Selasa, 28 Juli 2026

senat rapat prodi baru dgn fakultas2 uin

Rapat Pembahasan pembukaan Prodi febi, saintek dan pos

Tim Pembukaan Prodi Pariwisata Syari'ah yang di ketui Dekan FEBI UIN RIL, mematangkan rencananya dengan mempresentasikan proposal pendirian prodi baru dalam rapat senat UIN RIL bersamaan dengan PPs dan Saintek yang juga menerb

Dalam rapat 

Berlangsung 


Senat UIN KETUA Idham Kholid, Sekretaris Prof Baharudin

Dalam rangka 

Kumedi 
Menambah khasanah tim prodi baru, wd i 

Latarbelakangi perkembangan industri halal tuntutan yg harus di sambut

Butuh SDM 

Lampung potensi wisata sangat besar 
Budaya wisata religi

Program studi pengembangan ekonomi daerah

Modal akademik kuat, febi memiliki kemitraan, persaingan prodi ketat

Analisis Pasar prodi baru melihat kebutuhan pasar 

Diferensiasi and, sumber daya nilai tambah Univ kelayakan 

Analisis akd prodi bru ini masukan dr berbagai stake holder 

Benchmark ing ke cirebon 

Prodi ini penting bgi pembegmebangan fakultas krn tuntutan pasar, analisis akd butuh baik forum dosen n stakeholder yg butuh 

Dasar analisis dr aspek akademisi 
 SDM, sarpras, 

Analisis progresif daerah, bagus 

Prospek lulusan relevansi perkembangan industri wisata halal 

Kelayakan 

Hanya 1 yg diusulkan, digiral marketing belum bisa dikaji 


..... 

Prof agus pos 
deadline tgl 30, apresiasi dr ketua komisi akdeimik dan kelimuwan

Substan dr rujukan10 2026, 14 Juli 26, pwrmnediktki sanitek walo prodi syariah kemenag = harus memenuhi syarat minimal akreditasi kurikulum sudah

Rencana pelajaran sudah, dosen n tendik sudah, sarpras diadakan, tata kelola 
Sistem penjaminan mutu sdh ada bpnnp nya sudah berjalan, catatan saya di kurikulum yg ada pastikan core keilmuan mencerminkan visi kurikulum,  konsep teoriitas pengetahuan dan keterampilan produ pariwara

Powerfull di P pengetahuan tim pengusul yg kompeten dosen sesuai prodi, kk keterampilan khusus/kerja, profil lulusan bisa apa setelah lulus 

Mengaplikasikan ilmu n keterampilan

Suasana belajar berorientasi kepada mh siswa ada di dokumen kurikulum = rps 

Flowchart pdca internasional 

Linear 144 sks 

Statua no 9 th 2026, ortaker 2026 berpedoman di adaptasi 

Template diperhatikan, kebijakan, kebutuhan lukusan, prediksi jumlah mhsw, SMK, sma, kurikulum 

Tracking dosen lulusan luar negeri utk, 

........ 
Ketua prof idham kholid minta yg disampaikan prof agus di highlite
....... 
Prof agus fahrudin lagi ;
Ibi darmajaya dgn itera ada prodi pariwisata utk perbandingan, tpi dgn diluar negeri / internasional misal produ malysia 

Profil lulusan :
praktisi dan profesional, enterpreneur pariwisata, peneliti pariwisata syarahan 

Capaian pembelajaran, sikap, pengetahuan, keterampilan

Struktur kurikulum yg mendalam berdasar teori dan praktek minimal 3 Ssk, bs diliat di rps ikuti format rps uin ril 

Integrasi pendidikan penelitian, pengabdian masyarakat

Validasi 

#prof baharudin moderator

#Yusuf Baihaqi asesor banpt


Senat mendukung 

Jgn sampe menghadapi akreditasi uin 2029 bermasalah krn bermasalah  di prodi  

Krusial dosen yaitu dosen homebase minimal 5 dgn kelimuwan pariwisata sayariah 

Dosen homebase dr 6 hanya ada 2 tpi bukan dosen uin, teknis klaimnya bgmn
Di kepegawaian

Toelrnasi dgn catatan, pastikan dosen itu punya tulisan pariwisata syaraih, tugas akhirnya sesuai, atau dia mengajar matkul 

Utk asesor nya Lamemba eh lampar perlu dilihat

Apakah mencakup haji umroh = no

Sks nya 148 pariwisata, minimal 145 

..... 
#Prof tulus 

Kedepan kompetensi ditekankan, dosen mutlak disiapkan  

wajib akreditasi minimal maka dikirim ke LAM dulu, 

, atau buat prodi manajemen haji dan umroh itu masuk Lamemba 

Prof Arsyad shoby ushuluddin Komisi perencanaan tata kelola sarpras apa yg harus ada

#prof.agus, permendikbud ; boleh hair dosen tpi di klaim 

time teaching buka turn teaching 
.... 

Dekan febi ;
Trims telaah dan masukan dr pimpinan senat masukan berharga, mengacu pada regulasi terbaru 

Terkait dosen kendala saat susun proposal mencari s2 pariwara sulit, hasil benchmark dgn uin Cyber di kasih rekomendasi alumni UGM, 

Kita mencari alumni baru yg belum ber homebase, mereka minta jaminan 

Rencana nanti jadi dosen kontrak 

Melalui warek 2 ada dosen dr dinas pariwisata 

Proposal ini masih minimalis dan terus disempurnakan dan diupdate 

Dosen yg tadi 5 sekarang 9 

Masalah manajemen insyaallah kita akomodir, mata kuliah mengacu pda kampus lain, cirebon, kurikulum nya tidak jauh berbeda dgn memperkuat muatan lokal nyaengenai potensi pariwisata bdi lampung 

Mensikapi Tambahan kata2 manajemen, akan di tindaklanjuti karena terkait dapat jadi fakultas syariah sendiri tapi sementara tdk apa. 

...... 
Pascasarjana prof tulus ;

Senat Universitas Islam Negeri (UIN) menguji proposal pendirian program studi (prodi) baru untuk memastikan kelayakan akademik, kesiapan kurikulum, serta ketersediaan sumber daya manusia. Tahapan ini merupakan bagian penting dalam proses pengembangan institusi sebelum izin penyelenggaraan diajukan secara resmi. [1, 2]
Proses Uji Proposal Prodi Baru
  • Penilaian Kurikulum: Senat dan tim penjaminan mutu memeriksa kesesuaian capaian pembelajaran, struktur mata kuliah, serta kekhasan keilmuan prodi. [1]
  • Kesiapan Sumber Daya: Evaluasi mencakup ketersediaan tenaga pendidik (dosen) yang sesuai bidang dan sarana penunjang. [1, 2, 3]
  • Penerbitan Pertimbangan: Hasil dari pengujian ini berupa surat pertimbangan atau rekomendasi resmi dari Senat Perguruan Tinggi yang menjadi syarat mutlak usulan izin pembukaan prodi. [1

  • ##############

Pascasarjana Universitas Islam Negeri (UIN) Palangka Raya melaksanakan kegiatan Review Proposal Pembukaan Program Studi Baru S2 Pendidikan Bahasa Inggris. Kegiatan ini dilaksanakan secara hybrid melalui Zoom Meeting dengan pusat kegiatan bertempat di Aula Pascasarjana lantai 2 UIN Palangka Raya, Rabu (27/8/2025).























Selasa, 21 Juli 2026

ayat membingungkan

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

خٰلِدِيْنَ فِيْهَا مَا دَا مَتِ السَّمٰوٰتُ وَا لْاَ رْضُ اِلَّا مَا شَآءَ رَبُّكَ ۗ اِنَّ رَبَّكَ فَعَّا لٌ لِّمَا يُرِيْدُ
khoolidiina fiihaa maa daamatis-samaawaatu wal-ardhu illaa maa syaaa-a robbuk, inna robbaka fa''aalul limaa yuriid

"Mereka kekal di dalamnya selama ada langit dan bumi, kecuali jika Tuhanmu menghendaki (yang lain). Sungguh, Tuhanmu Maha Pelaksana terhadap apa yang Dia kehendaki."
(QS. Hud 11: Ayat 107)

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

 وَاَ مَّا الَّذِيْنَ سُعِدُوْا فَفِى الْجَـنَّةِ خٰلِدِيْنَ فِيْهَا مَا دَا مَتِ السَّمٰوٰتُ وَا لْاَ رْضُ اِلَّا مَا شَآءَ رَبُّكَ ۗ عَطَآءً غَيْرَ مَجْذُوْذٍ
wa ammallaziina su'iduu fa fil-jannati khoolidiina fiihaa maa daamatis-samaawaatu wal-ardhu illaa maa syaaa-a robbuk, 'athooo-an ghoiro majzuuz

"Dan adapun orang-orang yang berbahagia, maka (tempatnya) di dalam surga; mereka kekal di dalamnya selama ada langit dan bumi, kecuali jika Tuhanmu menghendaki (yang lain); sebagai karunia yang tidak ada putus-putusnya."
(QS. Hud 11: Ayat 108)

* Via Al-Qur'an Indonesia https://quranapp.id

Kamis, 09 Juli 2026

kegaiban, lauhul mahfudz, pengawasan dll

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

وَمَا تَكُوْنُ فِيْ شَأْنٍ وَّمَا تَتْلُوْا مِنْهُ مِنْ قُرْاٰ نٍ وَّلَا تَعْمَلُوْنَ مِنْ عَمَلٍ اِلَّا كُنَّا عَلَيْكُمْ شُهُوْدًا اِذْ تُفِيْضُوْنَ فِيْهِ ۗ وَمَا يَعْزُبُ عَنْ رَّبِّكَ مِنْ مِّثْقَا لِ ذَرَّةٍ فِى الْاَ رْضِ وَلَا فِى السَّمَآءِ وَلَاۤ اَصْغَرَ مِنْ ذٰلِكَ وَلَاۤ اَكْبَرَ اِلَّا فِيْ كِتٰبٍ مُّبِيْنٍ
wa maa takuunu fii sya-niw wa maa tatluu min-hu ming qur-aaniw wa laa ta'maluuna min 'amalin illaa kunnaa 'alaikum syuhuudan iz tufiidhuuna fiih, wa maa ya'zubu 'ar robbika mim misqooli zarroting fil-ardhi wa laa fis-samaaa-i wa laaa ashghoro ming zaalika wa laaa akbaro illaa fii kitaabim mubiin

"Dan tidaklah engkau (Muhammad) berada dalam suatu urusan, dan tidak membaca suatu ayat Al-Qur'an serta tidak pula kamu melakukan suatu pekerjaan, melainkan Kami menjadi saksi atasmu ketika kamu melakukannya. Tidak lengah sedikit pun dari pengetahuan Tuhanmu biarpun sebesar zarrah, baik di Bumi maupun di langit. Tidak ada sesuatu yang lebih kecil dan yang lebih besar daripada itu, melainkan semua tercatat dalam Kitab yang nyata (Lauh Mahfuz)."
(QS. Yunus 10: Ayat 61)

* Via Al-Qur'an Indonesia https://quranapp.id

Jumat, 03 Juli 2026

bukti Al Qur'an sains dan keajaiban

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

هُوَ الَّذِيْ جَعَلَ الشَّمْسَ ضِيَآءً وَّا لْقَمَرَ نُوْرًا وَّقَدَّرَهٗ مَنَا زِلَ لِتَعْلَمُوْا عَدَدَ السِّنِيْنَ وَا لْحِسَا بَ ۗ مَا خَلَقَ اللّٰهُ ذٰلِكَ اِلَّا بِا لْحَـقِّ ۚ يُفَصِّلُ الْاٰ يٰتِ لِقَوْمٍ يَّعْلَمُوْنَ
huwallazii ja'alasy-syamsa dhiyaaa-aw wal-qomaro nuurow wa qoddarohuu manaazila lita'lamuu 'adadas-siniina wal-hisaab, maa kholaqollohu zaalika illaa bil-haqq, yufashshilul-aayaati liqoumiy ya'lamuun

"Dialah yang menjadikan matahari bersinar dan bulan bercahaya, dan Dialah yang menetapkan tempat-tempat orbitnya, agar kamu mengetahui bilangan tahun, dan perhitungan (waktu). Allah tidak menciptakan yang demikian itu melainkan dengan benar. Dia menjelaskan tanda-tanda (kebesaran-Nya) kepada orang-orang yang mengetahui."
(QS. Yunus 10: Ayat 5)

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

هُوَ الَّذِيْ جَعَلَ لَـكُمُ الَّيْلَ لِتَسْكُنُوْا فِيْهِ وَا لنَّهَا رَ مُبْصِرًا ۗ اِنَّ فِيْ ذٰلِكَ لَاٰ يٰتٍ لِّـقَوْمٍ يَّسْمَعُوْنَ
huwallazii ja'ala lakumul-laila litaskunuu fiihi wan-nahaaro mubshiroo, inna fii zaalika la-aayaatil liqoumiy yasma'uun

"Dialah yang menjadikan malam bagimu agar kamu beristirahat padanya dan menjadikan siang terang-benderang. Sungguh, yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi orang-orang yang mendengar."
(QS. Yunus 10: Ayat 67)

* Via Al-Qur'an Indonesia https://quranapp.id

Senin, 22 Juni 2026

perbandingan Dunia dgn Akhirat

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

يٰۤـاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا مَا لَـكُمْ اِذَا قِيْلَ لَـكُمُ انْفِرُوْا فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ اثَّا قَلْـتُمْ اِلَى الْاَ رْضِ ۗ اَرَضِيْتُمْ بِا لْحَيٰوةِ الدُّنْيَا مِنَ الْاٰ خِرَةِ ۚ فَمَا مَتَا عُ الْحَيٰوةِ الدُّنْيَا فِى الْاٰ خِرَةِ اِلَّا قَلِيْلٌ
yaaa ayyuhallaziina aamanuu maa lakum izaa qiila lakumungfiruu fii sabiilillaahis saaqoltum ilal-ardh, a rodhiitum bil-hayaatid-dun-yaa minal-aakhiroh, fa maa mataa'ul-hayaatid-dun-yaa fil-aakhiroti illaa qoliil

"Wahai orang-orang yang beriman! Mengapa apabila dikatakan kepada kamu, "Berangkatlah (untuk berperang) di jalan Allah," kamu merasa berat dan ingin tinggal di tempatmu? Apakah kamu lebih menyenangi kehidupan di dunia daripada kehidupan di akhirat? Padahal kenikmatan hidup di dunia ini (dibandingkan dengan kehidupan) di akhirat hanyalah sedikit."
(QS. At-Taubah 9: Ayat 38)

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

مَنْ كَا نَ يُرِيْدُ الْحَيٰوةَ الدُّنْيَا وَ زِيْنَتَهَا نُوَفِّ اِلَيْهِمْ اَعْمَا لَهُمْ فِيْهَا وَهُمْ فِيْهَا لَا يُبْخَسُوْنَ
mang kaana yuriidul-hayaatad-dun-yaa wa ziinatahaa nuwaffi ilaihim a'maalahum fiihaa wa hum fiihaa laa yubkhosuun

"Barang siapa menghendaki kehidupan dunia dan perhiasannya, pasti Kami berikan (balasan) penuh atas pekerjaan mereka di dunia (dengan sempurna) dan mereka di dunia tidak akan dirugikan."
(QS. Hud 11: Ayat 15)

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

اُولٰٓئِكَ الَّذِيْنَ لَـيْسَ لَهُمْ فِى الْاٰ خِرَةِ اِلَّا النَّا رُ ۖ وَحَبِطَ مَا صَنَعُوْا فِيْهَا وَبٰطِلٌ مَّا كَا نُوْا يَعْمَلُوْنَ
ulaaa-ikallaziina laisa lahum fil-aakhiroti illan-naaru wa habitho maa shona'uu fiihaa wa baathilum maa kaanuu ya'maluun

"Itulah orang-orang yang tidak memperoleh (sesuatu) di akhirat kecuali neraka, dan sia-sialah di sana apa yang telah mereka usahakan (di dunia) dan terhapuslah apa yang telah mereka kerjakan."
(QS. Hud 11: Ayat 16)

* Via Al-Qur'an Indonesia https://quranapp.id

Minggu, 21 Juni 2026

foto dgn artis bola


- Tujuan: Membuat foto swafoto ultra-realistis, spontan, seolah asli, momen penyerbuan lapangan sesudah pertandingan Piala Dunia FIFA 2026
- Komposisi utama:
- Penggemar: di depan, memegang ponsel untuk berfoto, terlihat bersemangat/terpacu adrenalin, ditarik petugas keamanan dari belakang
- Pemain sepak bola: berdiri di sampingnya, ekspresi terkejut tapi tetap santai/terhibur
- Latar: Stadion penuh penonton, sorotan lampu, kru siaran, wasit, fotografer, suasana pasca pertandingan yang ramai dan kacau
- Gaya teknis: Format vertikal 9:16, sudut lebar, sedikit goyangan kamera, buram gerak, kualitas seperti asli dari ponsel, tidak terlihat seperti hasil buatan AI
- Batasan: Tanpa tulisan, tanda air, logo, pencahayaan yang berlebihan, atau wajah yang ditempel
 
 
 
🖼️ Deskripsi Akhir Sesuai Permintaan
 
Foto swafoto vertikal 9:16 yang terlihat asli diambil sesaat setelah pertandingan Piala Dunia 2026. Di bagian depan, seorang penggemar terlihat bersemangat memegang ponsel menghadap ke arah dirinya dan seorang pemain sepak bola yang berdiri di sampingnya—wajah pemain tampak terkejut namun tetap tersenyum santai. Di belakang penggemar, dua petugas keamanan terlihat sedang menarik tubuhnya untuk menjauh, membuat posisinya sedikit miring dan goyah.
 
