaa aksarun-naasi walau haroshta bimu-miniin
"Dan kebanyakan manusia tidak akan beriman walaupun engkau sangat menginginkannya."
(QS. Yusuf 12: Ayat 103)
Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:
وَاِ نْ مَّا نُرِيَـنَّكَ بَعْضَ الَّذِيْ نَعِدُهُمْ اَوْ نَـتَوَفَّيَنَّكَ فَاِ نَّمَا عَلَيْكَ الْبَلٰغُ وَعَلَيْنَا الْحِسَا بُ
wa im maa nuriyannaka ba'dhollazii na'iduhum au natawaffayannaka fa innamaa 'alaikal-balaaghu wa 'alainal-hisaab
"Dan sungguh jika Kami perlihatkan kepadamu (Muhammad) sebagian (siksaan) yang Kami ancamkan kepada mereka atau Kami wafatkan engkau, maka sesungguhnya tugasmu hanya menyampaikan saja, dan Kami-lah yang memperhitungkan (amal mereka)."
(QS. Ar-Ra'd 13: Ayat 40)
Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:
الٓرٰ ۗ كِتٰبٌ اَنْزَلْنٰهُ اِلَيْكَ لِـتُخْرِجَ النَّا سَ مِنَ الظُّلُمٰتِ اِلَى النُّوْرِ ۙ بِاِ ذْنِ رَبِّهِمْ اِلٰى صِرَا طِ الْعَزِيْزِ الْحَمِيْدِ
alif-laaam-roo, kitaabun angzalnaahu ilaika litukhrijan-naasa minazh-zhulumaati ilan-nuuri bi-izni robbihim ilaa shiroothil-'aziizil-hamiid
"Alif Lam Ra. (Ini adalah) Kitab yang Kami turunkan kepadamu (Muhammad) agar engkau mengeluarkan manusia dari kegelapan kepada cahaya terang-benderang dengan izin Tuhan mereka, (yaitu) menuju jalan Tuhan Yang Maha Perkasa, Maha Terpuji."
(QS. Ibrahim 14: Ayat 1)
Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:
وَلَـقَدْ اٰتَيْنٰكَ سَبْعًا مِّنَ الْمَـثَا نِيْ وَا لْـقُرْاٰ نَ الْعَظِيْمَ
wa laqod aatainaaka sab'am minal-masaanii wal-qur-aanal-'azhiim
"Dan sungguh, Kami telah memberikan kepadamu tujuh (ayat) yang (dibaca) berulang-ulang dan Al-Qur'an yang agung."
(QS. Al-Hijr 15: Ayat 87) (al fatihah)
Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:
لَا تَمُدَّنَّ عَيْنَيْكَ اِلٰى مَا مَتَّعْنَا بِهٖۤ اَزْوَا جًا مِّنْهُمْ وَلَا تَحْزَنْ عَلَيْهِمْ وَا خْفِضْ جَنَا حَكَ لِلْمُؤْمِنِيْنَ
laa tamuddanna 'ainaika ilaa maa matta'naa bihiii azwaajam min-hum wa laa tahzan 'alaihim wakhfidh janaahaka lil-mu-miniin
"Jangan sekali-kali engkau (Muhammad) tujukan pandanganmu kepada kenikmatan hidup yang telah Kami berikan kepada beberapa golongan di antara mereka (orang kafir), dan jangan engkau bersedih hati terhadap mereka dan berendah hatilah engkau terhadap orang yang beriman."
(QS. Al-Hijr 15: Ayat 88)
Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:
وَلَـقَدْ نَـعْلَمُ اَنَّكَ يَضِيْقُ صَدْرُكَ بِمَا يَقُوْلُوْنَ
wa laqod na'lamu annaka yadhiiqu shodruka bimaa yaquuluun
"Dan sungguh, Kami mengetahui bahwa dadamu menjadi sempit disebabkan apa yang mereka ucapkan,"
(QS. Al-Hijr 15: Ayat 97)
Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:
فَسَبِّحْ بِحَمْدِ رَبِّكَ وَكُنْ مِّنَ السّٰجِدِيْنَ
fa sabbih bihamdi robbika wa kum minas-saajidiin
"maka bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu dan jadilah engkau di antara orang yang bersujud (sholat),"
(QS. Al-Hijr 15: Ayat 98)
Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:
وَا عْبُدْ رَبَّكَ حَتّٰى يَأْتِيَكَ الْيَـقِيْنُ
wa'bud robbaka hattaa ya-tiyakal-yaqiin
"dan sembahlah Tuhanmu sampai yakin (ajal) datang kepadamu."
