Sabtu, 23 Mei 2026

Kami (Allah) ; tiada hukuman tanpa peringatan / ilmu kami

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

فَلَنَسْـئَــلَنَّ الَّذِيْنَ اُرْسِلَ اِلَيْهِمْ وَلَـنَسْئَـــلَنَّ الْمُرْسَلِيْنَ 
fa lanas-alannallaziina ursila ilaihim wa lanas-alannal-mursaliin

"Maka, pasti akan Kami tanyakan kepada umat yang telah mendapat seruan (dari rasul-rasul) dan Kami akan tanyai (pula) para rasul,"
(QS. Al-A'raf 7: Ayat 6)

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

فَلَنَقُصَّنَّ عَلَيْهِمْ بِعِلْمٍ وَّمَا كُنَّا غَآئِبِيْنَ
fa lanaqushshonna 'alaihim bi'ilmiw wa maa kunnaa ghooo-ibiin

"dan pasti akan Kami beritakan kepada mereka dengan ilmu (Kami) dan Kami tidak jauh (dari mereka)."
(QS. Al-A'raf 7: Ayat 7)

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

وَمَاۤ اَهْلَـكْنَا مِنْ قَرْيَةٍ اِلَّا وَلَهَا كِتَا بٌ مَّعْلُوْمٌ
wa maaa ahlaknaa ming qoryatin illaa wa lahaa kitaabum ma'luum

"Dan Kami tidak membinasakan suatu negeri, melainkan sudah ada ketentuan yang ditetapkan baginya."
(QS. Al-Hijr 15: Ayat 4)

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

مَا تَسْبِقُ مِنْ اُمَّةٍ اَجَلَهَا وَمَا يَسْتَئ۟خِرُوْنَ
maa tasbiqu min ummatin ajalahaa wa maa yasta-khiruun

"Tidak ada suatu umat pun yang dapat mendahului ajalnya, dan tidak (pula) dapat meminta penundaan(-nya)."
(QS. Al-Hijr 15: Ayat 5)

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

وَقَا لَ الَّذِيْنَ اَشْرَكُوْا لَوْ شَآءَ اللّٰهُ مَا عَبَدْنَا مِنْ دُوْنِهٖ مِنْ شَيْءٍ نَّحْنُ وَلَاۤ اٰبَآ ؤُنَا وَلَا حَرَّمْنَا مِنْ دُوْنِهٖ مِنْ شَيْءٍ ۗ كَذٰلِكَ فَعَلَ الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِهِمْ ۚ فَهَلْ عَلَى الرُّسُلِ اِلَّا الْبَلٰغُ الْمُبِيْنُ
wa qoolallaziina asyrokuu lau syaaa-allohu maa 'abadnaa ming duunihii ming syai-in nahnu wa laaa aabaaa-unaa wa laa harromnaa ming duunihii ming syaii, kazaalika fa'alallaziina ming qoblihim, fa hal 'alar-rusuli illal-balaaghul-mubiin

"Dan orang musyrik berkata, "Jika Allah menghendaki, niscaya kami tidak akan menyembah sesuatu apa pun selain Dia, baik kami maupun bapak-bapak kami, dan tidak (pula) kami mengharamkan sesuatu pun tanpa (izin)-Nya." Demikianlah yang diperbuat oleh orang sebelum mereka. Bukankah kewajiban para Rasul hanya menyampaikan (amanat Allah) dengan jelas."
(QS. An-Nahl 16: Ayat 35)

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

وَاِ ذَاۤ اَرَدْنَاۤ اَنْ نُّهْلِكَ قَرْيَةً اَمَرْنَا مُتْرَفِيْهَا فَفَسَقُوْا فِيْهَا فَحَقَّ عَلَيْهَا الْقَوْلُ فَدَمَّرْنٰهَا تَدْمِيْرًا
wa izaaa arodnaaa an nuhlika qoryatan amarnaa mutrofiihaa fa fasaquu fiihaa fa haqqo 'alaihal-qoulu fa dammarnaahaa tadmiiroo

"Dan jika Kami hendak membinasakan suatu negeri, maka Kami perintahkan kepada orang yang hidup mewah di negeri itu (agar menaati Allah), tetapi bila mereka melakukan kedurhakaan di dalam (negeri) itu, maka sepantasnya berlakulah terhadapnya perkataan (hukuman Kami), kemudian Kami binasakan sama sekali (negeri itu)."
(QS. Al-Isra' 17: Ayat 16)

* Via Al-Qur'an Indonesia https://quranapp.id

Tidak ada komentar:

Posting Komentar