Sudut pandang lensa lebar menampakkan keramaian stadion yang dipenuhi penonton, cahaya lampu sorot yang menyala terang, serta kerumunan orang di pinggir lapangan—termasuk fotografer, kru siaran, dan ofisial pertandingan. Gambar memiliki sedikit goyangan kamera dan efek buram gerak alami, seolah diambil secara tergesa-gesa. Suasananya penuh kegembiraan, kekacauan, dan momen yang sulit dipercaya, persis seperti foto viral yang sering tersebar di media sosial.
 

Kamis, 28 Mei 2026

orang paling buruk merugi hati terkunci tersesat


Merasa aman dari siksa Allah = rugi
Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

اَفَاَ مِنُوْا مَكْرَ اللّٰهِ ۚ فَلَا يَأْمَنُ مَكْرَ اللّٰهِ اِلَّا الْقَوْمُ الْخٰسِرُوْنَ
a fa aminuu makrolloh, fa laa ya-manu makrollohi illal-qoumul-khoosiruun

"Atau apakah mereka merasa aman dari siksaan Allah (yang tidak terduga-duga)? Tidak ada yang merasa aman dari siksaan Allah selain orang-orang yang rugi."
(QS. Al-A'raf 7: Ayat 99)

* Via Al-Qur'an Indonesia https://quranapp.id


Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

اَوَلَمْ يَهْدِ لِلَّذِيْنَ يَرِثُوْنَ الْاَ رْضَ مِنْۢ بَعْدِ اَهْلِهَاۤ اَنْ لَّوْ نَشَآءُ اَصَبْنٰهُمْ بِذُنُوْبِهِمْ ۚ وَنَطْبَعُ عَلٰى قُلُوْبِهِمْ فَهُمْ لَا يَسْمَعُوْنَ
a wa lam yahdi lillaziina yarisuunal-ardho mim ba'di ahlihaaa al lau nasyaaa-u ashobnaahum bizunuubihim, wa nathba'u 'alaa quluubihim fa hum laa yasma'uun

"Atau apakah belum jelas bagi orang-orang yang mewarisi suatu negeri setelah (lenyap) penduduknya? Bahwa kalau Kami menghendaki pasti Kami siksa mereka karena dosa-dosanya; dan Kami mengunci hati mereka sehingga mereka tidak dapat mendengar (pelajaran)."
(QS. Al-A'raf 7: Ayat 100)

* Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

سَاَ صْرِفُ عَنْ اٰيٰتِيَ الَّذِيْنَ يَتَكَبَّرُوْنَ فِى الْاَ رْضِ بِغَيْرِ الْحَـقِّ ۗ وَاِ نْ يَّرَوْا كُلَّ اٰيَةٍ لَّا يُؤْمِنُوْا بِهَا ۚ وَاِ نْ يَّرَوْا سَبِيْلَ الرُّشْدِ لَا يَتَّخِذُوْهُ سَبِيْلًا ۚ وَّاِنْ يَّرَوْا سَبِيْلَ الْغَيِّ يَتَّخِذُوْهُ سَبِيْلًا ۗ ذٰلِكَ بِاَ نَّهُمْ كَذَّبُوْا بِاٰ يٰتِنَا وَكَا نُوْا عَنْهَا غٰفِلِيْنَ
sa ashrifu 'an aayaatiyallaziina yatakabbaruuna fil-ardhi bighoiril-haqq, wa iy yarou kulla aayatil laa yu-minuu bihaa, wa iy yarou sabiilar-rusydi laa yattakhizuuhu sabiilaa, wa iy yarou sabiilal-ghoyyi yattakhizuuhu sabiilaa, zaalika bi-annahum kazzabuu bi-aayaatinaa wa kaanuu 'an-haa ghoofiliin

"Akan Aku palingkan dari tanda-tanda (kekuasaan-Ku) orang-orang yang menyombongkan diri di bumi tanpa alasan yang benar. Kalaupun mereka melihat setiap tanda (kekuasaan-Ku) mereka tetap tidak akan beriman kepadanya. Dan jika mereka melihat jalan yang membawa kepada petunjuk, mereka tidak (akan) menempuhnya, tetapi jika mereka melihat jalan kesesatan, mereka menempuhnya. Yang demikian adalah karena mereka mendustakan ayat-ayat Kami dan mereka selalu lengah terhadapnya."
(QS. Al-A'raf 7: Ayat 146)

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

وَسْــئَلْهُمْ عَنِ الْـقَرْيَةِ الَّتِيْ كَا نَتْ حَا ضِرَةَ الْبَحْرِ ۘ اِذْ يَعْدُوْنَ فِى السَّبْتِ اِذْ تَأْتِيْهِمْ حِيْتَا نُهُمْ يَوْمَ سَبْتِهِمْ شُرَّعًا وَّيَوْمَ لَا يَسْبِتُوْنَ ۙ لَا تَأْتِيْهِمْ  ۛ  كَذٰلِكَ  ۛ  نَبْلُوْهُمْ بِمَا كَا نُوْا يَفْسُقُوْنَ
was-al-hum 'anil-qoryatillatii kaanat haadhirotal-bahr, iz ya'duuna fis-sabti iz ta-tiihim hiitaanuhum yauma sabtihim syurro'aw wa yauma laa yasbituuna laa ta-tiihim, kazaalika nabluuhum bimaa kaanuu yafsuquun

"Dan tanyakanlah kepada Bani Israil tentang negeri yang terletak di dekat laut ketika mereka melanggar aturan pada hari Sabat, (yaitu) ketika datang kepada mereka ikan-ikan (yang berada di sekitar) mereka terapung-apung di permukaan air, padahal pada hari-hari yang bukan Sabat ikan-ikan itu tidak datang kepada mereka. Demikianlah Kami menguji mereka disebabkan mereka berlaku fasik."
(QS. Al-A'raf 7: Ayat 163)

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

وَاِ ذْ قَا لَتْ اُمَّةٌ مِّنْهُمْ لِمَ تَعِظُوْنَ قَوْمًا ۙ ٱلـلّٰهُ مُهْلِكُهُمْ اَوْ مُعَذِّبُهُمْ عَذَا بًا شَدِيْدًا ۗ قَا لُوْا مَعْذِرَةً اِلٰى رَبِّكُمْ وَلَعَلَّهُمْ يَتَّقُوْنَ
wa iz qoolat ummatum min-hum lima ta'izhuuna qoumanillaahu muhlikuhum au mu'azzibuhum 'azaabang syadiidaa, qooluu ma'zirotan ilaa robbikum wa la'allahum yattaquun

"Dan (ingatlah) ketika suatu umat di antara mereka berkata, "Mengapa kamu menasihati kaum yang akan dibinasakan atau diazab Allah dengan azab yang sangat keras?" Mereka menjawab, "Agar kami mempunyai alasan (lepas tanggung jawab) kepada Tuhanmu, dan agar mereka bertakwa.""
(QS. Al-A'raf 7: Ayat 164)

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

فَلَمَّا نَسُوْا مَا ذُكِّرُوْا بِهٖۤ اَنْجَيْنَا الَّذِيْنَ يَنْهَوْنَ عَنِ السُّوْٓءِ وَاَ خَذْنَا الَّذِيْنَ ظَلَمُوْا بِعَذَا بٍۢ بَـئِيْسٍ بِۢمَا كَا نُوْا يَفْسُقُوْنَ
fa lammaa nasuu maa zukkiruu bihiii angjainallaziina yan-hauna 'anis-suuu-i wa akhoznallaziina zholamuu bi'azaabim ba-iisim bimaa kaanuu yafsuquun

"Maka setelah mereka melupakan apa yang diperingatkan kepada mereka, Kami selamatkan orang-orang yang melarang orang berbuat jahat dan Kami timpakan kepada orang-orang yang zalim siksaan yang keras, disebabkan mereka selalu berbuat fasik."
(QS. Al-A'raf 7: Ayat 165)

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

فَلَمَّا عَتَوْا عَنْ مَّا نُهُوْا عَنْهُ قُلْنَا لَهُمْ كُوْنُوْا قِرَدَةً خٰسِـئِیْنَ
fa lammaa 'atau 'am maa nuhuu 'an-hu qulnaa lahum kuunuu qirodatan khoosi-iin

"Maka setelah mereka bersikap sombong terhadap segala apa yang dilarang. Kami katakan kepada mereka, "Jadilah kamu kera yang hina.""
(QS. Al-A'raf 7: Ayat 166)

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

وَلَـقَدْ ذَرَأْنَا لِجَـهَنَّمَ كَثِيْرًا مِّنَ الْجِنِّ وَا لْاِ نْسِ ۖ لَهُمْ قُلُوْبٌ لَّا يَفْقَهُوْنَ بِهَا ۖ وَلَهُمْ اَعْيُنٌ لَّا يُبْصِرُوْنَ بِهَا ۖ وَلَهُمْ اٰذَا نٌ لَّا يَسْمَعُوْنَ بِهَا ۗ اُولٰٓئِكَ كَا لْاَ نْعَا مِ بَلْ هُمْ اَضَلُّ ۗ اُولٰٓئِكَ هُمُ الْغٰفِلُوْنَ
wa laqod zaro-naa lijahannama kasiirom minal-jinni wal-ingsi lahum quluubul laa yafqohuuna bihaa wa lahum a'yunul laa yubshiruuna bihaa wa lahum aazaanul laa yasma'uuna bihaa, ulaaa-ika kal-an'aami bal hum adholl, ulaaa-ika humul-ghoofiluun

"Dan sungguh, akan Kami isi Neraka Jahanam banyak dari kalangan jin dan manusia. Mereka memiliki hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka memiliki mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengarkan (ayat-ayat Allah). Mereka seperti hewan ternak, bahkan lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lengah."
(QS. Al-A'raf 7: Ayat 179)

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

مَنْ يُّضْلِلِ اللّٰهُ فَلَا هَا دِيَ لَهٗ ۗ وَ يَذَرُهُمْ فِيْ طُغْيَا نِهِمْ يَعْمَهُوْنَ
may yudhlilillaahu fa laa haadiya lahuu wa yazaruhum fii thughyaanihim ya'mahuun

"Barang siapa dibiarkan sesat oleh Allah, maka tidak ada yang mampu memberi petunjuk. Allah membiarkannya terombang-ambing dalam kesesatan."
(QS. Al-A'raf 7: Ayat 186)

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

 اِنَّ شَرَّ الدَّوَآ بِّ عِنْدَ اللّٰهِ الصُّمُّ الْبُكْمُ الَّذِيْنَ لَا يَعْقِلُوْنَ
inna syarrod-dawaaabbi 'ingdallohish-shummul-bukmullaziina laa ya'qiluun

"Sesungguhnya makhluk bergerak yang bernyawa yang paling buruk dalam pandangan Allah ialah mereka yang tuli dan bisu (tidak mendengar dan memahami kebenaran), yaitu orang-orang yang tidak mengerti."
(QS. Al-Anfal 8: Ayat 22)

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

يٰۤاَ يُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا لَا تَتَّخِذُوْۤا اٰبَآءَكُمْ وَاِ خْوَا نَـكُمْ اَوْلِيَآءَ اِنِ اسْتَحَبُّوا الْـكُفْرَ عَلَى الْاِ يْمَا نِ ۗ وَمَنْ يَّتَوَلَّهُمْ مِّنْكُمْ فَاُ ولٰٓئِكَ هُمُ الظّٰلِمُوْنَ
yaaa ayyuhallaziina aamanuu laa tattakhizuuu aabaaa-akum wa ikhwaanakum auliyaaa-a inistahabbul-kufro 'alal-iimaan, wa may yatawallahum mingkum fa ulaaa-ika humuzh-zhoolimuun

"Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu jadikan bapak-bapakmu dan saudara-saudaramu sebagai pelindung, jika mereka lebih menyukai kekafiran daripada keimanan. Barang siapa di antara kamu yang menjadikan mereka pelindung, maka mereka itulah orang-orang yang zalim."
(QS. At-Taubah 9: Ayat 23)

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

قُلْ اِنْ كَا نَ اٰبَآ ؤُكُمْ وَاَ بْنَآ ؤُكُمْ وَاِ خْوَا نُكُمْ وَاَ زْوَا جُكُمْ وَعَشِيْرَتُكُمْ وَ اَمْوَا لُ ٱِ قْتَرَفْتُمُوْهَا وَتِجَا رَةٌ تَخْشَوْنَ كَسَا دَهَا وَ مَسٰكِنُ تَرْضَوْنَهَاۤ اَحَبَّ اِلَيْكُمْ مِّنَ اللّٰهِ وَرَسُوْلِهٖ وَ جِهَا دٍ فِيْ سَبِيْلِهٖ فَتَرَ بَّصُوْا حَتّٰى يَأْتِيَ اللّٰهُ بِاَ مْرِهٖ ۗ وَا للّٰهُ لَا يَهْدِى الْقَوْمَ الْفٰسِقِيْنَ
qul ing kaana aabaaa-ukum wa abnaaa-ukum wa ikhwaanukum wa azwaajukum wa 'asyiirotukum wa amwaaluniqtaroftumuuhaa wa tijaarotung takhsyauna kasaadahaa wa masaakinu tardhounahaaa ahabba ilaikum minallohi wa rosuulihii wa jihaading fii sabiilihii fa tarobbashuu hattaa ya-tiyallohu bi-amrih, wallohu laa yahdil-qoumal-faasiqiin

"Katakanlah, "Jika bapak-bapakmu, anak-anakmu, saudara-saudaramu, istri-istrimu, keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perdagangan yang kamu khawatirkan kerugiannya, dan rumah-rumah tempat tinggal yang kamu sukai, lebih kamu cintai daripada Allah dan Rasul-Nya serta berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai Allah memberikan keputusan-Nya." Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang fasik."
(QS. At-Taubah 9: Ayat 24)

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

يٰۤاَ يُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْۤا اِنَّمَا الْمُشْرِكُوْنَ نَجَسٌ فَلَا يَقْرَبُوا الْمَسْجِدَ الْحَـرَا مَ بَعْدَ عَا مِهِمْ هٰذَا ۚ وَ اِنْ خِفْتُمْ عَيْلَةً فَسَوْفَ يُغْنِيْكُمُ اللّٰهُ مِنْ فَضْلِهٖۤ اِنْ شَآءَ ۗ اِنَّ اللّٰهَ عَلِيْمٌ حَكِيْمٌ
yaaa ayyuhallaziina aamanuuu innamal-musyrikuuna najasung fa laa yaqrobul-masjidal-harooma ba'da 'aamihim haazaa, wa in khiftum 'ailatang fa saufa yughniikumullohu ming fadhlihiii ing syaaa, innalloha 'aliimun hakiim