(QS. Al-Hijr 15: Ayat 99)
Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:
وَلَوْلَاۤ اَنْ ثَبَّتْنٰكَ لَقَدْ كِدْتَّ تَرْكَنُ اِلَيْهِمْ شَيْـئًـا قَلِيْلًا
walau laaa ang sabbatnaaka laqod kitta tarkanu ilaihim syai-ang qoliilaa
"Dan sekiranya Kami tidak memperteguh (hati)mu, niscaya engkau hampir saja condong sedikit kepada mereka,"
(QS. Al-Isra' 17: Ayat 74)
Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:
اِذًا لَّاَذَقْنٰكَ ضِعْفَ الْحَيٰوةِ وَضِعْفَ الْمَمَا تِ ثُمَّ لَا تَجِدُ لَـكَ عَلَيْنَا نَصِيْرًا
izal la-azaqnaaka dhi'fal-hayaati wa dhi'fal-mamaati summa laa tajidu laka 'alainaa nashiiroo
"jika demikian, tentu akan Kami rasakan kepadamu (siksaan) berlipat ganda di dunia ini dan berlipat ganda setelah mati, dan engkau (Muhammad) tidak akan mendapat seorang penolong pun terhadap Kami."
(QS. Al-Isra' 17: Ayat 75)
Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:
وَلَئِنْ شِئْنَا لَنَذْهَبَنَّ بِا لَّذِيْۤ اَوْحَيْنَاۤ اِلَيْكَ ثُمَّ لَا تَجِدُ لَـكَ بِهٖ عَلَيْنَا وَكِيْلًا
wa la-ing syi-naa lanaz-habanna billaziii auhainaaa ilaika summa laa tajidu laka bihii 'alainaa wakiilaa
"Dan sesungguhnya jika Kami menghendaki, niscaya Kami lenyapkan apa yang telah Kami wahyukan kepadamu (Muhammad), dan engkau tidak akan mendapatkan seorang pembela pun terhadap Kami,"
(QS. Al-Isra' 17: Ayat 86)
Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:
اِلَّا رَحْمَةً مِّنْ رَّبِّكَ ۗ اِنَّ فَضْلَهٗ كَا نَ عَلَيْكَ كَبِيْرًا
illaa rohmatam mir robbik, inna fadhlahuu kaana 'alaika kabiiroo
"kecuali karena rahmat dari Tuhanmu. Sungguh, karunia-Nya atasmu (Muhammad) sangat besar."
(QS. Al-Isra' 17: Ayat 87)
Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:
وَا صْبِرْ نَـفْسَكَ مَعَ الَّذِيْنَ يَدْعُوْنَ رَبَّهُمْ بِا لْغَدٰوةِ وَا لْعَشِيِّ يُرِيْدُوْنَ وَجْهَهٗ وَلَا تَعْدُ عَيْنٰكَ عَنْهُمْ ۚ تُرِيْدُ زِيْنَةَ الْحَيٰوةِ الدُّنْيَا ۚ وَ لَا تُطِعْ مَنْ اَغْفَلْنَا قَلْبَهٗ عَنْ ذِكْرِنَا وَا تَّبَعَ هَوٰٮهُ وَكَا نَ اَمْرُهٗ فُرُطًا
washbir nafsaka ma'allaziina yad'uuna robbahum bil-ghodaati wal-'asyiyyi yuriiduuna waj-hahuu wa laa ta'du 'ainaaka 'an-hum, turiidu ziinatal-hayaatid-dun-yaa, wa laa tuthi' man aghfalnaa qolbahuu 'ang zikrinaa wattaba'a hawaahu wa kaana amruhuu furuthoo
"Dan bersabarlah engkau (Muhammad) bersama orang yang menyeru Tuhannya pada pagi dan senja hari dengan mengharap keridaan-Nya; dan janganlah kedua matamu berpaling dari mereka (karena) mengharapkan perhiasan kehidupan dunia; dan janganlah engkau mengikuti orang yang hatinya telah Kami lalaikan dari mengingat Kami, serta menuruti keinginannya dan keadaannya sudah melewati batas."
(QS. Al-Kahf 18: Ayat 28)
Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:
قُلْ اِنَّمَاۤ اَنَاۡ بَشَرٌ مِّثْلُكُمْ يُوْحٰۤى اِلَيَّ اَنَّمَاۤ اِلٰهُكُمْ اِلٰـهٌ وَّا حِدٌ ۚ فَمَنْ كَا نَ يَرْجُوْا لِقَآءَ رَبِّهٖ فَلْيَـعْمَلْ عَمَلًا صَا لِحًـاوَّلَايُشْرِكْ بِعِبَا دَةِ رَبِّهٖۤ اَحَدًا
qul innamaaa ana basyarum mislukum yuuhaaa ilayya annamaaa ilaahukum ilaahuw waahid, fa mang kaana yarjuu liqooo-a robbihii falya'mal 'amalang shoolihaw wa laa yusyrik bi'ibaadati robbihiii ahadaa
"Katakanlah (Muhammad), "Sesungguhnya aku ini hanya seorang manusia seperti kamu, yang telah menerima wahyu, bahwa sesungguhnya Tuhan kamu adalah Tuhan Yang Maha Esa." Maka barang siapa mengharap pertemuan dengan Tuhannya, maka hendaklah dia mengerjakan kebajikan dan janganlah dia menyekutukan dengan sesuatu pun dalam beribadah kepada Tuhannya."
(QS. Al-Kahf 18: Ayat 110)
* Via Al-Qur'an Indonesia https://quranapp.id
Tidak ada komentar:
Posting Komentar