"Wahai orang-orang yang beriman! Sesungguhnya orang-orang musyrik itu najis (kotor jiwa), karena itu janganlah mereka mendekati Masjidilharam setelah tahun ini. Dan jika kamu khawatir menjadi miskin (karena orang kafir tidak datang), maka Allah nanti akan memberikan kekayaan kepadamu dari karunia-Nya, jika Dia menghendaki. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui, Maha Bijaksana."
(QS. At-Taubah 9: Ayat 28)

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

 وَلَوْ اَرَا دُوْا الْخُـرُوْجَ لَاَ عَدُّوْا لَهٗ عُدَّةً وَّلٰـكِنْ كَرِهَ اللّٰهُ انْبِۢعَا ثَهُمْ فَثَبَّطَهُمْ وَقِيْلَ اقْعُدُوْا مَعَ الْقٰعِدِيْنَ
walau aroodul-khuruuja la-a'adduu lahuu 'uddataw wa laaking karihallohumbi'aasahum fa sabbathohum wa qiilaq'uduu ma'al-qoo'idiin

"Dan jika mereka mau berangkat, niscaya mereka menyiapkan persiapan untuk keberangkatan itu, tetapi Allah tidak menyukai keberangkatan mereka, maka Dia melemahkan keinginan mereka, dan dikatakan (kepada mereka), "Tinggallah kamu bersama orang-orang yang tinggal itu.""
(QS. At-Taubah 9: Ayat 46)

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

قُلْ اَنْفِقُوْا طَوْعًا اَوْ كَرْهًا لَّنْ يُّتَقَبَّلَ مِنْكُمْ ۗ اِنَّكُمْ كُنْتُمْ قَوْمًا فٰسِقِيْنَ
qul angfiquu thou'an au kar-hal lay yutaqobbala mingkum, innakum kungtum qoumang faasiqiin

"Katakanlah (Muhammad), "Infakkanlah hartamu baik dengan sukarela maupun dengan terpaksa, namun (infakmu) tidak akan diterima. Sesungguhnya kamu adalah orang-orang yang fasik.""
(QS. At-Taubah 9: Ayat 53)

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

وَمَا مَنَعَهُمْ اَنْ تُقْبَلَ مِنْهُمْ نَفَقٰتُهُمْ اِلَّاۤ اَنَّهُمْ كَفَرُوْا بِا للّٰهِ وَبِرَسُوْلِهٖ وَلَا يَأْتُوْنَ الصَّلٰوةَ اِلَّا وَهُمْ كُسَا لٰى وَلَا يُنْفِقُوْنَ اِلَّا وَهُمْ كٰرِهُوْنَ
wa maa mana'ahum ang tuqbala min-hum nafaqootuhum illaaa annahum kafaruu billaahi wa birosuulihii wa laa ya-tuunash-sholaata illaa wa hum kusaalaa wa laa yungfiquuna illaa wa hum kaarihuun

"Dan yang menghalang-halangi infak mereka untuk diterima adalah karena mereka kafir (ingkar) kepada Allah dan Rasul-Nya dan mereka tidak melaksanakan sholat, melainkan dengan malas dan tidak (pula) menginfakkan (harta) mereka, melainkan dengan rasa enggan (terpaksa)."
(QS. At-Taubah 9: Ayat 54)
Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

 وَمِنْهُمْ مَّنْ عَاهَدَ اللّٰهَ لَئِنْ اٰتٰٮنَا مِنْ فَضْلِهٖ لَـنَصَّدَّقَنَّ وَلَنَكُوْنَنَّ مِنَ الصّٰلِحِيْنَ
wa min-hum man 'aahadalloha la-in aataanaa ming fadhlihii lanashshoddaqonna wa lanakuunanna minash-shoolihiin

"Dan di antara mereka ada orang yang telah berjanji kepada Allah, "Sesungguhnya jika Allah memberikan sebagian dari karunia-Nya kepada kami, niscaya kami akan bersedekah dan niscaya kami termasuk orang-orang yang saleh.""
(QS. At-Taubah 9: Ayat 75)

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

فَلَمَّاۤ اٰتٰٮهُمْ مِّنْ فَضْلِهٖ بَخِلُوْا بِهٖ وَتَوَلَّوْا وَّهُمْ مُّعْرِضُوْنَ
fa lammaaa aataahum ming fadhlihii bakhiluu bihii wa tawallaw wa hum mu'ridhuun

"Ketika Allah memberikan kepada mereka sebagian dari karunia-Nya, mereka menjadi kikir dan berpaling, dan selalu menentang (kebenaran)."
(QS. At-Taubah 9: Ayat 76)

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

فَاَ عْقَبَهُمْ نِفَا قًا فِيْ قُلُوْبِهِمْ اِلٰى يَوْمِ يَلْقَوْنَهٗ بِمَاۤ اَخْلَفُوا اللّٰهَ مَا وَعَدُوْهُ وَبِمَا كَا نُوْا يَكْذِبُوْنَ
fa a'qobahum nifaaqong fii quluubihim ilaa yaumi yalqounahuu bimaaa akhlafulloha maa wa'aduuhu wa bimaa kaanuu yakzibuun

"Maka, Allah menanamkan kemunafikan dalam hati mereka sampai pada waktu mereka menemui-Nya, karena mereka telah mengingkari janji yang telah mereka ikrarkan kepada-Nya dan (juga) karena mereka selalu berdusta."
(QS. At-Taubah 9: Ayat 77)

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

اِسْتَغْفِرْ لَهُمْ اَوْ لَا تَسْتَغْفِرْ لَهُمْ ۗ اِنْ تَسْتَغْفِرْ لَهُمْ سَبْعِيْنَ مَرَّةً فَلَنْ يَّغْفِرَ اللّٰهُ لَهُمْ ۗ ذٰلِكَ بِاَ نَّهُمْ كَفَرُوْا بِا للّٰهِ وَرَسُوْلِهٖ ۗ وَا للّٰهُ لَا يَهْدِى الْقَوْمَ الْفٰسِقِيْنَ
istaghfir lahum au laa tastaghfir lahum, ing tastaghfir lahum sab'iina marrotang fa lay yaghfirollohu lahum, zaalika bi-annahum kafaruu billaahi wa rosuulih, wallohu laa yahdil-qoumal-faasiqiin

"(Sama saja) engkau (Muhammad) memohonkan ampunan bagi mereka atau tidak memohonkan ampunan bagi mereka. Walaupun engkau memohonkan ampunan bagi mereka tujuh puluh kali, Allah tidak akan memberi ampunan kepada mereka. Yang demikian itu karena mereka ingkar (kafir) kepada Allah dan Rasul-Nya. Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang fasik."
(QS. At-Taubah 9: Ayat 80)

(Yaitu org2 yg menghina orang bersedekah, tidak mau berangkat perang, mereka ini di ayat selanjutnya saat mati tidak boleh di shalatkan nabi)

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

وَيَعْبُدُوْنَ مِنْ دُوْنِ اللّٰهِ مَا لَا يَضُرُّهُمْ وَلَا يَنْفَعُهُمْ وَيَقُوْلُوْنَ هٰۤؤُلَآ ءِ شُفَعَآ ؤُنَا عِنْدَ اللّٰهِ ۗ قُلْ اَتُـنَـبِّــئُوْنَ اللّٰهَ بِمَا لَا يَعْلَمُ فِى السَّمٰوٰتِ وَلَا فِى الْاَ رْضِ ۗ سُبْحٰنَهٗ وَتَعٰلٰى عَمَّا يُشْرِكُوْنَ
wa ya'buduuna ming duunillaahi maa laa yadhurruhum wa laa yangfa'uhum wa yaquuluuna haaa-ulaaa-i syufa'aaa-unaa 'ingdalloh, qul a tunabbi-uunalloha bimaa laa ya'lamu fis-samaawaati wa laa fil-ardh, sub-haanahuu wa ta'aalaa 'ammaa yusyrikuun

"Dan mereka menyembah selain Allah, sesuatu yang tidak dapat mendatangkan bencana kepada mereka dan tidak (pula) memberi manfaat, dan mereka berkata, "Mereka itu adalah pemberi syafaat kami di hadapan Allah." Katakanlah, "Apakah kamu akan memberi tahu kepada Allah sesuatu yang tidak diketahui-Nya apa yang di langit dan tidak (pula) yang di Bumi? Maha Suci Allah dan Maha Tinggi Dia dari apa yang mereka persekutukan itu."
(QS. Yunus 10: Ayat 18)

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

اِنَّ الَّذِيْنَ حَقَّتْ عَلَيْهِمْ كَلِمَتُ رَبِّكَ لَا يُؤْمِنُوْنَ
innallaziina haqqot 'alaihim kalimatu robbika laa yu-minuun

"Sungguh, orang-orang yang telah dipastikan mendapat ketetapan Tuhanmu, tidaklah akan beriman,"
(QS. Yunus 10: Ayat 96)

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

وَلَوْ جَآءَتْهُمْ كُلُّ اٰيَةٍ حَتّٰى يَرَوُا الْعَذَا بَ الْاَ لِيْمَ
walau jaaa-at-hum kullu aayatin hattaa yarowul-'azaabal-aliim

"meskipun mereka mendapat tanda-tanda (kebesaran Allah) hingga mereka menyaksikan azab yang pedih."
(QS. Yunus 10: Ayat 97)

* Via Al-Qur'an Indonesia https://quranapp.id

Sabtu, 23 Mei 2026

sejarah

Sejarah paling awal / tuh

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

وَ اِذْ اَخَذَ رَبُّكَ مِنْۢ بَنِيْۤ اٰدَمَ مِنْ ظُهُوْرِهِمْ ذُرِّيَّتَهُمْ وَ اَشْهَدَهُمْ عَلٰۤى اَنْفُسِهِمْ ۚ اَلَسْتُ بِرَبِّكُمْ ۗ قَا لُوْا بَلٰى ۛ شَهِدْنَا ۛ اَنْ تَقُوْلُوْا يَوْمَ الْقِيٰمَةِ اِنَّا كُنَّا عَنْ هٰذَا غٰفِلِيْنَ
wa iz akhoza robbuka mim baniii aadama ming zhuhuurihim zurriyyatahum wa asy-hadahum 'alaaa angfusihim, a lastu birobbikum, qooluu balaa syahidnaa, ang taquuluu yaumal-qiyaamati innaa kunnaa 'an haazaa ghoofiliin

"Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu mengeluarkan dari sulbi (tulang belakang) anak cucu Adam keturunan mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap roh mereka (seraya berfirman), "Bukankah Aku ini Tuhanmu?" Mereka menjawab, "Betul (Engkau Tuhan kami), kami bersaksi." (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari Kiamat kamu tidak mengatakan, "Sesungguhnya ketika itu kami lengah terhadap ini,""
(QS. Al-A'raf 7: Ayat 172)

* Via Al-Qur'an Indonesia https://quranapp.id


KISAH PENYIHIR FIR'AUN YANG MUALAF

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

لَاُ قَطِّعَنَّ اَيْدِيَكُمْ وَاَ رْجُلَكُمْ مِّنْ خِلَا فٍ ثُمَّ لَاُ صَلِّبَنَّكُمْ اَجْمَعِيْنَ
la-uqoththi'anna aidiyakum wa arjulakum min khilaafing summa la-ushollibannakum ajma'iin

"Pasti akan aku potong tangan dan kakimu dengan bersilang (tangan kanan dan kaki kiri atau sebaliknya), kemudian aku akan menyalib kamu semua.""
(QS. Al-A'raf 7: Ayat 124)

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

قَا لُـوْۤا اِنَّاۤ اِلٰى رَبِّنَا مُنْقَلِبُوْنَ 
qooluuu innaaa ilaa robbinaa mungqolibuun

"Mereka (para pesihir) menjawab, "Sesungguhnya kami akan kembali kepada Tuhan kami,"
(QS. Al-A'raf 7: Ayat 125)

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

وَمَا تَـنْقِمُ مِنَّاۤ اِلَّاۤ اَنْ اٰمَنَّا بِاٰ يٰتِ رَبِّنَا لَمَّا جَآءَتْنَا ۗ رَبَّنَاۤ اَفْرِغْ عَلَيْنَا صَبْرًا وَّتَوَفَّنَا مُسْلِمِيْنَ
wa maa tangqimu minnaaa illaaa an aamannaa bi-aayaati robbinaa lammaa jaaa-atnaa, robbanaaa afrigh 'alainaa shobrow wa tawaffanaa muslimiin

"dan engkau tidak melakukan balas dendam kepada kami, melainkan karena kami beriman kepada ayat-ayat Tuhan kami ketika ayat-ayat itu datang kepada kami." (Mereka berdoa), "Ya Tuhan kami, limpahkanlah kesabaran kepada kami dan matikanlah kami dalam keadaan muslim (berserah diri kepada-Mu).""
(QS. Al-A'raf 7: Ayat 126)

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

اِذْ يُرِيْكَهُمُ اللّٰهُ فِيْ مَنَا مِكَ قَلِيْلًا ۗ وَّلَوْ اَرٰٮكَهُمْ كَثِيْرًا لَّـفَشِلْـتُمْ وَلَـتَـنَا زَعْتُمْ فِى الْاَ مْرِ وَلٰـكِنَّ اللّٰهَ سَلَّمَ ۗ اِنَّهٗ عَلِيْمٌ بِۢذَا تِ الصُّدُوْرِ
iz yuriikahumullohu fii manaamika qoliilaa, walau arookahum kasiirol lafasyiltum wa latanaaza'tum fil-amri wa laakinnalloha sallam, innahuu 'aliimum bizaatish-shuduur

"(ingatlah) ketika Allah memperlihatkan mereka di dalam mimpimu (berjumlah) sedikit. Dan sekiranya Allah memperlihatkan mereka (berjumlah) banyak tentu kamu menjadi gentar dan tentu kamu akan berbantah-bantahan dalam urusan itu, tetapi Allah telah menyelamatkan kamu. Sungguh, Allah Maha Mengetahui apa yang ada dalam hatimu."
(QS. Al-Anfal 8: Ayat 43)

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

وَ اِذْ يُرِيْكُمُوْهُمْ اِذِ الْتَقَيْتُمْ فِيْۤ اَعْيُنِكُمْ قَلِيْلًا وَّيُقَلِّلُكُمْ فِيْۤ اَعْيُنِهِمْ لِيَـقْضِيَ اللّٰهُ اَمْرًا كَا نَ مَفْعُوْلًا ۗ وَاِ لَى اللّٰهِ تُرْجَعُ الْاُ مُوْرُ
wa iz yuriikumuuhum iziltaqoitum fiii a'yunikum qoliilaw wa yuqollilukum fiii a'yunihim liyaqdhiyallohu amrong kaana maf'uulaa, wa ilallohi turja'ul-umuur

"Dan ketika Allah memperlihatkan mereka kepadamu, ketika kamu berjumpa dengan mereka berjumlah sedikit menurut penglihatan matamu dan kamu diperlihatkan-Nya berjumlah sedikit menurut penglihatan mereka, itu karena Allah berkehendak melaksanakan suatu urusan yang harus dilaksanakan. Hanya kepada Allah segala urusan dikembalikan."
(QS. Al-Anfal 8: Ayat 44)

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

كَيْفَ وَاِ نْ يَّظْهَرُوْا عَلَيْكُمْ لَا يَرْقُبُوْا فِيْكُمْ اِلًّا وَّلَا ذِمَّةً ۗ يُرْضُوْنَـكُمْ بِاَ فْوَاهِهِمْ وَتَأْبٰى قُلُوْبُهُمْ ۚ وَاَ كْثَرُهُمْ فٰسِقُوْنَ
kaifa wa iy yazh-haruu 'alaikum laa yarqubuu fiikum illaw wa laa zimmah, yurdhuunakum bi-afwaahihim wa ta-baa quluubuhum, wa aksaruhum faasiquun

"Bagaimana mungkin (ada perjanjian demikian), padahal jika mereka memperoleh kemenangan atas kamu, mereka tidak memelihara hubungan kekerabatan denganmu dan tidak (pula mengindahkan) perjanjian. Mereka menyenangkan hatimu dengan mulutnya, sedang hatinya menolak. Kebanyakan mereka adalah orang-orang fasik (tidak menepati janji)."
(QS. At-Taubah 9: Ayat 8)

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

اَ لَا تُقَا تِلُوْنَ قَوْمًا نَّكَثُوْۤا اَيْمَا نَهُمْ وَهَمُّوْا بِاِ خْرَا جِ الرَّسُوْلِ وَهُمْ بَدَءُوْكُمْ اَوَّلَ مَرَّةٍ ۗ اَتَخْشَوْنَهُمْ ۚ فَا للّٰهُ اَحَقُّ اَنْ تَخْشَوْهُ اِنْ كُنْتُمْ مُّؤْمِنِيْنَ
alaa tuqootiluuna qouman nakasuuu aimaanahum wa hammuu bi-ikhroojir-rosuuli wa hum bada-uukum awwala marroh, a takhsyaunahum, fallohu ahaqqu ang takhsyauhu ing kungtum mu-miniin

"Mengapa kamu tidak memerangi orang-orang yang melanggar sumpah (janjinya), dan telah merencanakan untuk mengusir Rasul, dan mereka yang pertama kali memerangi kamu? Apakah kamu takut kepada mereka, padahal Allah-lah yang lebih berhak untuk kamu takuti, jika kamu orang-orang beriman."
(QS. At-Taubah 9: Ayat 13)

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

قَا تِلُوْهُمْ يُعَذِّبْهُمُ اللّٰهُ بِاَ يْدِيْكُمْ وَيُخْزِهِمْ وَيَنْصُرْكُمْ عَلَيْهِمْ وَيَشْفِ صُدُوْرَ قَوْمٍ مُّؤْمِنِيْنَ
qootiluuhum yu'azzib-humullohu bi-aidiikum wa yukhzihim wa yangshurkum 'alaihim wa yasyfi shuduuro qoumim mu-miniin

"Perangilah mereka, niscaya Allah akan menyiksa mereka dengan (perantaraan) tanganmu dan Dia akan menghina mereka dan menolongmu (dengan kemenangan) atas mereka, serta melegakan hati orang-orang yang beriman,"
(QS. At-Taubah 9: Ayat 14)

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

وَيُذْهِبْ غَيْظَ قُلُوْبِهِمْ ۗ وَ يَتُوْبُ اللّٰهُ عَلٰى مَنْ يَّشَآءُ ۗ وَا للّٰهُ عَلِيْمٌ حَكِيْمٌ
wa yuz-hib ghoizho quluubihim, wa yatuubullohu 'alaa may yasyaaa, wallohu 'aliimun hakiim

"dan Dia menghilangkan kemarahan hati mereka (orang mukmin). Dan Allah menerima tobat orang yang Dia kehendaki. Allah Maha Mengetahui, Maha Bijaksana."
(QS. At-Taubah 9: Ayat 15)

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

لَـقَدْ نَصَرَكُمُ اللّٰهُ فِيْ مَوَا طِنَ كَثِيْرَةٍ ۙ وَّيَوْمَ حُنَيْنٍ ۙ اِذْ اَعْجَبَـتْكُمْ كَثْرَتُكُمْ فَلَمْ تُغْنِ عَنْكُمْ شَيْئًـا وَّضَا قَتْ عَلَيْكُمُ الْاَ رْضُ بِمَا رَحُبَتْ ثُمَّ وَلَّـيْتُمْ مُّدْبِرِيْنَ
laqod nashorokumullohu fii mawaathina kasiirotiw wa yauma hunainin iz a'jabatkum kasrotukum fa lam tughni 'angkum syai-aw wa dhooqot 'alaikumul-ardhu bimaa rohubat summa wallaitum mudbiriin

"Sungguh, Allah telah menolong kamu (mukminin) di banyak medan perang, dan (ingatlah) Perang Hunain, ketika jumlahmu yang besar itu membanggakan kamu, tetapi (jumlah yang banyak itu) sama sekali tidak berguna bagimu, dan Bumi yang luas itu terasa sempit bagimu, kemudian kamu berbalik ke belakang dan lari tunggang-langgang."
(QS. At-Taubah 9: Ayat 25)

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

ثُمَّ اَنْزَلَ اللّٰهُ سَكِيْنَـتَهٗ عَلٰى رَسُوْلِهٖ وَعَلَى الْمُؤْمِنِيْنَ وَاَ نْزَلَ جُنُوْدًا لَّمْ تَرَوْهَا ۚ وَعَذَّبَ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا ۗ وَذٰلِكَ جَزَآءُ الْـكٰفِرِيْنَ
summa angzalallohu sakiinatahuu 'alaa rosuulihii wa 'alal-mu-miniina wa angzala junuudal lam tarouhaa wa 'azzaballaziina kafaruu, wa zaalika jazaaa-ul-kaafiriin

"Kemudian Allah menurunkan ketenangan kepada Rasul-Nya dan kepada orang-orang yang beriman, dan Dia menurunkan bala tentara (para malaikat) yang tidak terlihat olehmu, dan Dia menimpakan azab kepada orang-orang kafir. Itulah balasan bagi orang-orang kafir."
(QS. At-Taubah 9: Ayat 26)

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

وَّعَلَى الثَّلٰثَةِ الَّذِيْنَ خُلِّفُوْا ۗ حَتّٰۤى اِذَا ضَا قَتْ عَلَيْهِمُ الْاَ رْضُ بِمَا رَحُبَتْ وَضَا قَتْ عَلَيْهِمْ اَنْفُسُهُمْ وَظَنُّوْۤا اَنْ لَّا مَلْجَاَ مِنَ اللّٰهِ اِلَّاۤ اِلَيْهِ ۗ ثُمَّ تَا بَ عَلَيْهِمْ لِيَتُوْبُوْا ۗ اِنَّ اللّٰهَ هُوَ التَّوَّا بُ الرَّحِيْمُ
wa 'alas-salaasatillaziina khullifuu, hattaaa izaa dhooqot 'alaihimul-ardhu bimaa rohubat wa dhooqot 'alaihim angfusuhum wa zhonnuuu al laa malja-a minallohi illaaa ilaiih, summa taaba 'alaihim liyatuubuu, innalloha huwat-tawwaabur-rohiim

"dan terhadap tiga orang yang ditinggalkan. Hingga ketika Bumi terasa sempit bagi mereka, padahal Bumi itu luas dan jiwa mereka pun telah (pula terasa) sempit bagi mereka serta mereka telah mengetahui bahwa tidak ada tempat lari dari (siksaan) Allah, melainkan kepada-Nya saja, kemudian Allah menerima tobat mereka agar mereka tetap dalam tobatnya. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Tobat, Maha Penyayang."
(QS. At-Taubah 9: Ayat 118)

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

مَا كَا نَ لِاَ هْلِ الْمَدِيْنَةِ وَمَنْ حَوْلَهُمْ مِّنَ الْاَ عْرَا بِ اَنْ يَّتَخَلَّفُوْا عَنْ رَّسُوْلِ اللّٰهِ وَ لَا يَرْغَبُوْا بِاَ نْفُسِهِمْ عَنْ نَّـفْسِهٖ ۗ ذٰلِكَ بِاَ نَّهُمْ لَا يُصِيْبُهُمْ ظَمَاٌ وَّلَا نَصَبٌ وَّلَا مَخْمَصَةٌ فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ وَلَا يَطَئُــوْنَ مَوْطِئًا يَّغِيْظُ الْكُفَّا رَ وَلَا يَنَا لُوْنَ مِنْ عَدُوٍّ نَّيْلًا اِلَّا كُتِبَ لَهُمْ بِهٖ عَمَلٌ صَا لِحٌ ۗ اِنَّ اللّٰهَ لَا يُضِيْعُ اَجْرَ الْمُحْسِنِيْنَ
maa kaana li-ahlil-madiinati wa man haulahum minal-a'roobi ay yatakhollafuu 'ar rosuulillaahi wa laa yarghobuu bi-angfusihim 'an nafsih, zaalika bi-annahum laa yushiibuhum zhoma-uw wa laa nashobuw wa laa makhmashotung fii sabiilillaahi wa laa yatho-uuna mauthi-ay yaghiizhul-kuffaaro wa laa yanaluuna min 'aduwwin nailan illaa kutiba lahum bihii 'amalung shoolih, innalloha laa yudhii'u ajrol-muhsiniin

"Tidak pantas bagi penduduk Madinah dan orang-orang Arab Badui yang berdiam di sekitar mereka, tidak turut menyertai Rasulullah (pergi berperang) dan tidak pantas (pula) bagi mereka lebih mencintai diri mereka daripada (mencintai) diri Rasul. Yang demikian itu karena mereka tidak ditimpa kehausan, kepayahan, dan kelaparan di jalan Allah, dan tidak (pula) menginjak suatu tempat yang membangkitkan amarah orang-orang kafir, dan tidak menimpakan suatu bencana kepada musuh, kecuali (semua) itu akan dituliskan bagi mereka sebagai suatu amal kebajikan. Sungguh, Allah tidak menyia-nyiakan pahala orang-orang yang berbuat baik,"
(QS. At-Taubah 9: Ayat 120)

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

وَقَا لَ مُوْسٰى رَبَّنَاۤ اِنَّكَ اٰتَيْتَ فِرْعَوْنَ وَمَلَاَ هٗ زِيْنَةً وَّاَمْوَا لًا فِى الْحَيٰوةِ الدُّنْيَا ۙ رَبَّنَا لِيُضِلُّوْا عَنْ سَبِيْلِكَ ۚ رَبَّنَا اطْمِسْ عَلٰۤى اَمْوَا لِهِمْ وَا شْدُدْ عَلٰى قُلُوْبِهِمْ فَلَا يُؤْمِنُوْا حَتّٰى يَرَوُا الْعَذَا بَ الْاَ لِيْمَ
wa qoola muusaa robbanaaa innaka aataita fir'auna wa mala-ahuu ziinataw wa amwaalang fil-hayaatid-dun-yaa, robbanaa liyudhilluu 'ang sabiilik, robbanathmis 'alaaa amwaalihim wasydud 'alaa quluubihim fa laa yu-minuu hattaa yarowul-'azaabal-aliim

"Dan Musa berkata, "Ya Tuhan kami, Engkau telah memberikan kepada Fir'aun dan para pemuka kaumnya perhiasan dan harta kekayaan dalam kehidupan dunia. Ya Tuhan kami, (akibatnya) mereka menyesatkan (manusia) dari jalan-Mu. Ya Tuhan, binasakanlah harta mereka dan kuncilah hati mereka sehingga mereka tidak beriman sampai mereka melihat azab yang pedih.""
(QS. Yunus 10: Ayat 88)

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

قَا لَ قَدْ اُجِيْبَتْ دَّعْوَتُكُمَا فَا سْتَقِيْمَا وَلَا تَتَّبِعٰٓنِّ سَبِيْلَ الَّذِيْنَ لَا يَعْلَمُوْنَ
qoola qod ujiibad da'watukumaa fastaqiimaa wa laa tattabi'aaanni sabiilallaziina laa ya'lamuun

"Dia Allah berfirman, "Sungguh, telah diperkenankan permohonan kamu berdua, sebab itu tetaplah kamu berdua pada jalan yang lurus dan jangan sekali-kali kamu mengikuti jalan orang yang tidak mengetahui.""
(QS. Yunus 10: Ayat 89)
Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

 وَجَاوَزْنَا بِبَنِيْۤ اِسْرَآءِيْلَ الْبَحْرَ فَاَ تْبـَعَهُمْ فِرْعَوْنُ وَجُنُوْدُهٗ بَغْيًا وَّعَدْوًا ۗ حَتّٰۤى اِذَاۤ اَدْرَكَهُ الْغَرَقُ قَا لَ اٰمَنْتُ اَنَّهٗ لَاۤ اِلٰهَ اِلَّا الَّذِيْۤ اٰمَنَتْ بِهٖ بَنُوْۤا اِسْرَآءِيْلَ وَ اَنَاۡ مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ
wa jaawaznaa bibaniii isrooo-iilal-bahro fa atba'ahum fir'aunu wa junuuduhuu baghyaw wa 'adwaa, hattaaa izaaa adrokahul-ghoroqu qoola aamangtu annahuu laaa ilaaha illallaziii aamanat bihii banuuu isrooo-iila wa ana minal-muslimiin

"Dan Kami selamatkan Bani Israil melintasi laut, kemudian Fir'aun dan bala tentaranya mengikuti mereka untuk menzalimi dan menindas (mereka). Sehingga ketika Fir'aun hampir tenggelam, dia berkata, "Aku percaya bahwa tidak ada Tuhan melainkan Tuhan yang dipercayai oleh Bani Israil, dan aku termasuk orang-orang muslim (berserah diri).""
(QS. Yunus 10: Ayat 90)

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

اٰۤلْـئٰنَ وَقَدْ عَصَيْتَ قَبْلُ وَكُنْتَ مِنَ الْمُفْسِدِيْنَ
aaal-aana wa qod 'ashoita qoblu wa kungta minal-mufsidiin

"Mengapa baru sekarang (kamu beriman), padahal sesungguhnya engkau telah durhaka sejak dahulu dan engkau termasuk orang yang berbuat kerusakan."
(QS. Yunus 10: Ayat 91)

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

فَا لْيَوْمَ نُـنَجِّيْكَ بِبَدَنِكَ لِتَكُوْنَ لِمَنْ خَلْفَكَ اٰيَةً ۗ وَاِ نَّ كَثِيْرًا مِّنَ النَّا سِ عَنْ اٰيٰتِنَا لَغٰفِلُوْنَ
fal-yauma nunajjiika bibadanika litakuuna liman kholfaka aayah, wa inna kasiirom minan-naasi 'an aayaatinaa laghoofiluun

"Maka pada hari ini Kami selamatkan jasadmu agar engkau dapat menjadi pelajaran bagi orang-orang yang datang setelahmu, tetapi kebanyakan manusia tidak mengindahkan tanda-tanda (kekuasaan) Kami."
(QS. Yunus 10: Ayat 92)

* Via Al-Qur'an Indonesia https://quranapp.id

ibadah doa zikir fiqh

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

اُدْعُوْا رَبَّكُمْ تَضَرُّعًا وَّخُفْيَةً ۗ اِنَّهٗ لَا يُحِبُّ الْمُعْتَدِيْنَ 
ud'uu robbakum tadhorru'aw wa khufyah, innahuu laa yuhibbul-mu'tadiin

"Berdoalah kepada Tuhanmu dengan rendah hati dan suara yang lembut. Sungguh, Dia tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas."
(QS. Al-A'raf 7: Ayat 55)

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

وَلَا تُفْسِدُوْا فِى الْاَ رْضِ بَعْدَ اِصْلَا حِهَا وَا دْعُوْهُ خَوْفًا وَّطَمَعًا ۗ اِنَّ رَحْمَتَ اللّٰهِ قَرِيْبٌ مِّنَ الْمُحْسِنِيْنَ
wa laa tufsiduu fil-ardhi ba'da ishlaahihaa wad'uuhu khoufaw wa thoma'aa, inna rohmatallohi qoriibum minal-muhsiniin

"Dan janganlah kamu berbuat kerusakan di bumi setelah (diciptakan) dengan baik. Berdoalah kepada-Nya dengan rasa takut dan penuh harap. Sesungguhnya rahmat Allah sangat dekat kepada orang yang berbuat kebaikan."
(QS. Al-A'raf 7: Ayat 56)

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

يٰۤاَ يُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْۤا اِذَا لَقِيْتُمْ فِئَةً فَا ثْبُتُوْا وَا ذْكُرُوا اللّٰهَ كَثِيْرًا لَّعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ
yaaa ayyuhallaziina aamanuuu izaa laqiitum fi-atang fasbutuu wazkurulloha kasiirol la'allakum tuflihuun

"Wahai orang-orang yang beriman! Apabila kamu bertemu pasukan (musuh), maka berteguh hatilah dan sebutlah (nama) Allah banyak-banyak (berzikir dan berdoa) agar kamu beruntung."
(QS. Al-Anfal 8: Ayat 45)

* Via Al-Qur'an Indonesia https://quranapp.id

perbedaan orang sesat dan di beri petunjuk

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

وَا لَّذِيْنَ كَذَّبُوْا بِاٰ يٰتِنَا صُمٌّ وَّبُكْمٌ فِى الظُّلُمٰتِ ۗ مَنْ يَّشَاِ اللّٰهُ يُضْلِلْهُ ۗ وَمَنْ يَّشَأْ يَجْعَلْهُ عَلٰى صِرَا طٍ مُّسْتَقِيْمٍ
wallaziina kazzabuu bi-aayaatinaa shummuw wa bukmung fizh-zhulumaat, may yasya-illaahu yudhlil-hu wa may yasya yaj'al-hu 'alaa shiroothim mustaqiim

"Dan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami adalah tuli, bisu, dan berada dalam gelap gulita. Barang siapa dikehendaki Allah (dalam kesesatan), niscaya disesatkan-Nya. Dan barang siapa dikehendaki Allah (untuk diberi petunjuk), niscaya Dia menjadikannya berada di atas jalan yang lurus."
(QS. Al-An'am 6: Ayat 39)
Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

وَاِ ذْ قَا لَتْ اُمَّةٌ مِّنْهُمْ لِمَ تَعِظُوْنَ قَوْمًا ۙ ٱلـلّٰهُ مُهْلِكُهُمْ اَوْ مُعَذِّبُهُمْ عَذَا بًا شَدِيْدًا ۗ قَا لُوْا مَعْذِرَةً اِلٰى رَبِّكُمْ وَلَعَلَّهُمْ يَتَّقُوْنَ
wa iz qoolat ummatum min-hum lima ta'izhuuna qoumanillaahu muhlikuhum au mu'azzibuhum 'azaabang syadiidaa, qooluu ma'zirotan ilaa robbikum wa la'allahum yattaquun

"Dan (ingatlah) ketika suatu umat di antara mereka berkata, "Mengapa kamu menasihati kaum yang akan dibinasakan atau diazab Allah dengan azab yang sangat keras?" Mereka menjawab, "Agar kami mempunyai alasan (lepas tanggung jawab) kepada Tuhanmu, dan agar mereka bertakwa.""
(QS. Al-A'raf 7: Ayat 164)

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

وَاِ خْوَا نُهُمْ يَمُدُّوْنَهُمْ فِى الْغَيِّ ثُمَّ لَا يُقْصِرُوْنَ
wa ikhwaanuhum yamudduunahum fil-ghoyyi summa laa yuqshiruun

"Dan teman-teman mereka (orang kafir dan fasik) membantu setan-setan dalam menyesatkan dan mereka tidak henti-hentinya (menyesatkan)."
(QS. Al-A'raf 7: Ayat 202)

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

اِذْ يُوْحِيْ رَبُّكَ اِلَى الْمَلٰٓئِكَةِ اَنِّيْ مَعَكُمْ فَثَبِّتُوا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا ۗ سَاُ لْقِيْ فِيْ قُلُوْبِ الَّذِيْنَ كَفَرُوا الرُّعْبَ فَا ضْرِبُوْا فَوْقَ الْاَ عْنَا قِ وَا ضْرِبُوْا مِنْهُمْ كُلَّ بَنَا نٍ 
iz yuuhii robbuka ilal-malaaa-ikati annii ma'akum fa sabbitullaziina aamanuu, sa-ulqii fii quluubillaziina kafarur-ru'ba fadhribuu fauqol-a'naaqi wadhribuu min-hum kulla banaan

"(Ingatlah), ketika Tuhanmu mewahyukan kepada para malaikat, "Sesungguhnya Aku bersama kamu, maka teguhkanlah (pendirian) orang-orang yang telah beriman." Kelak akan Aku berikan rasa ketakutan ke dalam hati orang-orang kafir, maka pukullah di atas leher mereka dan pukullah tiap-tiap ujung jari mereka."
(QS. Al-Anfal 8: Ayat 12)

* Via Al-Qur'an Indonesia https://quranapp.id

Kami (Allah) ; tiada hukuman tanpa peringatan / ilmu kami

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

فَلَنَسْـئَــلَنَّ الَّذِيْنَ اُرْسِلَ اِلَيْهِمْ وَلَـنَسْئَـــلَنَّ الْمُرْسَلِيْنَ 
fa lanas-alannallaziina ursila ilaihim wa lanas-alannal-mursaliin

"Maka, pasti akan Kami tanyakan kepada umat yang telah mendapat seruan (dari rasul-rasul) dan Kami akan tanyai (pula) para rasul,"
(QS. Al-A'raf 7: Ayat 6)

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

فَلَنَقُصَّنَّ عَلَيْهِمْ بِعِلْمٍ وَّمَا كُنَّا غَآئِبِيْنَ
fa lanaqushshonna 'alaihim bi'ilmiw wa maa kunnaa ghooo-ibiin

"dan pasti akan Kami beritakan kepada mereka dengan ilmu (Kami) dan Kami tidak jauh (dari mereka)."
(QS. Al-A'raf 7: Ayat 7)

* Via Al-Qur'an Indonesia https://quranapp.id

Rabu, 20 Mei 2026

penghuni neraka yg dilaknat




Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

اِنَّ الَّذِيْنَ كَذَّبُوْا بِاٰ يٰتِنَا وَا سْتَكْبَرُوْا عَنْهَا لَا تُفَتَّحُ لَهُمْ اَبْوَا بُ السَّمَآءِ وَلَا يَدْخُلُوْنَ الْجَـنَّةَ حَتّٰى يَلِجَ الْجَمَلُ فِيْ سَمِّ الْخِيَا طِ ۗ وَكَذٰلِكَ نَجْزِى الْمُجْرِمِيْنَ
innallaziina kazzabuu bi-aayaatinaa wastakbaruu 'an-haa laa tufattahu lahum abwaabus-samaaa-i wa laa yadkhuluunal-jannata hattaa yalijal-jamalu fii sammil-khiyaath, wa kazaalika najzil-mujrimiin

"Sesungguhnya orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami dan menyombongkan diri terhadapnya, tidak akan dibukakan pintu-pintu langit bagi mereka, dan mereka tidak akan masuk surga, sebelum unta masuk ke dalam lubang jarum. Demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat jahat."
(QS. Al-A'raf 7: Ayat 40)

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

وَنَا دٰۤى اَصْحٰبُ الْجَـنَّةِ اَصْحٰبَ النَّا رِ اَنْ قَدْ وَجَدْنَا مَا وَعَدَنَا رَبُّنَا حَقًّا فَهَلْ وَجَدْتُّمْ مَّا وَعَدَ رَبُّكُمْ حَقًّا ۗ قَا لُوْا نَـعَمْ ۚ فَاَ ذَّنَ مُؤَذِّنٌۢ بَيْنَهُمْ اَنْ لَّـعْنَةُ اللّٰهِ عَلَى الظّٰلِمِيْنَ 
wa naadaaa ash-haabul-jannati ash-haaban-naari ang qod wajadnaa maa wa'adanaa robbunaa haqqong fa hal wajattum maa wa'ada robbukum haqqoo, qooluu na'am, fa azzana mu-azzinum bainahum al la'natullohi 'alazh-zhoolimiin

"Dan para penghuni surga menyeru penghuni-penghuni neraka, "Sungguh, kami telah memperoleh apa yang dijanjikan Tuhan kepada kami itu benar. Apakah kamu telah memperoleh apa yang dijanjikan Tuhan kepadamu itu benar?" Mereka menjawab, "Benar." Kemudian penyeru (malaikat) mengumumkan di antara mereka, "Laknat Allah bagi orang-orang zalim,"
(QS. Al-A'raf 7: Ayat 44)

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

الَّذِيْنَ يَصُدُّوْنَ عَنْ سَبِيْلِ اللّٰهِ وَيَـبْـغُوْنَهَا عِوَجًا ۚ وَهُمْ بِا لْاٰ خِرَةِ كٰفِرُوْنَ 
allaziina yashudduuna 'ang sabiilillaahi wa yabghuunahaa 'iwajaa, wa hum bil-aakhiroti kaafiruun

"(yaitu) orang-orang yang menghalang-halangi (orang lain) dari jalan Allah dan ingin membelokkannya. Mereka itulah yang mengingkari kehidupan akhirat.""
(QS. Al-A'raf 7: Ayat 45)

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

وَنَا دٰۤى اَصْحٰبُ الْاَ عْرَا فِ رِجَا لًا يَّعْرِفُوْنَهُمْ بِسِيْمٰٮهُمْ قَا لُوْا مَاۤ اَغْنٰى عَنْكُمْ جَمْعُكُمْ وَمَا كُنْتُمْ تَسْتَكْبِرُوْنَ
wa naadaaa ash-haabul-a'roofi rijaalay ya'rifuunahum bisiimaahum qooluu maaa aghnaa 'angkum jam'ukum wa maa kungtum tastakbiruun

"Dan orang-orang di atas A'raf  (tempat yang tertinggi) menyeru orang-orang yang mereka kenal dengan tanda-tandanya sambil berkata, "Harta yang kamu kumpulkan dan apa yang kamu sombongkan, (ternyata) tidak ada manfaatnya buat kamu."
(QS. Al-A'raf 7: Ayat 48)


Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

الَّذِيْنَ اتَّخَذُوْا دِيْنَهُمْ لَهْوًا وَّلَعِبًا وَّغَرَّتْهُمُ الْحَيٰوةُ الدُّنْيَا ۚ فَا لْيَوْمَ نَنْسٰٮهُمْ كَمَا نَسُوْا لِقَآءَ يَوْمِهِمْ هٰذَا ۙ وَمَا كَا نُوْا بِاٰ يٰتِنَا يَجْحَدُوْنَ
allaziinattakhozuu diinahum lahwaw wa la'ibaw wa ghorrot-humul-hayaatud-dun-yaa, fal-yauma nangsaahum kamaa nasuu liqooo-a yaumihim haazaa wa maa kaanuu bi-aayaatinaa yaj-haduun

"(yaitu) orang-orang yang menjadikan agamanya sebagai permainan dan senda gurau, dan mereka telah tertipu oleh kehidupan dunia. Maka, pada hari ini (Kiamat), Kami melupakan mereka sebagaimana mereka dahulu melupakan pertemuan hari ini, dan karena mereka mengingkari ayat-ayat Kami."
(QS. Al-A'raf 7: Ayat 51)

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

وَلَـقَدْ ذَرَأْنَا لِجَـهَنَّمَ كَثِيْرًا مِّنَ الْجِنِّ وَا لْاِ نْسِ ۖ لَهُمْ قُلُوْبٌ لَّا يَفْقَهُوْنَ بِهَا ۖ وَلَهُمْ اَعْيُنٌ لَّا يُبْصِرُوْنَ بِهَا ۖ وَلَهُمْ اٰذَا نٌ لَّا يَسْمَعُوْنَ بِهَا ۗ اُولٰٓئِكَ كَا لْاَ نْعَا مِ بَلْ هُمْ اَضَلُّ ۗ اُولٰٓئِكَ هُمُ الْغٰفِلُوْنَ
wa laqod zaro-naa lijahannama kasiirom minal-jinni wal-ingsi lahum quluubul laa yafqohuuna bihaa wa lahum a'yunul laa yubshiruuna bihaa wa lahum aazaanul laa yasma'uuna bihaa, ulaaa-ika kal-an'aami bal hum adholl, ulaaa-ika humul-ghoofiluun

"Dan sungguh, akan Kami isi Neraka Jahanam banyak dari kalangan jin dan manusia. Mereka memiliki hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka memiliki mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengarkan (ayat-ayat Allah). Mereka seperti hewan ternak, bahkan lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lengah."
(QS. Al-A'raf 7: Ayat 179)

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

اَلْمُنٰفِقُوْنَ وَا لْمُنٰفِقٰتُ بَعْضُهُمْ مِّنْۢ بَعْضٍ ۘ يَأْمُرُوْنَ بِا لْمُنْكَرِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمَعْرُوْفِ وَيَقْبِضُوْنَ اَيْدِيَهُمْ ۗ نَسُوا اللّٰهَ فَنَسِيَهُمْ ۗ اِنَّ الْمُنٰفِقِيْنَ هُمُ الْفٰسِقُوْنَ
al-munaafiquuna wal-munaafiqootu ba'dhuhum mim ba'dh, ya-muruuna bil-mungkari wa yan-hauna 'anil-ma'ruufi wa yaqbidhuuna aidiyahum, nasulloha fa nasiyahum, innal-munaafiqiina humul-faasiquun

"Orang-orang munafik laki-laki dan perempuan, satu dengan yang lain adalah (sama), mereka menyuruh (berbuat) yang mungkar dan mencegah (perbuatan) yang makruf dan mereka menggenggamkan tangannya (kikir). Mereka telah melupakan Allah, maka Allah melupakan mereka (pula). Sesungguhnya orang-orang munafik itulah orang-orang yang fasik."
(QS. At-Taubah 9: Ayat 67)

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

وَعَدَ اللّٰهُ الْمُنٰفِقِيْنَ وَا لْمُنٰفِقٰتِ وَا لْـكُفَّا رَ نَا رَ جَهَـنَّمَ خٰلِدِيْنَ فِيْهَا ۗ هِيَ حَسْبُهُمْ ۚ وَلَـعَنَهُمُ اللّٰهُ ۚ وَلَهُمْ عَذَا بٌ مُّقِيْمٌ
wa'adallohul-munaafiqiina wal-munaafiqooti wal-kuffaaro naaro jahannama khoolidiina fiihaa, hiya hasbuhum, wa la'anahumulloh, wa lahum 'azaabum muqiim

"Allah menjanjikan (mengancam) orang-orang munafik laki-laki dan perempuan dan orang-orang kafir dengan Neraka Jahanam. Mereka kekal di dalamnya. Cukuplah (neraka) itu bagi mereka. Allah melaknat mereka; dan mereka mendapat azab yang kekal,"
(QS. At-Taubah 9: Ayat 68)

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

اِنَّ الَّذِيْنَ لَا يَرْجُوْنَ لِقَآءَنَا وَرَضُوْا بِا لْحَيٰوةِ الدُّنْيَا وَا طْمَاَ نُّوْا بِهَا وَا لَّذِيْنَ هُمْ عَنْ اٰيٰتِنَا غٰفِلُوْنَ
innallaziina laa yarjuuna liqooo-ana wa rodhuu bil-hayaatid-dun-yaa wathma-annuu bihaa wallaziina hum 'an aayaatinaa ghoofiluun

"Sesungguhnya orang-orang yang tidak mengharapkan (tidak percaya akan) pertemuan dengan Kami dan merasa puas dengan kehidupan dunia serta merasa tenteram dengan (kehidupan) itu, dan orang-orang yang melalaikan ayat-ayat Kami,"
(QS. Yunus 10: Ayat 7)

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

اُولٰٓئِكَ مَأْوٰٮهُمُ النَّا رُ بِمَا كَا نُوْا يَكْسِبُوْنَ
ulaaa-ika ma-waahumun-naaru bimaa kaanuu yaksibuun

"mereka itu tempatnya di neraka karena apa yang telah mereka lakukan."
(QS. Yunus 10: Ayat 8)

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

ثُمَّ قِيْلَ لِلَّذِيْنَ ظَلَمُوْا ذُوْقُوْا عَذَا بَ الْخُـلْدِ ۚ هَلْ تُجْزَوْنَ اِلَّا بِمَا كُنْتُمْ تَكْسِبُوْنَ
summa qiila lillaziina zholamuu zuuquu 'azaabal-khuld, hal tujzauna illaa bimaa kungtum taksibuun

"Kemudian dikatakan kepada orang-orang yang zalim itu,"Rasakanlah olehmu siksaan yang kekal. Kamu tidak diberi balasan, melainkan (sesuai) dengan apa yang telah kamu lakukan.""
(QS. Yunus 10: Ayat 52)

* Via Al-Qur'an Indonesia https://quranapp.id

Selasa, 19 Mei 2026

ajal

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

يٰبَنِيْۤ اٰدَمَ اِمَّا يَأْتِيَنَّكُمْ رُسُلٌ مِّنْكُمْ يَقُصُّوْنَ عَلَيْكُمْ اٰيٰتِيْ ۙ فَمَنِ اتَّقٰى وَاَ صْلَحَ فَلَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُوْنَ
yaa baniii aadama immaa ya-tiyannakum rusulum mingkum yaqushshuuna 'alaikum aayaatii fa manittaqoo wa ashlaha fa laa khoufun 'alaihim wa laa hum yahzanuun

"Wahai anak cucu Adam! Jika datang kepadamu rasul-rasul dari kalanganmu sendiri, yang menceritakan ayat-ayat-Ku kepadamu, maka barang siapa bertakwa dan mengadakan perbaikan, maka tidak ada rasa takut pada mereka, dan mereka tidak bersedih hati."
(QS. Al-A'raf 7: Ayat 35)

* Via Al-Qur'an Indonesia https://quranapp.id

Senin, 18 Mei 2026

Akhlak; Ikhlas, takwa, ihsan

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

قُلْ اَمَرَ رَبِّيْ بِا لْقِسْطِ ۗ وَاَ قِيْمُوْا وُجُوْهَكُمْ عِنْدَ كُلِّ مَسْجِدٍ وَّا دْعُوْهُ مُخْلِصِيْنَ لَـهُ الدِّيْنَ ۗ كَمَا بَدَاَ كُمْ تَعُوْدُوْنَ 
qul amaro robbii bil-qisth, wa aqiimuu wujuuhakum 'ingda kulli masjidiw wad'uuhu mukhlishiina lahud-diin, kamaa bada-akum ta'uuduun

"Katakanlah, "Tuhanku menyuruhku berlaku adil. Hadapkanlah wajahmu (kepada Allah) pada setiap sholat, dan sembahlah Dia dengan mengikhlaskan ibadah semata-mata hanya kepada-Nya. Kamu akan dikembalikan kepada-Nya sebagaimana kamu diciptakan semula."
(QS. Al-A'raf 7: Ayat 29)

* Via Al-Qur'an Indonesia https://quranapp.id

setan mengamatimu kamu tidak melihatnya dia pemimpin bagi orang2 sesat

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

يٰبَنِيْۤ اٰدَمَ لَا يَفْتِنَـنَّكُمُ الشَّيْطٰنُ كَمَاۤ اَخْرَجَ اَبَوَيْكُمْ مِّنَ الْجَـنَّةِ يَنْزِعُ عَنْهُمَا لِبَا سَهُمَا لِيُرِيَهُمَا سَوْاٰ تِهِمَا ۗ اِنَّهٗ يَرٰٮكُمْ هُوَ وَقَبِيْلُهٗ مِنْ حَيْثُ لَا تَرَوْنَهُمْ ۗ اِنَّا جَعَلْنَا الشَّيٰطِيْنَ اَوْلِيَآءَ لِلَّذِيْنَ لَا يُؤْمِنُوْنَ
yaa baniii aadama laa yaftinannakumusy-syaithoonu kamaaa akhroja abawaikum minal-jannati yangzi'u 'an-humaa libaasahumaa liyuriyahumaa sau-aatihimaa, innahuu yarookum huwa wa qobiiluhuu min haisu laa tarounahum, innaa ja'alnasy-syayaathiina auliyaaa-a lillaziina laa yu-minuun

"Wahai anak cucu Adam! Janganlah sampai kamu tertipu oleh setan sebagaimana halnya dia (setan) telah mengeluarkan ibu bapakmu dari surga, dengan menanggalkan pakaian keduanya untuk memperlihatkan aurat keduanya. Sesungguhnya dia dan pengikutnya dapat melihat kamu dari suatu tempat yang kamu tidak bisa melihat mereka. Sesungguhnya Kami telah menjadikan setan-setan itu pemimpin bagi orang-orang yang tidak beriman."
(QS. Al-A'raf 7: Ayat 27)

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

فَرِيْقًا هَدٰى وَ فَرِيْقًا حَقَّ عَلَيْهِمُ الضَّلٰلَةُ ۗ اِنَّهُمُ اتَّخَذُوا الشَّيٰطِيْنَ اَوْلِيَآءَ مِنْ دُوْنِ اللّٰهِ وَيَحْسَبُوْنَ اَنَّهُمْ مُّهْتَدُوْنَ
fariiqon hadaa wa fariiqon haqqo 'alaihimudh-dholaalah, innahumuttakhozusy-syayaathiina auliyaaa-a ming duunillaahi wa yahsabuuna annahum muhtaduun

"Sebagian diberi-Nya petunjuk dan sebagian lagi sepantasnya menjadi sesat. Mereka menjadikan setan-setan sebagai pelindung selain Allah. Mereka mengira bahwa mereka mendapat petunjuk."
(QS. Al-A'raf 7: Ayat 30)

* Via Al-Qur'an Indonesia https://quranapp.id

Kamis, 14 Mei 2026

ina sholati Muhammad Awal untuk Muslimin (Dia penahan azab umatnya)

Nabi Muhammad di kitab taurat (diramalkan taurat dibaca Musa, ini doa Musa saat tobat karena kaum ya menyembah patung sapi)
Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

اَ لَّذِيْنَ يَتَّبِعُوْنَ الرَّسُوْلَ النَّبِيَّ الْاُ مِّيَّ الَّذِيْ يَجِدُوْنَهٗ مَكْتُوْبًا عِنْدَهُمْ فِى التَّوْرٰٮةِ وَا لْاِ نْجِيْلِ يَأْمُرُهُمْ بِا لْمَعْرُوْفِ وَيَنْهٰٮهُمْ عَنِ الْمُنْكَرِ وَيُحِلُّ لَهُمُ الطَّيِّبٰتِ وَيُحَرِّمُ عَلَيْهِمُ الْخَبٰٓئِثَ وَيَضَعُ عَنْهُمْ اِصْرَهُمْ وَا لْاَ غْلٰلَ الَّتِيْ كَا نَتْ عَلَيْهِمْ ۗ فَا لَّذِيْنَ اٰمَنُوْا بِهٖ وَعَزَّرُوْهُ وَنَصَرُوْهُ وَ اتَّبَـعُوا النُّوْرَ الَّذِيْۤ اُنْزِلَ مَعَهٗۤ ۙ اُولٰٓئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُوْنَ
allaziina yattabi'uunar-rosuulan-nabiyyal-ummiyyallazii yajiduunahuu maktuuban 'ingdahum fit-taurooti wal-ingjiili ya-muruhum bil-ma'ruufi wa yan-haahum 'anil-mungkari wa yuhillu lahumuth-thoyyibaati wa yuharrimu 'alaihimul-khobaaa-isa wa yadho'u 'an-hum ishrohum wal-aghlaalallatii kaanat 'alaihim, fallaziina aamanuu bihii wa 'azzaruuhu wa nashoruuhu wattaba'un-nuurollaziii ungzila ma'ahuuu ulaaa-ika humul-muflihuun

"(Yaitu) orang-orang yang mengikuti Rasul, Nabi yang ummi (tidak bisa baca tulis) yang (namanya) mereka dapati tertulis di dalam Taurat dan Injil yang ada pada mereka, yang menyuruh mereka berbuat yang makruf dan mencegah dari yang mungkar, dan yang menghalalkan segala yang baik bagi mereka dan mengharamkan segala yang buruk bagi mereka, dan membebaskan beban-beban dan belenggu-belenggu yang ada pada mereka. Adapun orang-orang yang beriman kepadanya, memuliakannya, menolongnya, dan mengikuti cahaya yang terang yang diturunkan kepadanya (Al-Qur'an), mereka itulah orang-orang beruntung."
(QS. Al-A'raf 7: Ayat 157)

* Via Al-Qur'an Indonesia https://quranapp.id

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

قُلْ اِنَّ صَلَا تِيْ وَنُسُكِيْ وَ مَحْيَايَ وَمَمَا تِيْ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَ 
qul inna sholaatii wa nusukii wa mahyaaya wa mamaatii lillaahi robbil-'aalamiin

"Katakanlah (Muhammad), "Sesungguhnya sholatku, ibadahku, hidupku, dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan seluruh alam,"
(QS. Al-An'am 6: Ayat 162)

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

لَا شَرِيْكَ لَهٗ ۚ وَبِذٰلِكَ اُمِرْتُ وَاَ نَاۡ اَوَّلُ الْمُسْلِمِيْنَ
laa syariika lah, wa bizaalika umirtu wa ana awwalul-muslimiin

"tidak ada sekutu bagi-Nya; dan demikianlah yang diperintahkan kepadaku dan aku adalah orang yang pertama berserah diri (muslim).""
(QS. Al-An'am 6: Ayat 163)


Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

كِتٰبٌ اُنْزِلَ اِلَيْكَ فَلَا يَكُنْ فِيْ صَدْرِكَ حَرَجٌ مِّنْهُ لِتُنْذِرَ بِهٖ وَذِكْرٰى لِلْمُؤْمِنِيْنَ
kitaabun ungzila ilaika fa laa yakung fii shodrika harojum min-hu litungziro bihii wa zikroo lil-mu-miniin

"(Inilah) Kitab yang diturunkan kepadamu (Muhammad); maka janganlah engkau sesak dada karenanya, agar engkau memberi peringatan dengan (Kitab) itu dan menjadi pelajaran bagi orang yang beriman."
(QS. Al-A'raf 7: Ayat 2)

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

اِتَّبِعُوْا مَاۤ اُنْزِلَ اِلَيْكُمْ مِّنْ رَّبِّكُمْ وَلَا تَتَّبِعُوْا مِنْ دُوْنِهٖۤ اَوْلِيَآءَ ۗ قَلِيْلًا مَّا تَذَكَّرُوْنَ
ittabi'uu maaa ungzila ilaikum mir robbikum wa laa tattabi'uu ming duunihiii auliyaaa, qoliilam maa tazakkaruun

"Ikutilah apa yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu, dan janganlah kamu ikuti selain Dia sebagai pemimpin. Sedikit sekali kamu mengambil pelajaran."
(QS. Al-A'raf 7: Ayat 3)


* Via Al-Qur'an Indonesia https://quranapp.id

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

قَدْ نَـعْلَمُ اِنَّهٗ لَيَحْزُنُكَ الَّذِيْ يَقُوْلُوْنَ فَاِ نَّهُمْ لَا يُكَذِّبُوْنَكَ وَلٰـكِنَّ الظّٰلِمِيْنَ بِاٰ يٰتِ اللّٰهِ يَجْحَدُوْنَ
qod na'lamu innahuu layahzunukallazii yaquuluuna fa innahum laa yukazzibuunaka wa laakinnazh-zhoolimiina bi-aayaatillaahi yaj-haduun

"Sungguh, Kami mengetahui bahwa apa yang mereka katakan itu menyedihkan hatimu (Muhammad), (janganlah bersedih hati) karena sebenarnya mereka bukan mendustakan engkau, tetapi orang yang zalim itu mengingkari ayat-ayat Allah."
(QS. Al-An'am 6: Ayat 33)

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

وَلَقَدْ كُذِّبَتْ رُسُلٌ مِّنْ قَبْلِكَ فَصَبَرُوْا عَلٰى مَا كُذِّبُوْا وَاُ وْذُوْا حَتّٰۤى اَتٰٮهُمْ نَصْرُنَا ۚ وَلَا مُبَدِّلَ لِكَلِمٰتِ اللّٰهِ ۚ وَلَقَدْ جَآءَكَ مِنْ نَّبَاِ ى الْمُرْسَلِيْنَ
wa laqod kuzzibat rusulum ming qoblika fa shobaruu 'alaa maa kuzzibuu wa uuzuu hattaaa ataahum nashrunaa, wa laa mubaddila likalimaatillaah, wa laqod jaaa-aka min naba-il-mursaliin

"Dan sesungguhnya rasul-rasul sebelum engkau pun telah didustakan, tetapi mereka sabar terhadap pendustaan dan penganiayaan (yang dilakukan) terhadap mereka, sampai datang pertolongan Kami kepada mereka. Dan tidak ada yang dapat mengubah kalimat-kalimat (ketetapan) Allah. Dan sungguh, telah datang kepadamu sebagian dari berita rasul-rasul itu."
(QS. Al-An'am 6: Ayat 34)

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

وَاِ نْ كَا نَ كَبُرَ عَلَيْكَ اِعْرَا ضُهُمْ فَاِ نِ اسْتَطَعْتَ اَنْ تَبْتَغِيَ نَفَقًا فِى الْاَ رْضِ اَوْ سُلَّمًا فِى السَّمَآءِ فَتَأْتِيَهُمْ بِاٰ يَةٍ ۗ وَلَوْ شَآءَ اللّٰهُ لَجَمَعَهُمْ عَلَى الْهُدٰى فَلَا تَكُوْنَنَّ مِنَ الْجٰهِلِيْنَ
wa ing kaana kaburo 'alaika i'roodhuhum fa inistatho'ta ang tabtaghiya nafaqong fil-ardhi au sullamang fis-samaaa-i fa ta-tiyahum bi-aayah, walau syaaa-allohu lajama'ahum 'alal-hudaa fa laa takuunanna minal-jaahiliin

"Dan jika keberpalingan mereka terasa berat bagimu (Muhammad), maka sekiranya engkau dapat membuat lubang di bumi atau tangga ke langit lalu engkau dapat mendatangkan mukjizat kepada mereka, (maka buatlah). Dan sekiranya Allah menghendaki, tentu Dia jadikan mereka semua mengikuti petunjuk, sebab itu janganlah sekali-kali engkau termasuk orang-orang yang bodoh."
(QS. Al-An'am 6: Ayat 35)



Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

وَمَا نُرْسِلُ الْمُرْسَلِيْنَ اِلَّا مُبَشِّرِيْنَ وَمُنْذِرِيْنَ ۚ فَمَنْ اٰمَنَ وَاَ صْلَحَ فَلَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُوْنَ
wa maa nursilul-mursaliina illaa mubasysyiriina wa mungziriin, fa man aamana wa ashlaha fa laa khoufun 'alaihim wa laa hum yahzanuun

"Para rasul yang Kami utus itu adalah untuk memberi kabar gembira dan memberi peringatan. Barang siapa beriman dan mengadakan perbaikan, maka tidak ada rasa takut pada mereka dan mereka tidak bersedih hati."
(QS. Al-An'am 6: Ayat 48)
Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

قُلْ لَّاۤ اَقُوْلُ لَـكُمْ عِنْدِيْ خَزَآئِنُ اللّٰهِ وَلَاۤ اَعْلَمُ الْغَيْبَ وَلَاۤ اَقُوْلُ لَـكُمْ اِنِّيْ مَلَكٌ ۚ اِنْ اَتَّبِعُ اِلَّا مَا يُوْحٰۤى اِلَيَّ ۗ قُلْ هَلْ يَسْتَوِى الْاَ عْمٰى وَا لْبَصِيْرُ ۗ اَفَلَا تَتَفَكَّرُوْنَ
qul laaa aquulu lakum 'ingdii khozaaa-inullohi wa laaa a'lamul-ghoiba wa laaa aquulu lakum innii malak, in attabi'u illaa maa yuuhaaa ilayy, qul hal yastawil-a'maa wal-bashiir, a fa laa tatafakkaruun

"Katakanlah (Muhammad), "Aku tidak mengatakan kepadamu, bahwa perbendaharaan Allah ada padaku, dan aku tidak mengetahui yang gaib dan aku tidak (pula) mengatakan kepadamu bahwa aku malaikat. Aku hanya mengikuti apa yang diwahyukan kepadaku." Katakanlah, "Apakah sama antara orang yang buta dengan orang yang melihat? Apakah kamu tidak memikirkan(nya)?""
(QS. Al-An'am 6: Ayat 50)

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

وَ مَا الْحَيٰوةُ الدُّنْيَاۤ اِلَّا لَعِبٌ وَّلَهْوٌ ۗ وَلَـلدَّا رُ الْاٰ خِرَةُ خَيْرٌ لِّـلَّذِيْنَ يَتَّقُوْنَ ۗ اَفَلَا تَعْقِلُوْنَ
wa mal-hayaatud-dun-yaaa illaa la'ibuw wa lahw, wa lad-daarul-aakhirotu khoirul lillaziina yattaquun, a fa laa ta'qiluun

"Dan kehidupan dunia ini, hanyalah permainan dan senda gurau. Sedangkan negeri akhirat itu, sungguh lebih baik bagi orang-orang yang bertakwa. Tidakkah kamu mengerti?"
(QS. Al-An'am 6: Ayat 32)

* Via Al-Qur'an Indonesia https://quranapp.id

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

قَدْ نَـعْلَمُ اِنَّهٗ لَيَحْزُنُكَ الَّذِيْ يَقُوْلُوْنَ فَاِ نَّهُمْ لَا يُكَذِّبُوْنَكَ وَلٰـكِنَّ الظّٰلِمِيْنَ بِاٰ يٰتِ اللّٰهِ يَجْحَدُوْنَ
qod na'lamu innahuu layahzunukallazii yaquuluuna fa innahum laa yukazzibuunaka wa laakinnazh-zhoolimiina bi-aayaatillaahi yaj-haduun

"Sungguh, Kami mengetahui bahwa apa yang mereka katakan itu menyedihkan hatimu (Muhammad), (janganlah bersedih hati) karena sebenarnya mereka bukan mendustakan engkau, tetapi orang yang zalim itu mengingkari ayat-ayat Allah."
(QS. Al-An'am 6: Ayat 33)

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

وَلَقَدْ كُذِّبَتْ رُسُلٌ مِّنْ قَبْلِكَ فَصَبَرُوْا عَلٰى مَا كُذِّبُوْا وَاُ وْذُوْا حَتّٰۤى اَتٰٮهُمْ نَصْرُنَا ۚ وَلَا مُبَدِّلَ لِكَلِمٰتِ اللّٰهِ ۚ وَلَقَدْ جَآءَكَ مِنْ نَّبَاِ ى الْمُرْسَلِيْنَ
wa laqod kuzzibat rusulum ming qoblika fa shobaruu 'alaa maa kuzzibuu wa uuzuu hattaaa ataahum nashrunaa, wa laa mubaddila likalimaatillaah, wa laqod jaaa-aka min naba-il-mursaliin

"Dan sesungguhnya rasul-rasul sebelum engkau pun telah didustakan, tetapi mereka sabar terhadap pendustaan dan penganiayaan (yang dilakukan) terhadap mereka, sampai datang pertolongan Kami kepada mereka. Dan tidak ada yang dapat mengubah kalimat-kalimat (ketetapan) Allah. Dan sungguh, telah datang kepadamu sebagian dari berita rasul-rasul itu."
(QS. Al-An'am 6: Ayat 34)

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

وَاِ نْ كَا نَ كَبُرَ عَلَيْكَ اِعْرَا ضُهُمْ فَاِ نِ اسْتَطَعْتَ اَنْ تَبْتَغِيَ نَفَقًا فِى الْاَ رْضِ اَوْ سُلَّمًا فِى السَّمَآءِ فَتَأْتِيَهُمْ بِاٰ يَةٍ ۗ وَلَوْ شَآءَ اللّٰهُ لَجَمَعَهُمْ عَلَى الْهُدٰى فَلَا تَكُوْنَنَّ مِنَ الْجٰهِلِيْنَ
wa ing kaana kaburo 'alaika i'roodhuhum fa inistatho'ta ang tabtaghiya nafaqong fil-ardhi au sullamang fis-samaaa-i fa ta-tiyahum bi-aayah, walau syaaa-allohu lajama'ahum 'alal-hudaa fa laa takuunanna minal-jaahiliin

"Dan jika keberpalingan mereka terasa berat bagimu (Muhammad), maka sekiranya engkau dapat membuat lubang di bumi atau tangga ke langit lalu engkau dapat mendatangkan mukjizat kepada mereka, (maka buatlah). Dan sekiranya Allah menghendaki, tentu Dia jadikan mereka semua mengikuti petunjuk, sebab itu janganlah sekali-kali engkau termasuk orang-orang yang bodoh."
(QS. Al-An'am 6: Ayat 35)

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

وَا لَّذِيْنَ كَذَّبُوْا بِاٰ يٰتِنَا صُمٌّ وَّبُكْمٌ فِى الظُّلُمٰتِ ۗ مَنْ يَّشَاِ اللّٰهُ يُضْلِلْهُ ۗ وَمَنْ يَّشَأْ يَجْعَلْهُ عَلٰى صِرَا طٍ مُّسْتَقِيْمٍ
wallaziina kazzabuu bi-aayaatinaa shummuw wa bukmung fizh-zhulumaat, may yasya-illaahu yudhlil-hu wa may yasya yaj'al-hu 'alaa shiroothim mustaqiim

"Dan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami adalah tuli, bisu, dan berada dalam gelap gulita. Barang siapa dikehendaki Allah (dalam kesesatan), niscaya disesatkan-Nya. Dan barang siapa dikehendaki Allah (untuk diberi petunjuk), niscaya Dia menjadikannya berada di atas jalan yang lurus."
(QS. Al-An'am 6: Ayat 39)

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

وَمَا نُرْسِلُ الْمُرْسَلِيْنَ اِلَّا مُبَشِّرِيْنَ وَمُنْذِرِيْنَ ۚ فَمَنْ اٰمَنَ وَاَ صْلَحَ فَلَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُوْنَ
wa maa nursilul-mursaliina illaa mubasysyiriina wa mungziriin, fa man aamana wa ashlaha fa laa khoufun 'alaihim wa laa hum yahzanuun

"Para rasul yang Kami utus itu adalah untuk memberi kabar gembira dan memberi peringatan. Barang siapa beriman dan mengadakan perbaikan, maka tidak ada rasa takut pada mereka dan mereka tidak bersedih hati."
(QS. Al-An'am 6: Ayat 48)
Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

قُلْ لَّاۤ اَقُوْلُ لَـكُمْ عِنْدِيْ خَزَآئِنُ اللّٰهِ وَلَاۤ اَعْلَمُ الْغَيْبَ وَلَاۤ اَقُوْلُ لَـكُمْ اِنِّيْ مَلَكٌ ۚ اِنْ اَتَّبِعُ اِلَّا مَا يُوْحٰۤى اِلَيَّ ۗ قُلْ هَلْ يَسْتَوِى الْاَ عْمٰى وَا لْبَصِيْرُ ۗ اَفَلَا تَتَفَكَّرُوْنَ
qul laaa aquulu lakum 'ingdii khozaaa-inullohi wa laaa a'lamul-ghoiba wa laaa aquulu lakum innii malak, in attabi'u illaa maa yuuhaaa ilayy, qul hal yastawil-a'maa wal-bashiir, a fa laa tatafakkaruun

"Katakanlah (Muhammad), "Aku tidak mengatakan kepadamu, bahwa perbendaharaan Allah ada padaku, dan aku tidak mengetahui yang gaib dan aku tidak (pula) mengatakan kepadamu bahwa aku malaikat. Aku hanya mengikuti apa yang diwahyukan kepadaku." Katakanlah, "Apakah sama antara orang yang buta dengan orang yang melihat? Apakah kamu tidak memikirkan(nya)?""
(QS. Al-An'am 6: Ayat 50)



Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

قُلْ لَّاۤ اَمْلِكُ لِنَفْسِيْ نَـفْعًا وَّلَا ضَرًّا اِلَّا مَا شَآءَ اللّٰهُ ۗ وَلَوْ كُنْتُ اَعْلَمُ الْغَيْبَ لَا سْتَكْثَرْتُ مِنَ الْخَيْرِ  ۛ  وَمَا مَسَّنِيَ السُّۤوْءُ  ۛ  اِنْ اَنَاۡ اِلَّا نَذِيْرٌ وَّبَشِيْرٌ لِّقَوْمٍ يُّؤْمِنُوْنَ
qul laaa amliku linafsii naf'aw wa laa dhorron illaa maa syaaa-alloh, walau kungtu a'lamul-ghoiba lastaksartu minal-khoiir, wa maa massaniyas-suuu-u in ana illaa naziiruw wa basyiirul liqoumiy yu-minuun

"Katakanlah (Muhammad), "Aku tidak kuasa mendatangkan manfaat maupun menolak mudarat bagi diriku kecuali apa yang dikehendaki Allah. Sekiranya aku mengetahui yang gaib, niscaya aku membuat kebajikan sebanyak-banyaknya dan tidak akan ditimpa bahaya. Aku hanyalah pemberi peringatan, dan pembawa berita gembira bagi orang-orang yang beriman.""
(QS. Al-A'raf 7: Ayat 188)

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

وَاِ ذْ قَا لُوا اللّٰهُمَّ اِنْ كَا نَ هٰذَا هُوَ الْحَـقَّ مِنْ عِنْدِكَ فَاَ مْطِرْ عَلَيْنَا حِجَا رَةً مِّنَ السَّمَآءِ اَوِ ائْتِنَا بِعَذَا بٍ اَ لِيْمٍ
wa iz qoolullohumma ing kaana haazaa huwal-haqqo min 'ingdika fa amthir 'alainaa hijaarotam minas-samaaa-i awi-tinaa bi'azaabin aliim

"Dan (ingatlah), ketika mereka (orang-orang musyrik) berkata, "Ya Allah, jika (Al-Qur'an) ini benar (wahyu) dari Engkau, maka hujanilah kami dengan batu dari langit, atau datangkanlah kepada kami azab yang pedih.""
(QS. Al-Anfal 8: Ayat 32)

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

وَمَا كَا نَ اللّٰهُ لِيُعَذِّبَهُمْ وَاَ نْتَ فِيْهِمْ ۗ وَمَا كَا نَ اللّٰهُ مُعَذِّبَهُمْ وَهُمْ يَسْتَغْفِرُوْنَ
wa maa kaanallohu liyu'azzibahum wa angta fiihim, wa maa kaanallohu mu'azzibahum wa hum yastaghfiruun

"Tetapi Allah tidak akan menghukum mereka, selama engkau (Muhammad) berada di antara mereka. Dan tidaklah (pula) Allah akan menghukum mereka, sedang mereka (masih) memohon ampunan."
(QS. Al-Anfal 8: Ayat 33)

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

يٰۤـاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا مَا لَـكُمْ اِذَا قِيْلَ لَـكُمُ انْفِرُوْا فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ اثَّا قَلْـتُمْ اِلَى الْاَ رْضِ ۗ اَرَضِيْتُمْ بِا لْحَيٰوةِ الدُّنْيَا مِنَ الْاٰ خِرَةِ ۚ فَمَا مَتَا عُ الْحَيٰوةِ الدُّنْيَا فِى الْاٰ خِرَةِ اِلَّا قَلِيْلٌ
yaaa ayyuhallaziina aamanuu maa lakum izaa qiila lakumungfiruu fii sabiilillaahis saaqoltum ilal-ardh, a rodhiitum bil-hayaatid-dun-yaa minal-aakhiroh, fa maa mataa'ul-hayaatid-dun-yaa fil-aakhiroti illaa qoliil

"Wahai orang-orang yang beriman! Mengapa apabila dikatakan kepada kamu, "Berangkatlah (untuk berperang) di jalan Allah," kamu merasa berat dan ingin tinggal di tempatmu? Apakah kamu lebih menyenangi kehidupan di dunia daripada kehidupan di akhirat? Padahal kenikmatan hidup di dunia ini (dibandingkan dengan kehidupan) di akhirat hanyalah sedikit."
(QS. At-Taubah 9: Ayat 38)

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

عَفَا اللّٰهُ عَنْكَ ۚ لِمَ اَذِنْتَ لَهُمْ حَتّٰى يَتَبَيَّنَ لَكَ الَّذِيْنَ صَدَقُوْا وَتَعْلَمَ الْـكٰذِبِيْنَ
'afallohu 'angk, lima azingta lahum hattaa yatabayyana lakallaziina shodaquu wa ta'lamal-kaazibiin

"Allah memaafkanmu (Muhammad). Mengapa engkau memberi izin kepada mereka (untuk tidak pergi berperang), sebelum jelas bagimu orang-orang yang benar-benar (berhalangan) dan sebelum engkau mengetahui orang-orang yang berdusta?"
(QS. At-Taubah 9: Ayat 43)
Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

اِسْتَغْفِرْ لَهُمْ اَوْ لَا تَسْتَغْفِرْ لَهُمْ ۗ اِنْ تَسْتَغْفِرْ لَهُمْ سَبْعِيْنَ مَرَّةً فَلَنْ يَّغْفِرَ اللّٰهُ لَهُمْ ۗ ذٰلِكَ بِاَ نَّهُمْ كَفَرُوْا بِا للّٰهِ وَرَسُوْلِهٖ ۗ وَا للّٰهُ لَا يَهْدِى الْقَوْمَ الْفٰسِقِيْنَ
istaghfir lahum au laa tastaghfir lahum, ing tastaghfir lahum sab'iina marrotang fa lay yaghfirollohu lahum, zaalika bi-annahum kafaruu billaahi wa rosuulih, wallohu laa yahdil-qoumal-faasiqiin

"(Sama saja) engkau (Muhammad) memohonkan ampunan bagi mereka atau tidak memohonkan ampunan bagi mereka. Walaupun engkau memohonkan ampunan bagi mereka tujuh puluh kali, Allah tidak akan memberi ampunan kepada mereka. Yang demikian itu karena mereka ingkar (kafir) kepada Allah dan Rasul-Nya. Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang fasik."
(QS. At-Taubah 9: Ayat 80)

(Yaitu org2 yg menghina orang bersedekah, tidak mau berangkat perang, mereka ini di ayat selanjutnya saat mati tidak boleh di shalatkan nabi)


Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

وَمِمَّنْ حَوْلَــكُمْ مِّنَ الْاَ عْرَا بِ مُنٰفِقُوْنَ ۗ وَمِنْ اَهْلِ الْمَدِيْنَةِ مَرَدُوْا عَلَى النِّفَا قِ ۗ لَا تَعْلَمُهُمْ ۗ نَحْنُ نَـعْلَمُهُمْ ۗ سَنُعَذِّبُهُمْ مَّرَّتَيْنِ ثُمَّ يُرَدُّوْنَ اِلٰى عَذَا بٍ عَظِيْمٍ
wa mim man haulakum minal-a'roobi munaafiquun, wa min ahlil-madiinati maroduu 'alan-nifaaq, laa ta'lamuhum, nahnu na'lamuhum, sanu'azzibuhum marrotaini summa yurodduuna ilaa 'azaabin 'azhiim

"Dan di antara orang-orang Arab Badui yang (tinggal) di sekitarmu ada orang-orang munafik. Dan di antara penduduk Madinah (ada juga orang-orang munafik), mereka keterlaluan dalam kemunafikannya. Engkau (Muhammad) tidak mengetahui mereka, tetapi Kami mengetahuinya. Nanti mereka akan Kami siksa dua kali kemudian mereka akan dikembalikan kepada azab yang besar."
(QS. At-Taubah 9: Ayat 101)

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

مَا كَا نَ لِلنَّبِيِّ وَا لَّذِيْنَ اٰمَنُوْاۤ اَنْ يَّسْتَغْفِرُوْا لِلْمُشْرِكِيْنَ وَ لَوْ كَا نُوْۤا اُولِيْ قُرْبٰى مِنْۢ بَعْدِ مَا تَبَيَّنَ لَهُمْ اَنَّهُمْ اَصْحٰبُ الْجَحِيْمِ
maa kaana lin-nabiyyi wallaziina aamanuuu ay yastaghfiruu lil-musyrikiina walau kaanuuu ulii qurbaa mim ba'di maa tabayyana lahum annahum ash-haabul-jahiim

"Tidak pantas bagi Nabi dan orang-orang yang beriman memohonkan ampunan (kepada Allah) bagi orang-orang musyrik sekalipun orang-orang itu kaum kerabat(nya) setelah jelas bagi mereka bahwa orang-orang musyrik itu penghuni Neraka Jahanam."
(QS. At-Taubah 9: Ayat 113)

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

مَا كَا نَ لِاَ هْلِ الْمَدِيْنَةِ وَمَنْ حَوْلَهُمْ مِّنَ الْاَ عْرَا بِ اَنْ يَّتَخَلَّفُوْا عَنْ رَّسُوْلِ اللّٰهِ وَ لَا يَرْغَبُوْا بِاَ نْفُسِهِمْ عَنْ نَّـفْسِهٖ ۗ ذٰلِكَ بِاَ نَّهُمْ لَا يُصِيْبُهُمْ ظَمَاٌ وَّلَا نَصَبٌ وَّلَا مَخْمَصَةٌ فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ وَلَا يَطَئُــوْنَ مَوْطِئًا يَّغِيْظُ الْكُفَّا رَ وَلَا يَنَا لُوْنَ مِنْ عَدُوٍّ نَّيْلًا اِلَّا كُتِبَ لَهُمْ بِهٖ عَمَلٌ صَا لِحٌ ۗ اِنَّ اللّٰهَ لَا يُضِيْعُ اَجْرَ الْمُحْسِنِيْنَ
maa kaana li-ahlil-madiinati wa man haulahum minal-a'roobi ay yatakhollafuu 'ar rosuulillaahi wa laa yarghobuu bi-angfusihim 'an nafsih, zaalika bi-annahum laa yushiibuhum zhoma-uw wa laa nashobuw wa laa makhmashotung fii sabiilillaahi wa laa yatho-uuna mauthi-ay yaghiizhul-kuffaaro wa laa yanaluuna min 'aduwwin nailan illaa kutiba lahum bihii 'amalung shoolih, innalloha laa yudhii'u ajrol-muhsiniin

"Tidak pantas bagi penduduk Madinah dan orang-orang Arab Badui yang berdiam di sekitar mereka, tidak turut menyertai Rasulullah (pergi berperang) dan tidak pantas (pula) bagi mereka lebih mencintai diri mereka daripada (mencintai) diri Rasul. Yang demikian itu karena mereka tidak ditimpa kehausan, kepayahan, dan kelaparan di jalan Allah, dan tidak (pula) menginjak suatu tempat yang membangkitkan amarah orang-orang kafir, dan tidak menimpakan suatu bencana kepada musuh, kecuali (semua) itu akan dituliskan bagi mereka sebagai suatu amal kebajikan. Sungguh, Allah tidak menyia-nyiakan pahala orang-orang yang berbuat baik,"
(QS. At-Taubah 9: Ayat 120)

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

مَا كَا نَ لِاَ هْلِ الْمَدِيْنَةِ وَمَنْ حَوْلَهُمْ مِّنَ الْاَ عْرَا بِ اَنْ يَّتَخَلَّفُوْا عَنْ رَّسُوْلِ اللّٰهِ وَ لَا يَرْغَبُوْا بِاَ نْفُسِهِمْ عَنْ نَّـفْسِهٖ ۗ ذٰلِكَ بِاَ نَّهُمْ لَا يُصِيْبُهُمْ ظَمَاٌ وَّلَا نَصَبٌ وَّلَا مَخْمَصَةٌ فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ وَلَا يَطَئُــوْنَ مَوْطِئًا يَّغِيْظُ الْكُفَّا رَ وَلَا يَنَا لُوْنَ مِنْ عَدُوٍّ نَّيْلًا اِلَّا كُتِبَ لَهُمْ بِهٖ عَمَلٌ صَا لِحٌ ۗ اِنَّ اللّٰهَ لَا يُضِيْعُ اَجْرَ الْمُحْسِنِيْنَ
maa kaana li-ahlil-madiinati wa man haulahum minal-a'roobi ay yatakhollafuu 'ar rosuulillaahi wa laa yarghobuu bi-angfusihim 'an nafsih, zaalika bi-annahum laa yushiibuhum zhoma-uw wa laa nashobuw wa laa makhmashotung fii sabiilillaahi wa laa yatho-uuna mauthi-ay yaghiizhul-kuffaaro wa laa yanaluuna min 'aduwwin nailan illaa kutiba lahum bihii 'amalung shoolih, innalloha laa yudhii'u ajrol-muhsiniin

"Tidak pantas bagi penduduk Madinah dan orang-orang Arab Badui yang berdiam di sekitar mereka, tidak turut menyertai Rasulullah (pergi berperang) dan tidak pantas (pula) bagi mereka lebih mencintai diri mereka daripada (mencintai) diri Rasul. Yang demikian itu karena mereka tidak ditimpa kehausan, kepayahan, dan kelaparan di jalan Allah, dan tidak (pula) menginjak suatu tempat yang membangkitkan amarah orang-orang kafir, dan tidak menimpakan suatu bencana kepada musuh, kecuali (semua) itu akan dituliskan bagi mereka sebagai suatu amal kebajikan. Sungguh, Allah tidak menyia-nyiakan pahala orang-orang yang berbuat baik,"
(QS. At-Taubah 9: Ayat 120)

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

لَـقَدْ جَآءَكُمْ رَسُوْلٌ مِّنْ اَنْفُسِكُمْ عَزِيْزٌ عَلَيْهِ مَا عَنِتُّمْ حَرِيْصٌ عَلَيْكُمْ بِا لْمُؤْمِنِيْنَ رَءُوْفٌ رَّحِيْمٌ
laqod jaaa-akum rosuulum min angfusikum 'aziizun 'alaihi maa 'anittum hariishun 'alaikum bil-mu-miniina ro-uufur rohiim

"Sungguh, telah datang kepadamu seorang Rasul dari kaummu sendiri, berat terasa olehnya penderitaan yang kamu alami, (dia) sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, penyantun dan penyayang terhadap orang-orang yang beriman."
(QS. At-Taubah 9: Ayat 128)

* Via Al-Qur'an Indonesia https://quranapp.id

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

فَاِ نْ تَوَلَّوْا فَقُلْ حَسْبِيَ اللّٰهُ لَاۤ اِلٰهَ اِلَّا هُوَ ۗ عَلَيْهِ تَوَكَّلْتُ ۗ وَهُوَ رَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيْمِ
fa ing tawallau fa qul hasbiyallohu laaa ilaaha illaa huw, 'alaihi tawakkaltu wa huwa robbul-'arsyil-'azhiim

"Maka jika mereka berpaling (dari keimanan), maka katakanlah (Muhammad), "Cukuplah Allah bagiku; tidak ada Tuhan selain Dia. Hanya kepada-Nya aku bertawakal, dan Dia adalah Tuhan yang memiliki ‘Arsy (singgasana) yang agung.""
(QS. At-Taubah 9: Ayat 129)

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

قُلْ لَّاۤ اَمْلِكُ لِنَفْسِيْ ضَرًّا وَّلَا نَفْعًا اِلَّا مَا شَآءَ اللّٰهُ ۗ لِكُلِّ اُمَّةٍ اَجَلٌ ۗ اِذَا جَآءَ اَجَلُهُمْ فَلَا يَسْتَئ۟خِرُوْنَ سَا عَةً وَّلَا يَسْتَقْدِمُوْنَ
qul laaa amliku linafsii dhorrow wa laa naf'an illaa maa syaaa-alloh, likulli ummatin ajal, izaa jaaa-a ajaluhum fa laa yasta-khiruuna saa'ataw wa laa yastaqdimuun

"Katakanlah (Muhammad), "Aku tidak kuasa menolak mudarat ataupun mendatangkan manfaat kepada diriku, kecuali apa yang Allah kehendaki." Bagi setiap umat mempunyai ajal (batas waktu). Apabila ajalnya tiba, mereka tidak dapat meminta penundaan atau percepatan sesaat pun."
(QS. Yunus 10: Ayat 49)

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

وَلَا يَحْزُنْكَ قَوْلُهُمْ ۘ اِنَّ الْعِزَّةَ لِلّٰهِ جَمِيْعًا ۗ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ
wa laa yahzungka qouluhum, innal-'izzata lillaahi jamii'aa, huwas-samii'ul-'aliim

"Dan janganlah engkau (Muhammad) sedih oleh perkataan mereka. Sungguh, kekuasaan itu seluruhnya milik Allah. Dia Maha Mendengar, Maha Mengetahui."
(QS. Yunus 10: Ayat 65)

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

فَاِ نْ كُنْتَ فِيْ شَكٍّ مِّمَّاۤ اَنْزَلْنَاۤ اِلَيْكَ فَسْـئَلِ الَّذِيْنَ يَقْرَءُوْنَ الْكِتٰبَ مِنْ قَبْلِكَ ۚ لَقَدْ جَآءَكَ الْحَقُّ مِنْ رَّبِّكَ فَلَا تَكُوْنَنَّ مِنَ الْمُمْتَرِيْنَ
fa ing kungta fii syakkim mimmaaa angzalnaaa ilaika fas-alillaziina yaqro-uunal-kitaaba ming qoblik, laqod jaaa-akal-haqqu mir robbika fa laa takuunanna minal-mumtariin

"Maka jika engkau (Muhammad) berada dalam keragu-raguan tentang apa yang Kami turunkan kepadamu maka tanyakanlah kepada orang yang membaca Kitab sebelummu. Sungguh, telah datang kebenaran kepadamu dari Tuhanmu maka janganlah sekali-kali engkau termasuk orang yang ragu,"
(QS. Yunus 10: Ayat 94)

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

قُلْ يٰۤاَ يُّهَا النَّا سُ قَدْ جَآءَكُمُ الْحَـقُّ مِنْ رَّبِّكُمْ ۚ فَمَنِ اهْتَدٰى فَاِ نَّمَا يَهْتَدِيْ لِنَفْسِهٖ ۚ وَمَنْ ضَلَّ فَاِ نَّمَا يَضِلُّ عَلَيْهَا ۚ وَمَاۤ اَنَاۡ عَلَيْكُمْ بِوَكِيْلٍ
qul yaaa ayyuhan-naasu qod jaaa-akumul-haqqu mir robbikum, fa manihtadaa fa innamaa yahtadii linafsih, wa mang dholla fa innamaa yadhillu 'alaihaa, wa maaa ana 'alaikum biwakiil

"Katakanlah (Muhammad), "Wahai manusia! Telah datang kepadamu kebenaran (Al-Qur'an) dari Tuhanmu, sebab itu barang siapa mendapat petunjuk maka sebenarnya (petunjuk itu) untuk (kebaikan) dirinya sendiri. Dan barang siapa sesat, sesungguhnya kesesatannya itu (mencelakakan) dirinya sendiri. Dan aku bukanlah pemelihara dirimu.""
(QS. Yunus 10: Ayat 108)
Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

فَلَعَلَّكَ تَا رِكٌۢ بَعْضَ مَا يُوْحٰۤى اِلَيْكَ وَضَآئِقٌ بِۢهٖ صَدْرُكَ اَنْ يَّقُوْلُوْا لَوْلَاۤ اُنْزِلَ عَلَيْهِ كَنْزٌ اَوْ جَآءَ مَعَهٗ مَلَكٌ ۗ اِنَّمَاۤ اَنْتَ نَذِيْرٌ ۗ وَا للّٰهُ عَلٰى كُلِّ شَيْءٍ وَّكِيْلٌ
fa la'allaka taarikum ba'dho maa yuuhaaa ilaika wa dhooo-iqum bihii shodruka ay yaquuluu lau laaa ungzila 'alaihi kangzun au jaaa-a ma'ahuu malak, innamaaa angta naziir, wallohu 'alaa kulli syai-iw wakiil

"Maka boleh jadi engkau (Muhammad) hendak meninggalkan sebagian dari apa yang diwahyukan kepadamu dan dadamu sempit karenanya, karena mereka akan mengatakan, "Mengapa tidak diturunkan kepadanya harta (kekayaan) atau datang bersamanya malaikat?" Sungguh, engkau hanyalah seorang pemberi peringatan dan Allah pemelihara segala sesuatu."
(QS. Hud 11: Ayat 12)

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

وَكُلًّا نَّقُصُّ عَلَيْكَ مِنْ اَنْۢبَآءِ الرُّسُلِ مَا نُثَبِّتُ بِهٖ فُؤَادَكَ ۚ وَجَآءَكَ فِيْ هٰذِهِ الْحَـقُّ وَمَوْعِظَةٌ وَّذِكْرٰى لِلْمُؤْمِنِيْنَ
wa kullan naqushshu 'alaika min ambaaa-ir-rusuli maa nusabbitu bihii fu-aadaka wa jaaa-aka fii haazihil-haqqu wa mau'izhotuw wa zikroo lil-mu-miniin

"Dan semua kisah rasul-rasul, Kami ceritakan kepadamu (Muhammad), agar dengan kisah itu Kami teguhkan hatimu; dan di dalamnya telah diberikan kepadamu (segala) kebenaran, nasihat, dan peringatan bagi orang yang beriman."
(QS. Hud 11: Ayat 120)

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

وَمَاۤ  اَكْثَرُ النَّا سِ وَلَوْ حَرَصْتَ بِمُؤْمِنِيْنَ
wa maaa aksarun-naasi walau haroshta bimu-miniin

"Dan kebanyakan manusia tidak akan beriman walaupun engkau sangat menginginkannya."
(QS. Yusuf 12: Ayat 103)

* Via Al-Qur'an Indonesia https://quranapp.id

tentang umat terpecah belah dan nabi tidak menanggung perbuatan mereka, serta keadilan Allah kebaikan dibalas 10x dosa sesuai perbuatan

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

اِنَّ الَّذِيْنَ فَرَّقُوْا دِيْنَهُمْ وَكَا نُوْا شِيَـعًا لَّسْتَ مِنْهُمْ فِيْ شَيْءٍ ۗ اِنَّمَاۤ اَمْرُهُمْ اِلَى اللّٰهِ ثُمَّ يُنَـبِّـئُـهُمْ بِمَا كَا نُوْا يَفْعَلُوْنَ
innallaziina farroquu diinahum wa kaanuu syiya'al lasta min-hum fii syaii, innamaaa amruhum ilallohi summa yunabbi-uhum bimaa kaanuu yaf'aluun

"Sesungguhnya orang-orang yang memecah-belah agamanya dan mereka menjadi (terpecah) dalam golongan-golongan, sedikit pun bukan tanggung jawabmu (Muhammad) atas mereka. Sesungguhnya urusan mereka (terserah) kepada Allah. Kemudian Dia akan memberitahukan kepada mereka apa yang telah mereka perbuat."
(QS. Al-An'am 6: Ayat 159)

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

مَنْ جَآءَ بِا لْحَسَنَةِ فَلَهٗ عَشْرُ اَمْثَا لِهَا ۚ وَمَنْ جَآءَ بِا لسَّيِّئَةِ فَلَا يُجْزٰۤى اِلَّا مِثْلَهَا وَهُمْ لَا يُظْلَمُوْنَ
mang jaaa-a bil-hasanati fa lahuu 'asyru amsaalihaa, wa mang jaaa-a bis-sayyi-ati fa laa yujzaaa illaa mislahaa wa hum laa yuzhlamuun

"Barang siapa berbuat kebaikan mendapat balasan sepuluh kali lipat amalnya. Dan barang siapa berbuat kejahatan dibalas seimbang dengan kejahatannya. Mereka sedikit pun tidak dirugikan (dizalimi)."
(QS. Al-An'am 6: Ayat 160)

* Via Al-Qur'an Indonesia https://quranapp.id